Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BNI: Aktivasi Rekening PIP Siswa Bisa Ditunda hingga Kondisi Membaik

Juli 24, 2026

BKSAP Dorong ASEAN Harmonisasi Regulasi AI dan Keamanan Siber

Juli 22, 2026

RUU Daerah Kepulauan Dimatangkan, Optimalkan Ekonomi Biru dan Keadilan Fiskal

Juli 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Bambang Patijaya Soroti Selisih Harga BBM yang Picu Penyalahgunaan Subsidi
DPR

Bambang Patijaya Soroti Selisih Harga BBM yang Picu Penyalahgunaan Subsidi

RedaksiBy RedaksiJuli 17, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina Patra Niaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi XII DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi disparitas harga antara bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi. Selisih harga yang dinilai terlalu lebar dikhawatirkan mendorong pergeseran konsumsi masyarakat sekaligus membuka peluang penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina Patra Niaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, perbedaan harga yang cukup tinggi, khususnya antara Solar subsidi dan Pertamina Dex, menjadi salah satu faktor yang memicu masyarakat beralih ke BBM bersubsidi. 

Kondisi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga. “Kita tahu solar aja dari Rp6.800, tapi kalau Dex itu Rp21.000 sekian. Terlalu jauh harganya,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, disparitas harga tersebut tidak hanya mendorong pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi, tetapi juga meningkatkan tekanan terhadap kuota BBM bersubsidi dan memicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Bambang mencontohkan kondisi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki aktivitas pertambangan cukup tinggi.

Menurut pemahamannya, praktik pembelian BBM subsidi oleh pihak yang tidak berhak masih menjadi tantangan yang harus diantisipasi. “Kalau Bangka Belitung salah satunya daerah pertambangan, kadang-kadang yang ngerit itu, yang antre itu ya bukan pengguna juga, orang-orang yang memanfaatkan manfaat ekonomi daripada selisih harga tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, Bambang menegaskan bahwa BBM bersubsidi harus benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat. Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi ketentuan batas volume pembelian harian BBM bersubsidi, khususnya bagi kendaraan roda enam ke atas, agar kebijakan tersebut tetap efektif memenuhi kebutuhan riil pengguna tanpa membuka celah penyalahgunaan maupun praktik pelangsiran.

Data PT Pertamina Patra Niaga yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi setelah penyesuaian harga Pertamax pada 10 Juni 2026. Rata-rata penyaluran Pertalite pada Juli 2026 meningkat 9,4 persen atau sekitar 7.129 kiloliter per hari dibandingkan kondisi normal. 

Sementara itu, penyaluran Biosolar naik 13,9 persen atau sekitar 6.725 kiloliter per hari. Sebaliknya, konsumsi BBM nonsubsidi mengalami penurunan. Penyaluran Pertamax Series tercatat turun 18 persen atau sekitar 4.476 kiloliter per hari, sedangkan Dex Series menurun 6,4 persen atau sekitar 232 kiloliter per hari dibandingkan rata-rata penyaluran normal.

Komisi XII DPR RI menilai temuan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran, kuota subsidi dapat terjaga, serta kebutuhan energi masyarakat yang berhak tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Bambang Patijaya Bambang Patijaya Soroti Selisih Harga BBM yang Picu Penyalahgunaan Subsidi DPR RI Ketua Komisi XII DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BKSAP Dorong ASEAN Harmonisasi Regulasi AI dan Keamanan Siber

Juli 22, 2026

RUU Daerah Kepulauan Dimatangkan, Optimalkan Ekonomi Biru dan Keadilan Fiskal

Juli 22, 2026

Bahas RUU Perampasan Aset, Hinca Panjaitan Soroti Dugaan Penyimpangan Bisnis di BUMN

Juli 21, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BNI: Aktivasi Rekening PIP Siswa Bisa Ditunda hingga Kondisi Membaik

Nasional Juli 24, 2026

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar…

BKSAP Dorong ASEAN Harmonisasi Regulasi AI dan Keamanan Siber

Juli 22, 2026

RUU Daerah Kepulauan Dimatangkan, Optimalkan Ekonomi Biru dan Keadilan Fiskal

Juli 22, 2026

Bahas RUU Perampasan Aset, Hinca Panjaitan Soroti Dugaan Penyimpangan Bisnis di BUMN

Juli 21, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?