Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Soroti Harga Komoditas, Anggia Erma: Kita Punya Barang, Negara Lain Tentukan Harga
DPR

Soroti Harga Komoditas, Anggia Erma: Kita Punya Barang, Negara Lain Tentukan Harga

RedaksiBy RedaksiAgustus 19, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini ditemui Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menilai Indonesia perlu memperkuat posisi tawar dalam menentukan harga komoditas ekspor. Hal itu disampaikannya menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto terkait RAPBN 2027 yang menekankan pentingnya Indonesia mampu menentukan harga komoditasnya sendiri.

Anggia menilai, kemampuan menentukan harga komoditas merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan produksi komoditas yang besar, Indonesia dinilai tidak semestinya terus bergantung pada harga yang ditentukan pusat perdagangan di negara lain. “Harus bisa. Oleh itu harus bisa,” ujar Anggia saat ditemui koranmerdeka.co di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki kapasitas untuk memperkuat posisi tersebut karena merupakan salah satu negara penghasil berbagai komoditas strategis. Namun, selama ini harga sejumlah komoditas justru masih banyak ditentukan oleh pusat perdagangan internasional di luar negeri.

Politisi Fraksi PKB itu mencontohkan komoditas logam yang produksinya besar di Indonesia. Kendati menjadi salah satu negara penghasil, Indonesia belum memiliki posisi yang cukup kuat dalam menentukan harga komoditas tersebut.

“Misalnya contoh logam. Logam itu kita penghasil paling banyak. Tapi kita tidak bisa menentukan harganya yang menentukan orang lain. Yang ada di Singapura, di London, di Inggris. Mereka yang menentukan harganya. Itu tidak fair,” tegasnya.

Anggia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam strategi perdagangan Indonesia ke depan. Keinginan pemerintah agar Indonesia mampu menentukan harga komoditas harus diikuti dengan penguatan posisi tawar dalam perdagangan internasional.

Menurutnya, hal itu tidak cukup dilakukan melalui pembenahan tata kelola perusahaan atau kebijakan di dalam negeri. Indonesia juga membutuhkan kemampuan negosiasi yang kuat dalam hubungan perdagangan antarnegara. “Memang di sini dituntut negosiasi yang kuat di pihak Indonesia. Tidak hanya dalam proses perusahaannya, tetapi negosiasi antarnegara juga diperlukan,” jelas Legislator Dapil Jawa Timur VI itu.

Anggia mengatakan penguatan posisi tawar tersebut penting agar Indonesia dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari kekayaan sumber daya alamnya. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berperan sebagai negara produsen, tetapi juga memiliki pengaruh lebih besar dalam pembentukan harga di pasar global.

Ia pun menilai arah kebijakan tersebut perlu dikawal secara konsisten agar cita-cita meningkatkan kedaulatan ekonomi dan memperbesar nilai tambah komoditas nasional dapat diwujudkan. 

Anggia Erma Rini DPR RI Indonesia perlu memperkuat posisi tawar dalam menentukan harga komoditas ekspor Ketua Komisi VI DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

DPR September 11, 2026

Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penembakan terhadap tiga pegawai Dinas…

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026

Akses SNI Masih Sulit bagi IKM, Hatta Minta Fasilitas Pengujian Diperluas

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?