Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»KDKMP Harus Jadi Hub Ekonomi Desa Tanpa Korbankan Usaha Rakyat
DPR

KDKMP Harus Jadi Hub Ekonomi Desa Tanpa Korbankan Usaha Rakyat

RedaksiBy RedaksiAgustus 30, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib menyampaikan pandangannya dalam Kunjungan Spesifik Komisi VI ke Surabaya/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib mengingatkan agar keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak justru menjadi trade-off bagi usaha-usaha rakyat yang telah berjalan. Sebaliknya, KDKMP harus mampu menjadi daya ungkit dan hub yang memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Menurutnya, besarnya dukungan anggaran negara terhadap program KDKMP harus diikuti dengan desain program yang mampu mencapai tujuan awal pendiriannya tanpa mengorbankan pelaku usaha masyarakat yang telah menjadi bagian dari rantai ekonomi desa.

 “Kami berharap kita dukung KDKMP ini karena anggaran negara sudah luar biasa. Ini harus dikelola dengan cara-cara yang bertanggung jawab agar tujuan dari pendirian program KDKMP ini sesuai dengan apa yang dijalankan,” kata Labib dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jumat (28/8/2026).

Ia mencontohkan potensi dampak terhadap jaringan usaha yang selama ini menjadi bagian dari distribusi barang, khususnya komoditas bersubsidi seperti LPG. Berdasarkan data yang disampaikannya dalam pertemuan tersebut, terdapat sekitar 280 ribu pangkalan yang melibatkan banyak tenaga kerja.

Karena itu, apabila fungsi usaha tersebut sepenuhnya digantikan oleh KDKMP, perlu dipikirkan keberlangsungan mata pencaharian para pelaku usaha dan pekerjanya. “Jangan sampai adanya KDKMP ini menjadi trade-off bagi usaha-usaha rakyat yang di bawah,” ujar Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Labib menegaskan, KDKMP seharusnya tidak hanya berorientasi pada aktivitas jual-beli. Koperasi tersebut justru perlu menjadi penghubung sekaligus penggerak bagi usaha masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, ketika masyarakat mengalami kesulitan memasarkan hasil produksinya, KDKMP dapat berperan sebagai pembeli atau off-taker. Dengan demikian, masyarakat tetap memiliki kepastian pasar, sementara KDKMP dapat mengembangkan kegiatan usahanya melalui produk yang dihasilkan masyarakat setempat.

“Koperasi ini harus menjadi daya ungkit bagi pelaku ekonomi di bawah. Kalau masyarakat di bawah itu tumbuh ekonominya, semuanya berproduksi, kemudian KDKMP yang membeli, kemudian menjadi hak dijual ke toko-toko kelontong, semuanya bisa hidup,” jelas Labib.

Dengan pola tersebut, Labib menilai KDKMP dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. KDKMP tidak mengambil alih seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi menjadi simpul yang menghubungkan produksi masyarakat dengan pasar.

Selain menggerakkan produksi masyarakat, Labib berharap KDKMP dapat berfungsi sebagai instrumen distribusi yang lebih sederhana dan pendek. Hal itu terutama untuk memastikan masyarakat memperoleh barang-barang bersubsidi dengan harga yang sesuai dengan kebijakan pemerintah.

“Harapan besar terhadap KDKMP itu dua. Satu, aspek kesehatan masyarakat itu bisa mendapatkan rantai pasok, terutama produk-produk subsidi, dengan harga yang sesuai. Tetapi yang kedua, KDKMP itu didirikan untuk menjadi daya ungkit bagi pemilik usaha-usaha masyarakat di bawah,” katanya.

Ia juga menilai KDKMP dapat berperan sebagai stabilisator harga dalam rangka menjaga inflasi. Namun, fungsi tersebut menurutnya harus berjalan beriringan dengan peran KDKMP dalam mengembangkan ekonomi masyarakat desa.

“Kami berharap ini menjadi dua instrumen: instrumen untuk menjadikan masyarakat mendapatkan barang-barang subsidi secara lebih murah, juga menjadi stabilisator harga untuk menjaga inflasi. Tapi di sisi lain, KDKMP menjadi daya ungkit bagi tumbuhnya ekonomi di pedesaan,” tutur Labib.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier menyoroti pentingnya memastikan dukungan pemerintah terhadap KDKMP benar-benar dapat diwujudkan di tingkat desa dan kelurahan. Ia menyebut masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang perlu diselesaikan, antara lain terkait ketersediaan dan status lahan.

Rizal mencontohkan kondisi di Kota Pekalongan yang memiliki wilayah relatif terbatas. Persyaratan lahan seluas 600 meter persegi dinilainya dapat membatasi jumlah KDKMP yang dapat dibangun, meskipun minat masyarakat untuk membentuk KDKMP cukup tinggi.

Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan fleksibilitas persyaratan luas lahan, misalnya menjadi 400 meter persegi, sehingga lebih banyak desa atau kelurahan dapat memperoleh fasilitas KDKMP. “Jangan sampai dengan tanah 400 meter ini jadi fasilitasnya tidak dapat KDKMP,” ujarnya.

Rizal juga mengungkapkan persoalan status lahan yang membuat sebagian kepala desa dan lurah berhati-hati mengambil keputusan. Selain itu, biaya pengurukan lahan juga menjadi persoalan tersendiri karena dapat membebani pemerintah desa.

Menurutnya, berbagai hambatan tersebut perlu segera dicarikan solusi agar dukungan pembiayaan yang telah disiapkan dapat benar-benar tersalurkan dan pembangunan KDKMP berjalan sesuai tujuan. “Anggaran dari Himbara sudah ada, Agrinas siap, Kodim juga siap. Tapi kita sendiri dari kepala desa ke lurah tidak berani, tadi status tanahnya mungkin ada masalah hukum,” kata Rizal.

Dengan berbagai persoalan tersebut, kedua Anggota Komisi VI DPR RI itu menekankan pentingnya memastikan KDKMP tumbuh sebagai bagian dari ekosistem ekonomi desa. Keberadaan koperasi diharapkan tidak menggeser usaha masyarakat yang telah ada, melainkan membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh, mendapatkan kepastian pasar, sekaligus memperoleh akses distribusi yang lebih efisien.

Ahmad Labib Anggota Komisi VI DPR RI DPR RI KDKMP Harus Jadi Hub Ekonomi Desa Tanpa Korbankan Usaha Rakyat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

DPR September 11, 2026

Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penembakan terhadap tiga pegawai Dinas…

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026

Akses SNI Masih Sulit bagi IKM, Hatta Minta Fasilitas Pengujian Diperluas

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?