Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Daniel Johan Desak Pemerintah Tangani Serius Wabah Ternak Babi di NTT
DPR

Daniel Johan Desak Pemerintah Tangani Serius Wabah Ternak Babi di NTT

RedaksiBy RedaksiSeptember 24, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, saat bertukar cinderamata usai pertemuan di Kupang, NTT/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendesak pemerintah pusat agar segera turun tangan menangani wabah virus yang menyebabkan kematian massal ternak babi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menilai, hingga saat ini belum ada upaya serius dari Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Peternakan dalam merespons bencana tersebut.


Daniel mengungkapkan bahwa wabah ini telah menewaskan lebih dari 200 ribu ekor babi, yang secara ekonomi ditaksir menimbulkan kerugian hingga Rp 1,7 triliun. Ia menekankan, kejadian ini sangat memukul masyarakat NTT yang menjadikan ternak babi sebagai salah satu sumber utama pangan dan pendapatan.


“Ini menyangkut hajat hidup rakyat. Babi bukan hanya komoditas biasa di NTT, tapi bagian dari kebutuhan pokok dan budaya. Kalau tidak segera ditangani, kemiskinan bisa semakin parah,” ujar Daniel kepada koranmerdeka.co, Prov NTT, Kupang, senin (22/9/2025).


Lebih lanjut, Daniel juga mengkritisi keputusan pemerintah pusat yang cenderung menyerahkan penanganan kepada pihak asing, seperti FAO (organisasi pangan dan pertanian). Menurutnya, tanggung jawab atas krisis ini seharusnya ada di pundak pemerintah sendiri, bukan bergantung pada lembaga internasional. “Masa penanganan wabah diserahkan ke FAO, Pemerintah pusat harusnya segera menganggarkan dana, kirim vaksin, dan latih petugas di lapangan. Ini darurat,” tegas Daniel.


Ia menilai bahwa regulasi terkait penanganan sebenarnya sudah ada, namun pelaksanaan dan keberpihakan terhadap rakyat masih sangat lemah. Daniel mendorong agar Kementerian Pertanian menunjukkan empati dan keberanian dalam mengambil tindakan cepat dan nyata.


Ditempat yang sama, selain menyoroti krisis ternak, Daniel Johan juga menerangkan potensi besar NTT dalam sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Ia menyatakan bahwa kualitas jagung dari NTT sangat baik dan layak dijadikan sebagai komoditas unggulan nasional.


“Jagung di NTT sangat cocok untuk peternak. Kalau sudah terbukti unggul, kenapa pemerintah tidak fokuskan saja di sini? Jadikan NTT sebagai lumbung jagung nasional,” katanya.


Daniel menilai kebijakan pertanian seharusnya diarahkan pada daerah-daerah yang sudah terbukti memiliki keunggulan komoditas, bukan menyebarkan anggaran ke daerah yang potensinya tidak unggul.


Selain komoditas jagung, Politisi Fraksi PKB juga menjelaskan terkait tumpukan beras impor dari Vietnam yang masih tersimpan di gudang Bulog dan mulai menguning. Ia mempertanyakan lambannya distribusi dan menilai hal ini sebagai bentuk kelalaian pemerintah.


“Itu beras sudah kuning, saya tidak yakin masih layak untuk SPHP. Jangan sampai malah merugikan negara dan masyarakat. Untuk ternak pun belum tentu aman,” ungkapnya.


Daniel mendorong agar pemerintah segera mengambil kebijakan cepat, baik mendistribusikan, mengalihkan fungsi, atau menarik beras tersebut dari gudang, agar tidak menambah kerugian dan mengganggu program penyerapan hasil panen petani lokal. “Kalau terus menumpuk, gudang Bulog akan penuh. Nanti gabah dari petani lokal malah tidak bisa diserap,” pungkasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan Daniel Johan Desak Pemerintah Tangani Serius Wabah Ternak Babi di NTT DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?