Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

September 15, 2026

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Pansus RUU Desain Industri Serap Masukan dari Daerah

September 15, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Syarat Lewati Pembelajaran Pedagogi, Guru Jurusan Non-Kependidikan Boleh Mengajar
DPR

Syarat Lewati Pembelajaran Pedagogi, Guru Jurusan Non-Kependidikan Boleh Mengajar

RedaksiBy RedaksiMei 3, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI, Once Mekel, saat melaksanakan kunjungan daerah pemilihan (kundapil) reses di Ragunan, Jakarta Selatan/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi X DPR RI Once Mekel, menyampaikan bahwa lulusan sarjana dari berbagai jurusan non-kependidikan dapat menjadi guru, asalkan melewati tahapan belajar pedagogi terlebih dahulu.

Hal ini disampaikan Once saat melaksanakan kunjungan daerah pemilihan (kundapil) reses di Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (23/04/2026). Wakil rakyat dari Dapil Jakarta II ini berkesempatan menyerap aspirasi konstituen terkait isu pendidikan.

“Sekarang kita usahakan supaya guru-guru yang latar belakang misalnya sarjana dari manapun ya, sarjana ekonomi boleh (mengajar), sarjana S1 katakanlah ya. Sarjana kimia, sarjana fisika, sarjana matematika boleh ngajar. Tapi harus melewati tahapan untuk belajar pedagogi,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Once menjelaskan bahwa kemampuan akademis di suatu bidang tidak otomatis membuat seseorang mampu mengajar dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan pedagogi untuk memastikan mereka memiliki kemampuan mengajar yang memadai.

“Belajar untuk menjadi guru, karena belum tentu orang yang pandai di satu bidang dia kemudian bisa mengajar, harus ada penyesuaian,” jelasnya.

Menurutnya, lulusan dari latar belakang pendidikan guru memang memiliki keunggulan, dikarenakan sudah mempelajari metode pengajaran, tetapi tetap perlu melalui tes untuk memastikan kualitas.

“Sebaliknya yang dari guru-guru yang latar belakang pendidikan guru mereka mungkin lebih cepat untuk menjadi guru. Meskipun tetap ada semacam tes atau sebagainya ya agar memang kita punya guru-guru yang lebih berkualitas, kualifikasi anak-anak juga mendapatkan pendidikan lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Once juga menekankan pentingnya pemerataan distribusi guru ke seluruh Indonesia, khususnya daerah terisolasi, terluar, dan terdepan (3T) yang masih kekurangan tenaga pendidik.

“Guru-guru juga harus kita berikan insentif untuk mau mengajar di tempat-tempat yang masih kurang guru. Tempat-tempat khususnya daerah 3T, daerah terisolasi, terluar ya, terdepan Indonesia ini yang perlu diperhatikan juga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa guru tidak seharusnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar atau ibu kota provinsi, tetapi harus menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

“Guru-guru jangan hanya berkonsentrasi di tempat-tempat tertentu, di kota-kota atau ibu kota, provinsi, ibu kota, kecamatan dan sebagainya. Harus juga menyebar, tapi harus diiringi yang saya bilang tadi, insentif yang cukup buat mereka,” tegasnya.

Once berharap dengan adanya insentif yang memadai, generasi muda guru akan termotivasi untuk mengabdi di daerah-daerah yang membutuhkan, sehingga pendidikan Indonesia bisa lebih merata.

“Ada rangsangan lah untuk, apalagi generasi baru guru, supaya Indonesia lebih baik. Guru penting,” katanya.

Politisi yang juga penyanyi ini mengaku memiliki kedekatan emosional dengan profesi guru, mengingat keluarganya banyak yang berprofesi sebagai pendidik.

“Ibu saya aja guru kok. Ibu saya guru, nenek saya guru, kakek-kakek saya guru, ada yang kepala sekolah dan sebagainya. Mungkin kalau saya nggak jadi penyanyi, saya jadi guru juga,” ujarnya.

Once menegaskan bahwa upaya peningkatan kualifikasi guru dan pemerataan distribusi guru merupakan bagian dari agenda besar untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang bermutu dan merata di seluruh wilayah.

“Kita punya guru-guru yang lebih berkualitas, kualifikasi anak-anak juga mendapatkan pendidikan lebih baik. Dan pendidikan Indonesia itu bermutu dan merata di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Anggota Komisi X DPR RI DPR RI Once Mekel Syarat Lewati Pembelajaran Pedagogi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

September 15, 2026

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Pansus RUU Desain Industri Serap Masukan dari Daerah

September 15, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

DPR September 15, 2026

Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset harus memperkuat mekanisme check and balance dalam setiap tahapan perampasan dan pengelolaan…

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Pansus RUU Desain Industri Serap Masukan dari Daerah

September 15, 2026

Fikri Faqih Dorong Pendekatan Psikologis dan Pedagogi dalam Pembenahan Pendidikan

September 15, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?