Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Netty: Karhutla Jangan Hanya Diukur dari Luas Lahan Terbakar. Perhatikan Juga Dampak Kesehatan
DPR

Netty: Karhutla Jangan Hanya Diukur dari Luas Lahan Terbakar. Perhatikan Juga Dampak Kesehatan

RedaksiBy RedaksiSeptember 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, meminta pemerintah memperkuat perspektif kesehatan masyarakat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius akibat paparan asap dan polusi udara.


“Jangan hanya menghitung berapa hektare yang terbakar. Kita juga harus menghitung berapa banyak masyarakat yang terpapar asap dan berapa banyak yang kemudian membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Netty dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2026).


Politisi Fraksi PKS ini menilai kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan dan jantung, harus menjadi prioritas utama saat kualitas udara memburuk. Menurutnya, respons pemerintah tidak boleh terlambat.


“Jangan menunggu masyarakat sakit baru negara bergerak. Ketika kualitas udara mulai memburuk, sistem kesehatan harus sudah bersiap,” tegasnya.


Untuk mendukung penanganan yang efektif, Netty mendorong pemerintah memperkuat sistem peringatan dini dampak kesehatan akibat karhutla. Sistem ini perlu mengintegrasikan data kualitas udara, pemetaan wilayah terdampak, tingkat kepadatan penduduk, hingga tren lonjakan penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).


Selain itu, kesiapan fasilitas kesehatan di daerah rawan karhutla, khususnya puskesmas dan rumah sakit daerah, harus dipastikan secara optimal. Kesiapan tersebut mencakup ketersediaan obat-obatan, kesiapan tenaga medis, pasokan alat kesehatan, serta skema mekanisme pelayanan khusus bagi kelompok rentan.


“Respons kesehatan jangan hanya bersifat reaktif ketika pasien sudah berdatangan ke puskesmas. Harus ada kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah karhutla,” jelas Legislator Dapil Jawa Barat VIII tersebut.


Netty juga mengingatkan bahwa karhutla membawa dampak multidimensi. Selain ancaman fisik, ada dampak psikologis yang dialami masyarakat akibat terpapar asap berkepanjangan, kehilangan tempat tinggal, rusaknya mata pencaharian, hingga kondisi sulit di tempat pengungsian.


“Karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika asap mengganggu pernapasan, aktivitas anak terganggu, fasilitas kesehatan terbebani, dan masyarakat mengalami tekanan psikologis, maka ini sudah menjadi persoalan kesehatan masyarakat,” ujarnya.


Mengakhiri pernyataannya, Netty menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor agar upaya perlindungan masyarakat dapat berjalan cepat dan tidak terhambat birokrasi.


“Ukuran keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga seberapa baik negara mencegah masyarakat jatuh sakit akibat dampaknya,” pungkas Netty. 

Anggota Komisi IX DPR RI DPR RI Netty Prasetiyani Netty: Karhutla Jangan Hanya Diukur dari Luas Lahan Terbakar. Perhatikan Juga Dampak Kesehatan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

DPR September 11, 2026

Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penembakan terhadap tiga pegawai Dinas…

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026

Akses SNI Masih Sulit bagi IKM, Hatta Minta Fasilitas Pengujian Diperluas

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?