Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Perpres FTZ di 2007 Harusnya Mampu Kurangi Kesenjangan di Kepri
DPR

Perpres FTZ di 2007 Harusnya Mampu Kurangi Kesenjangan di Kepri

RedaksiBy RedaksiSeptember 30, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, saat pertemuan Komisi II dengan Gubernur Kepri, di Tanjung Pinau, Kepulauan Riau/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menyoroti ketimpangan pembangunan di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Menurutnya, sejak kebijakan ini diberlakukan pada 2007, perkembangan yang terjadi masih timpang, dengan Batam jauh lebih pesat dibandingkan Bintan dan Karimun.

“Batam maju terus, sementara Bintan dan Karimun stagnan. Padahal, tujuan awal FTZ adalah mengurangi kesenjangan dengan wilayah sekitar, termasuk Singapura dan Malaysia,” kata Aria Bima saat pertemuan Komisi II dengan Gubernur Kepri, di Tanjung Pinau, Kepulauan Riau, Senin (29/9/2025).

Ia mengungkapkan, kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait apa yang menjadi hambatan di lapangan. Apakah persoalannya ada pada regulasi, kurangnya infrastruktur, atau minimnya interkonektivitas antarwilayah. “Kami ingin memitigasi bottleneck-nya, apakah infrastrukturnya yang tidak memadai, atau perpres yang belum dijalankan optimal,” ujarnya.

Aria Bima menekankan bahwa Batam tidak boleh hanya menjadi magnet pertumbuhan yang menyedot daerah lain. Menurutnya, konsep FTZ harus berjalan seperti cahaya lampu yang menerangi seluruh wilayah, bukan hanya satu kota. “Batam, Bintan, dan Karimun harus tumbuh serempak, bukan bergantung pada Batam saja,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Komisi II DPR RI berkomitmen untuk mendorong pemerataan pembangunan di kawasan BBK. Ia berharap, ke depan pemerintah pusat dan daerah bisa bersinergi untuk menutup kesenjangan pembangunan yang masih terjadi. 

Aria Bima DPR RI Perpres FTZ di 2007 Harusnya Mampu Kurangi Kesenjangan di Kepri Wakil Ketua Komisi II DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?