Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Chusnunia Chalim Soroti Izin hingga Kebutuhan SDM Kawasan Industri Cikupa Mas
DPR

Chusnunia Chalim Soroti Izin hingga Kebutuhan SDM Kawasan Industri Cikupa Mas

RedaksiBy RedaksiAgustus 27, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim saat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Penyusunan RUU Kawasan Industri ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Tangerang, Banten/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menyoroti masih panjangnya proses perizinan sebagai salah satu tantangan utama yang dihadapi investor di kawasan industri. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kerugian, terutama ketika investor telah menyewa lahan dan menempatkan peralatan, tetapi belum dapat memulai kegiatan produksi.


Hal itu disampaikan Chusnunia usai Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Penyusunan RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Banten, Rabu (26/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Chusnunia menyebut Cikupa Mas merupakan salah satu kawasan industri yang relatif sehat dengan tingkat okupansi yang tinggi.


“Kita melihat di sini termasuk kawasan industri yang relatif sehat dengan okupansi yang maksimal. Perbandingannya tadi dari diskusi kita, 60 persen investor asing dan 40 persen lokal. Yang perlu kita gali sebenarnya adalah tantangan-tantangannya,” ujar Chusnunia.


Menurutnya, pengalaman pengelolaan Kawasan Industri Cikupa Mas yang telah berjalan baik dapat menjadi referensi dalam pengembangan kawasan industri baru, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Pengembangan tersebut dinilai penting untuk mendukung hilirisasi berbagai sumber daya dan bahan baku yang tersedia di daerah.


Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Panja, lanjut Chusnunia, adalah durasi proses perizinan. Meski layanan perizinan telah bergerak menuju sistem single window dan berbasis daring, proses penerbitan izin masih membutuhkan waktu cukup lama.


“Kalau perizinan bisa sampai enam bulan sampai satu tahun, investor mengalami kerugian yang cukup besar. Alatnya tidak bisa berproduksi, sementara dia sudah membayar sewa,” ungkap Politisi Fraksi PKB ini.


Karena itu, ia menilai usulan agar proses perizinan dapat diselesaikan paling lama tiga bulan patut menjadi perhatian dalam pembahasan RUU Kawasan Industri. Namun demikian, Chusnunia menegaskan percepatan perizinan tidak boleh mengabaikan aspek kehati-hatian, terutama terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).


“Saya kira apa yang diusulkan dengan maksimal tiga bulan itu cukup masuk akal. Meskipun juga tidak bisa buru-buru karena beberapa hal, terutama terkait AMDAL, harus berhati-hati,” tegas Legislator Dapil Lampung II ini.


Ia mengingatkan, agenda hilirisasi tidak boleh dijalankan secara serampangan hingga menimbulkan kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu, percepatan investasi dan penyederhanaan perizinan harus tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keberlanjutan lingkungan.


Selain persoalan perizinan, Chusnunia juga menyoroti belum sepenuhnya terintegrasinya sistem pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar pengembangan kawasan industri dapat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja. “Di beberapa industri, pendidikannya belum terintegrasi dengan kebutuhan industri,” ujarnya.


Lebih lanjut, Chusnunia menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan hubungan antar kelembagaan, baik antara pengelola kawasan, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat. Menurutnya, persoalan yang dihadapi kawasan industri akan lebih mudah diidentifikasi dan diselesaikan apabila terdapat ruang komunikasi yang terbuka.


Ia pun mendorong pelaku industri untuk tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi kepada pemerintah. Dengan komunikasi dan koordinasi yang lebih baik, berbagai persoalan dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan. “Ketika industri menghadapi persoalan, tidak perlu takut untuk berkomunikasi dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah,” pungkas Chusnunia. 

Chusnunia Chalim Chusnunia Chalim Soroti Izin hingga Kebutuhan SDM Kawasan Industri Cikupa Mas DPR RI Wakil Ketua Komisi VII DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

DPR September 11, 2026

Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penembakan terhadap tiga pegawai Dinas…

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026

Akses SNI Masih Sulit bagi IKM, Hatta Minta Fasilitas Pengujian Diperluas

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?