Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Agung Widiyantoro: Sensus Ekonomi Harus Tangkap Ekonomi Informal Generasi Z
DPR

Agung Widiyantoro: Sensus Ekonomi Harus Tangkap Ekonomi Informal Generasi Z

RedaksiBy RedaksiJanuari 30, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widiyantoro saat mengikuti agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Kantor Wali Kota Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widiyantoro, menilai sensus ekonomi menghadapi tantangan besar dalam menjaring aktivitas ekonomi, khususnya di kalangan generasi Z yang banyak bergerak di sektor informal dan tidak tercatat dalam pola kerja konvensional. Hal itu disampaikan Agung saat mengikuti agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Kantor Wali Kota Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).

Ia pun menyoroti kecenderungan anak muda yang lebih memilih pekerjaan informal dengan pola kerja fleksibel dan berbasis jaringan, namun memiliki potensi ekonomi yang besar. “Anak-anak muda sekarang banyak yang masuk ke pekerjaan informal. Tapi mereka punya jangkauan ekonomi. Pertanyaannya, strategi apa yang disiapkan BPS untuk menjaring itu?” kata Agung.

Menurutnya, sensus ekonomi jauh lebih kompleks dibanding sensus penduduk karena harus menggali jenis pekerjaan dan penghasilan yang tidak selalu tampak secara fisik maupun administratif. “Ada pekerjaan yang tidak nampak, tapi penghasilannya bukan ratusan juta, (tapi) bisa miliaran. Ini yang perlu strategi dan pola pertanyaan khusus,” ujarnya.

Dirinya juga menekankan, generasi Z dan milenial kini mendominasi struktur penduduk Indonesia dan memiliki karakter usaha yang unik, termasuk ekonomi digital, jasa informal, dan kegiatan produktif yang tidak tercatat dalam sistem formal. Sebab itu, ia meminta BPS menyusun pertanyaan yang singkat, sederhana, dan relevan dengan cara berpikir anak muda. Pendekatan bahasa, menurutnya, menjadi kunci agar responden bersedia memberikan data secara jujur.

“Mereka punya cara komunikasi sendiri. Kalau bahasanya terlalu formal, datanya bisa hilang,” katanya.

Ia turut mengingatkan agar pendekatan BPS, termasuk penggunaan maskot dan kampanye sensus, tidak menimbulkan persepsi bahwa pendataan ekonomi berkaitan dengan kepentingan pajak. “Jangan sampai muncul kesan BPS ini sama dengan pajak. Kalau sudah begitu, mereka bisa langsung menghindar,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Agung menilai, tanpa pendekatan yang tepat terhadap generasi Z, banyak aktivitas ekonomi informal berisiko tidak tercatat, sehingga hasil sensus tidak mencerminkan kondisi riil perekonomian nasional. “Yang tidak kelihatan itu bisa hilang. Padahal ini ekonomi yang nyata dan besar,” tegasnya.

Menutup pernyataan, dirinya berharap sensus ekonomi ke depan mampu menjadi potret pembangunan ekonomi Indonesia secara menyeluruh, termasuk di daerah-daerah yang masih menghadapi kemiskinan ekstrem. “Sensus ekonomi ini harus menghasilkan output yang bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan ekstrem dan pendidikan, tidak hanya di pusat, tapi juga di daerah,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu. 

Agung Widiyantoro Agung Widiyantoro: Sensus Ekonomi Harus Tangkap Ekonomi Informal Generasi Z Anggota Komisi X DPR RI DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?