Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

September 15, 2026

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Pansus RUU Desain Industri Serap Masukan dari Daerah

September 15, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Fikri Faqih Dorong Pendekatan Psikologis dan Pedagogi dalam Pembenahan Pendidikan
DPR

Fikri Faqih Dorong Pendekatan Psikologis dan Pedagogi dalam Pembenahan Pendidikan

RedaksiBy RedaksiSeptember 15, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong pemerintah mengedepankan pendekatan psikologis dan penguatan pedagogi guru dalam membenahi persoalan pendidikan yang tercermin dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025. Menurutnya, pembenahan pendidikan tidak cukup hanya melalui pemenuhan administrasi maupun perubahan kurikulum secara tertulis.

Fikri menilai pemerintah perlu memperkuat keterampilan guru dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hal tersebut disampaikannya sebagai respons terhadap tingginya angka perundungan serta penurunan skor Matematika dalam hasil PISA 2025.

“Pemerintah harus mengalihkan fokus dari sekadar mengubah kurikulum di atas kertas menjadi pelatihan intensif untuk mengubah cara guru mengajar di dalam kelas (pedagogi), dari yang tadinya sekadar ceramah dan hafalan menjadi penemuan konsep bersama siswa,” tegas Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima koranmerdeka.co di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Terkait persoalan perundungan, politisi Fraksi PKS itu menilai keberadaan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah belum cukup apabila hanya ditempatkan sebagai pemenuhan kewajiban administratif. Menurutnya, anggota TPPK, baik dari unsur guru maupun komite sekolah, perlu dibekali kompetensi khusus agar mampu menangani kasus kekerasan secara tepat.

Fikri mendorong agar pelatihan bagi anggota TPPK mencakup mediasi psikologis, teknik investigasi yang netral dan tidak menyalahkan korban, serta perlindungan terhadap kerahasiaan pelapor. Menurutnya, pendekatan yang aman dan berorientasi pada perlindungan korban penting untuk membangun keberanian siswa dalam melaporkan kasus perundungan.

“Otak manusia tidak bisa menyerap pelajaran saat berada dalam mode bertahan hidup. Murid yang merasa terancam tidak akan bisa meraih skor akademik yang baik, sehingga anggaran pendidikan besar akan terbuang sia-sia,” ujarnya.

Selain aspek psikologis, Fikri menyoroti perlunya perubahan metode pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan Matematika siswa. Ia mendorong pemerintah mengadopsi praktik pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan rumus.

Ia mencontohkan pendekatan pembelajaran di Singapura yang menerapkan penguasaan materi (mastery) dengan menggunakan benda konkret dan visualisasi sebelum siswa diperkenalkan pada simbol-simbol abstrak. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu siswa memahami konsep Matematika secara lebih mendalam dan kontekstual.

Di sisi lain, Fikri mendorong pemberian otonomi yang lebih besar kepada guru dalam menentukan metode pembelajaran sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa di kelas. Ia mencontohkan Estonia yang memberikan ruang kepada pendidik untuk memilih pendekatan pembelajaran tanpa terlalu terbebani birokrasi yang kaku.

“Guru harus diberikan ruang untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan muridnya. Jangan sampai energi guru habis untuk memenuhi administrasi, sementara waktu dan perhatian untuk mengajar justru berkurang,” pungkas Fikri. 

Anggota Komisi X DPR RI Abdul DPR RI Fikri Faqih Fikri Faqih Dorong Pendekatan Psikologis dan Pedagogi dalam Pembenahan Pendidikan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

September 15, 2026

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Pansus RUU Desain Industri Serap Masukan dari Daerah

September 15, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

DPR September 15, 2026

Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset harus memperkuat mekanisme check and balance dalam setiap tahapan perampasan dan pengelolaan…

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Pansus RUU Desain Industri Serap Masukan dari Daerah

September 15, 2026

Fikri Faqih Dorong Pendekatan Psikologis dan Pedagogi dalam Pembenahan Pendidikan

September 15, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?