Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Marinus Gea: Jangan Sampai KemenHAM dan Komnas HAM Berebut Lahan!

Juli 27, 2026

Maruli Siahaan Dorong Perluasan Bantuan Hukum bagi Masyarakat Adat di Papua

Juli 27, 2026

Franky Sibarani Usul Tim Terpadu Nasional Hadapi Ratusan Ribu Pengungsi Konflik Papua

Juli 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi III Serap Masukan APH di Papua Tengah, Soroti Keterbatasan Anggaran hingga Sarpras
DPR

Komisi III Serap Masukan APH di Papua Tengah, Soroti Keterbatasan Anggaran hingga Sarpras

RedaksiBy RedaksiJuli 25, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi III ke Timika, Papua Tengah/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi III DPR RI memberikan perhatian khusus terhadap penguatan kelembagaan penegak hukum dan keutuhan wilayah Papua. Perhatian khusus itu diberikan kepada Kapolda Papua Tengah, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, serta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua, dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi III ke Timika, Papua Tengah, Jumat (24/7/2026).



Dalam pertemuan itu, Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra menjelaskan, terdapat sejumlah persoalan utama yang disampaikan oleh para mitra kerja Komisi III DPR RI, khususnya dari para Aparat Penegak Hukum (APH). Permasalahan tersebut meliputi keterbatasan anggaran, luasnya cakupan wilayah kerja, hingga minimnya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan tugas.

Menurutnya, kebutuhan anggaran seluruh institusi penegak hukum di Papua Tengah masih belum memadai. Kondisi tersebut dirasakan oleh kepolisian, kejaksaan, maupun BNN yang menghadapi beban kerja besar di tengah keterbatasan sumber daya.

Selain anggaran, persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian. Hingga kini, Polda Papua Tengah masih belum memiliki Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) permanen yang dinilai penting untuk mendukung perencanaan organisasi, pembinaan personel, serta pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal.

“Persoalan sarana ini sangat mendasar. Sampai sekarang Polda Papua Tengah belum memiliki Mapolda. Padahal untuk perencanaan, pembinaan personel, hingga pelaksanaan tugas dibutuhkan fasilitas yang memadai,” katanya wakil rakyat dari Dapil Papua Tengah ini.

Soedeson menambahkan, tantangan lain yang dihadapi aparat penegak hukum adalah luasnya wilayah kerja. Saat ini, Kejaksaan Tinggi Papua masih membawahi empat provinsi, yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi efektivitas pelaksanaan tugas kejaksaan di masing-masing daerah.

Sementara itu, kapasitas BNN Provinsi Papua Tengah juga dinilai masih sangat terbatas, baik dari sisi sumber daya maupun dukungan operasional, sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Komisi III DPR RI menyatakan akan membawa seluruh masukan yang diperoleh dalam kunjungan kerja ini ke tingkat pusat sebagai bahan pembahasan bersama pemerintah, khususnya terkait penguatan anggaran dan kelembagaan aparat penegak hukum di Papua Tengah.

Selain membahas kebutuhan institusi penegak hukum, pertemuan juga menyoroti sejumlah isu strategis di Papua Tengah, antara lain penanganan pertambangan ilegal, pengawasan penggunaan anggaran daerah, kinerja pemerintah daerah, serta pelaksanaan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Komisi III DPR RI berharap pengelolaan anggaran, termasuk Dana Otsus, dapat berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Anggota Komisi III DPR RI DPR RI Komisi III Serap Masukan APH di Papua Tengah Soedeson Tandra
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Marinus Gea: Jangan Sampai KemenHAM dan Komnas HAM Berebut Lahan!

Juli 27, 2026

Maruli Siahaan Dorong Perluasan Bantuan Hukum bagi Masyarakat Adat di Papua

Juli 27, 2026

Franky Sibarani Usul Tim Terpadu Nasional Hadapi Ratusan Ribu Pengungsi Konflik Papua

Juli 27, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Marinus Gea: Jangan Sampai KemenHAM dan Komnas HAM Berebut Lahan!

DPR Juli 27, 2026

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea meminta Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) dan Komisi…

Maruli Siahaan Dorong Perluasan Bantuan Hukum bagi Masyarakat Adat di Papua

Juli 27, 2026

Franky Sibarani Usul Tim Terpadu Nasional Hadapi Ratusan Ribu Pengungsi Konflik Papua

Juli 27, 2026

Komisi XIII: Praktik Bisnis Berbasis HAM di Freeport Layak Jadi Contoh

Juli 27, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?