Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

QRIS Digunakan Deposit Judol, Pemerintah Harus Putuskan Aliran Dana!

Agustus 5, 2026

Tak Hanya dari APH, Badan Pengelola Aset Harus Libatkan Berbagai Unsur

Agustus 5, 2026

Penegakan Hukum Kasus Bryan Ebem Harus Proporsional dan Jaga Ruang Digital

Agustus 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Netty Minta Pemerintah Percepat Penguatan Sistem Layanan Jantung Anak di Daerah
DPR

Netty Minta Pemerintah Percepat Penguatan Sistem Layanan Jantung Anak di Daerah

RedaksiBy RedaksiAgustus 4, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyoroti masih tingginya angka kematian bayi akibat penyakit jantung bawaan (PJB) di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 6.000 bayi meninggal setiap tahun karena tidak memperoleh tindakan operasi secara tepat waktu.

“Data ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak Indonesia yang kehilangan kesempatan hidup akibat keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Ini adalah persoalan mendesak yang harus menjadi perhatian bersama,” ujar Netty dalam keterangan tertulisnya kepada koranmerdeka.co, Selasa (4/8/2026).

Netty menjelaskan, dari sekitar 4,8 juta kelahiran setiap tahun di Indonesia, diperkirakan terdapat 48.000 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.000 bayi membutuhkan tindakan operasi segera. Namun, kapasitas layanan operasi jantung anak secara nasional saat ini baru mampu menangani sekitar 6.000 kasus per tahun.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan layanan dengan kapasitas penanganan yang tersedia.

“Artinya, ada kesenjangan besar antara kebutuhan layanan dan kapasitas yang tersedia. Kesenjangan inilah yang harus segera diperkecil melalui penguatan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh,” tegas politisi Fraksi PKS ini.

Ia menambahkan, deteksi dini merupakan langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan bayi. Namun, upaya tersebut harus diiringi dengan peningkatan kapasitas layanan rujukan dan tindakan operasi.

“Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang bayi memperoleh penanganan tepat sebelum kondisinya memburuk. Namun, skrining saja tidak cukup apabila tidak diikuti peningkatan kapasitas layanan rujukan dan tindakan operasi. Jangan sampai makin banyak bayi terdeteksi, tetapi justru harus menunggu terlalu lama karena keterbatasan ruang operasi, tenaga medis, maupun fasilitas,” jelasnya.

Untuk itu, Netty mendorong pemerintah mempercepat pemerataan layanan jantung anak di berbagai daerah melalui penguatan rumah sakit rujukan, peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, serta percepatan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Selain itu, pemenuhan tenaga kesehatan penunjang, seperti perfusionist dan perawat jantung, juga dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Kita membutuhkan strategi jangka panjang dalam membangun kapasitas layanan jantung anak. Investasi pada sumber daya manusia kesehatan sama pentingnya dengan pembangunan sarana dan prasarana,” tuturnya.

Di akhir keterangannya, Netty juga menekankan pentingnya pembenahan sistem rujukan agar bayi yang telah terdeteksi dapat segera memperoleh penanganan di rumah sakit yang memiliki layanan definitif.

“Jangan sampai faktor jarak, keterbatasan fasilitas, atau panjangnya antrean operasi menjadi penyebab hilangnya kesempatan hidup seorang anak. Sistem rujukan harus responsif, cepat, dan merata di seluruh Indonesia,” pungkasnya. 

Anggota Komisi IX DPR RI DPR RI Netty Minta Pemerintah Percepat Penguatan Sistem Layanan Jantung Anak di Daerah Netty Prasetiyani
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

QRIS Digunakan Deposit Judol, Pemerintah Harus Putuskan Aliran Dana!

Agustus 5, 2026

Tak Hanya dari APH, Badan Pengelola Aset Harus Libatkan Berbagai Unsur

Agustus 5, 2026

Penegakan Hukum Kasus Bryan Ebem Harus Proporsional dan Jaga Ruang Digital

Agustus 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

QRIS Digunakan Deposit Judol, Pemerintah Harus Putuskan Aliran Dana!

DPR Agustus 5, 2026

Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan meminta pemerintah tidak hanya berfokus memblokir situs judi…

Tak Hanya dari APH, Badan Pengelola Aset Harus Libatkan Berbagai Unsur

Agustus 5, 2026

Penegakan Hukum Kasus Bryan Ebem Harus Proporsional dan Jaga Ruang Digital

Agustus 5, 2026

Penyitaan Aset sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji, Lex Specialist dalam RUU PA

Agustus 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?