Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

RUU HPI Segera Mengisi Kekosongan Hukum

April 20, 2026

Panja Benih Lobster Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan

April 20, 2026

Rikwanto Ingatkan Perampasan Aset Harus Berbasis Pembuktian dan Tak Sewenang-wenang

April 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Meski Belum Bersifat Wajib, TKA Berperan Strategis Ukur Kemampuan Dasar Peserta Didik
DPR

Meski Belum Bersifat Wajib, TKA Berperan Strategis Ukur Kemampuan Dasar Peserta Didik

RedaksiBy RedaksiApril 19, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hoerudin Amin, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi X DPR RI mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari upaya memperkuat standardisasi akademik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Evaluasi ini dinilai penting karena hasil pelaksanaan TKA pada tahap awal belum menunjukkan capaian yang optimal.

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hoerudin Amin menyampaikan bahwa TKA saat ini masih bersifat opsional, tetapi memiliki peran strategis sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan dasar peserta didik, khususnya di tingkat sekolah dasar.

“TKA pada dasarnya belum bersifat wajib, tetapi tetap menjadi opsi penting. Ke depan, diharapkan TKA dapat menjadi alat ukur dalam menentukan standar akademik peserta didik,” ujar Hoerudin kepada koranmerdeka.co usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa melalui TKA, pemerintah dapat melihat sejauh mana capaian pembelajaran siswa, seperti kemampuan berhitung dalam mata pelajaran matematika yang menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas proses pendidikan.

Namun, Hoerudin mengakui bahwa hasil pelaksanaan TKA sejauh ini belum menggembirakan. Oleh sebab itu, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pembenahan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga tenaga pendidik.

“Kondisi ini membutuhkan pemikiran bersama dari seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan, baik kementerian, dinas pendidikan, maupun guru dan dosen,” tegas Politisi Fraksi PAN ini.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya evaluasi terhadap standar kurikulum yang diterapkan saat ini. Menurutnya, penting untuk memastikan bahwa kurikulum dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik serta mampu mengakomodasi minat dan bakat yang beragam.

“Kita juga perlu melihat apakah terdapat persoalan pada minat belajar anak. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga berkaitan dengan peran keluarga,” tambahnya.

Hoerudin menilai bahwa evaluasi TKA tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus mencakup berbagai aspek, termasuk lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang. Hal ini penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi capaian belajar siswa secara lebih komprehensif.

Selain itu, Komisi X DPR RI juga meminta penjelasan dari pemerintah mengenai gambaran umum kemampuan akademik peserta didik saat ini. Informasi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi mata pelajaran yang menjadi tantangan utama sekaligus meninjau kembali cakupan materi dalam TKA.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam pendidikan dengan memperhatikan karakteristik dan potensi setiap anak. Menurutnya, tidak semua siswa dapat dipaksakan pada standar yang sama, sehingga peran guru dalam memahami bakat dan kecenderungan siswa menjadi sangat penting.

Dalam kesempatan tersebut, Hoerudin turut mendorong penguatan layanan konseling bagi siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Ia menilai keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan masih perlu ditingkatkan guna membangun kultur pendidikan yang lebih baik.

“Saya ingin menegaskan bahwa hasil TKA tidak boleh menjadi satu-satunya indikator dalam mengevaluasi sekolah. Penilaian juga harus mencakup lingkungan tempat anak berada,” tutupnya. 

Anggota Komisi X DPR RI DPR RI Muhammad Hoerudin Amin TKA Berperan Strategis Ukur Kemampuan Dasar Peserta Didik
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

RUU HPI Segera Mengisi Kekosongan Hukum

April 20, 2026

Panja Benih Lobster Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan

April 20, 2026

Rikwanto Ingatkan Perampasan Aset Harus Berbasis Pembuktian dan Tak Sewenang-wenang

April 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

RUU HPI Segera Mengisi Kekosongan Hukum

DPR April 20, 2026

Rancangan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional (RUU HPI) diproyeksikan segera bisa mengisi kekosongan hukum yang selama…

Panja Benih Lobster Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan

April 20, 2026

Rikwanto Ingatkan Perampasan Aset Harus Berbasis Pembuktian dan Tak Sewenang-wenang

April 20, 2026

Komisi I: Solidaritas RI untuk Kuba Jadi Komitmen Bersama

April 20, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?