Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

Oktober 21, 2026

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Ravindra Airlangga Dorong Pendanaan Inovatif Lindungi Keanekaragaman Hayati Global
DPR

Ravindra Airlangga Dorong Pendanaan Inovatif Lindungi Keanekaragaman Hayati Global

RedaksiBy RedaksiOktober 19, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga, menegaskan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kehidupan manusia. Dalam forum Standing Committee on Sustainable Development, Sidang IPU di Arusha, Tanzania, Rabu (7/10/2026), Ravindra juga mendorong pengembangan mekanisme pendanaan inovatif untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan konservasi keanekaragaman hayati global.


Ravindra menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati karena berada di peringkat kedua dunia dalam hal kekayaan biodiversitas. “Oleh karena itu, Indonesia mendukung target 30×30, yakni upaya melindungi 30 persen wilayah daratan dan lautan pada 2030,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada koranmerdeka.co, Senin (19/10).


Menurut Ravindra, keanekaragaman hayati memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Keragaman tanaman, misalnya, membuka peluang pengembangan varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan, hama, dan penyakit baru. Selain itu, lebih dari 50 persen obat-obatan modern pada awalnya berasal dari senyawa yang ditemukan di alam.


Ia juga menekankan bahwa ekosistem menyediakan berbagai fungsi penting, mulai dari pengaturan iklim, daur ulang unsur hara, hingga produksi oksigen. Penurunan keanekaragaman hayati dapat mengganggu fungsi-fungsi tersebut dan berdampak terhadap keberlanjutan kehidupan manusia.


Di sisi lain, Ravindra menyoroti besarnya kesenjangan pendanaan untuk perlindungan keanekaragaman hayati. Mengutip estimasi yang disampaikan dalam forum tersebut, kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar AS per tahun hingga 2030.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia menilai diperlukan pendekatan pembiayaan yang lebih inovatif, antara lain melalui kredit keanekaragaman hayati yang berintegritas tinggi, penginternalisasian biaya kerusakan biodiversitas, serta pengurangan risiko investasi swasta. “Koordinasi kebijakan moneter juga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif,” katanya.


Ravindra turut meminta pandangan mengenai mekanisme yang paling layak untuk menutup kesenjangan pendanaan tersebut, sehingga upaya konservasi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.


Dalam konteks nasional, Indonesia telah memperbarui Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045. Strategi ini mencakup Rencana Operasional FoLU Net Sink 2030, yang diarahkan untuk menghentikan konversi hutan alam primer, memulihkan lahan gambut dan mangrove, serta mengintegrasikan konservasi ke dalam perencanaan tata ruang.


Menutup pernyataannya, Ravindra menegaskan dukungan Indonesia terhadap resolusi kepemimpinan parlemen berikutnya untuk melindungi ekosistem pegunungan dan lautan serta mewujudkan target 30×30. Melalui forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus mendorong solusi pembiayaan yang mampu menjawab tantangan konservasi di tingkat global. 

DPR RI Ravindra Airlangga Ravindra Airlangga Dorong Pendanaan Inovatif Lindungi Keanekaragaman Hayati Global Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

Oktober 21, 2026

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

DPR Oktober 21, 2026

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat…

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026

Pendidikan Demokrasi Jadi Ruang Kolaborasi Indonesia – Australia

Oktober 20, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?