Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi XII Dorong Penguatan Badan Usaha Khusus dalam Revisi UU Migas
DPR

Komisi XII Dorong Penguatan Badan Usaha Khusus dalam Revisi UU Migas

RedaksiBy RedaksiAgustus 22, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI bersama jajaran PT Pertamina Hulu Mahakam saat penyerahan cendera mata seusai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke PT Pertamina Hulu Mahakam di Balikpapan, Kalimantan Timur/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi XII DPR RI mendorong penguatan landasan hukum badan usaha khusus dalam revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas). Kejelasan kelembagaan dinilai penting untuk memperkuat kepastian hukum dalam pengelolaan sektor hulu migas sekaligus memperjelas kewenangan pengambilan keputusan.

Hal tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI bersama Ditjen Migas Kementerian ESDM, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), serta pemangku kepentingan sektor migas di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/8/2026).

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan pembahasan mengenai bentuk badan usaha khusus menjadi salah satu substansi penting dalam revisi UU Migas. Saat ini, Komisi XII masih menunggu Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari pemerintah sebelum pembahasan dilanjutkan melalui Panitia Kerja (Panja) Migas.

“Kita sedang akan membahas secara serius. Selanjutnya kita proses, masih ada proses menunggu Daftar Inventarisasi Masalah dari pemerintah, setelah itu kita diskusikan dalam bentuk Panja Migas,” ujar Sugeng.

Menurut Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut, Komisi XII telah menyiapkan sejumlah alternatif skema kelembagaan. Pilihan yang nantinya disepakati dinilai akan membawa perubahan terhadap struktur tata kelola hulu migas nasional. “Kita sudah siapkan tiga skema, termasuk badan usaha khusus. Ini akan mengubah tata kelola secara struktural yang cukup serius,” terangnya.

Sugeng menjelaskan, penguatan dasar hukum kelembagaan menjadi penting mengingat kegiatan hulu migas memiliki karakter operasional dan investasi yang dinamis. Berbagai perubahan dalam rencana pengembangan maupun anggaran dapat terjadi selama kegiatan usaha berlangsung sehingga membutuhkan mekanisme pengambilan keputusan yang memiliki landasan kewenangan yang jelas.

Menurutnya, keputusan yang telah memperoleh persetujuan dalam pengelolaan hulu migas tetap dapat menghadapi persoalan apabila dasar kewenangan lembaga yang mengambil keputusan dinilai belum cukup kuat ketika diperiksa oleh institusi lain. Karena itu, revisi UU Migas diharapkan dapat memperjelas posisi, kewenangan, serta tanggung jawab badan usaha khusus. 

Dengan demikian, setiap keputusan dalam pengelolaan hulu migas memiliki kepastian hukum bagi pemerintah maupun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Di sisi lain, Ditjen Migas Kementerian ESDM memaparkan bahwa sektor hulu migas masih menghadapi tantangan dalam memenuhi target lifting nasional. Dalam paparan tersebut, target lifting minyak tahun 2026 berada di kisaran 610 ribu barel per hari, sementara realisasi yang dilaporkan sekitar 548 ribu barel per hari. 

Jika ditambah natural gas liquid (NGL), realisasinya berada di kisaran 578 ribu barel per hari. Belum optimalnya produksi tersebut dipengaruhi sejumlah kendala di lapangan, antara lain gangguan jaringan pipa, persoalan generator dan kelistrikan, penghentian sementara sejumlah sumur, penurunan performa sumur eksisting, serta gangguan produksi akibat faktor cuaca.

Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya tata kelola hulu migas yang mampu memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akuntabel. Sejumlah wilayah kerja strategis, termasuk Blok Mahakam, juga menghadapi tantangan natural decline dan infrastruktur yang semakin menua, meski tetap memiliki peran penting dalam produksi gas nasional.

Terkahir, ia berharap revisi UU Migas nantinya dapat menghasilkan bentuk kelembagaan badan usaha khusus dengan dasar hukum yang kuat, memperjelas hubungan antarlembaga dalam pengelolaan hulu migas, serta menciptakan kepastian bagi investasi, eksplorasi, dan peningkatan produksi migas nasional.

Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan setelah pemerintah menyerahkan DIM kepada DPR RI untuk kemudian didalami melalui Panja Migas, termasuk menentukan bentuk kelembagaan yang dinilai paling tepat bagi tata kelola hulu migas Indonesia ke depan. 

DPR RI Komisi XII Dorong Penguatan Badan Usaha Khusus dalam Revisi UU Migas Sugeng Suparwoto Wakil Ketua Komisi XII DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

DPR September 11, 2026

Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penembakan terhadap tiga pegawai Dinas…

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026

Akses SNI Masih Sulit bagi IKM, Hatta Minta Fasilitas Pengujian Diperluas

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?