Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Bonnie Triyana Kritik Layanan Digital iPusnas dan Soroti Ketimpangan Perpusda
DPR

Bonnie Triyana Kritik Layanan Digital iPusnas dan Soroti Ketimpangan Perpusda

RedaksiBy RedaksiJanuari 15, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI dengan Kepala Perpustakaan Nasional, di Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menyoroti persoalan layanan digital Perpustakaan Nasional (Perpusnas), khususnya aplikasi iPusnas, yang dinilai kerap bermasalah dan mengganggu akses masyarakat terhadap layanan literasi dasar.

Hal tersebut disampaikan Bonnie saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI dengan Kepala Perpustakaan Nasional, di Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2025). Dalam forum itu, Bonnie menyampaikan keluhannya secara langsung sebagai pengguna aktif layanan iPusnas.

“Sebagai anggota Perpustakaan Nasional dan pengguna iPusnas, saya mengalami langsung gangguan layanan. Beberapa hari terakhir aplikasi sering macet, tiba-tiba ter-log out saat mengunduh buku, bahkan sampai hari ini belum bisa dibuka meskipun disebutkan hanya maintenance sampai 8 Januari,” ujar Bonnie.

Bonnie menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh sampai mengorbankan pelayanan publik paling mendasar, termasuk akses masyarakat terhadap buku dan sumber pengetahuan.

“Jangan sampai penghematan atau efisiensi anggaran, apapun istilahnya, mengganggu pelayanan publik yang paling dasar. Kalau memang ada keterbatasan anggaran, harus dicari solusi inovatif dengan fighting spirit agar layanan dasar seperti iPusnas tetap berjalan,” tegasnya.

Selain layanan digital, Bonnie juga menyoroti kondisi perpustakaan di daerah yang dinilainya masih jauh dari standar ideal. Ia memaparkan data bahwa Indonesia memiliki lebih dari 21 ribu perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan, namun masih terdapat kabupaten/kota dan provinsi yang belum memiliki perpustakaan sama sekali.

“Masih ada 19 kabupaten/kota yang belum punya perpustakaan, dan dari 38 provinsi baru 33 yang memiliki perpustakaan provinsi. Di daerah, kondisi perpustakaan juga memprihatinkan. Di Pandeglang, misalnya, ruang penyimpanan buku tidak memiliki pendingin, lembab, dan tidak memenuhi syarat perawatan koleksi,” ungkap Bonnie.

Menurutnya, Perpusnas perlu memberi perhatian serius melalui pembinaan dan pendampingan kepada perpustakaan daerah, terutama untuk memastikan standar minimal pengelolaan dan perawatan koleksi dapat terpenuhi.

Bonnie juga menyinggung pentingnya perhatian terhadap perpustakaan tokoh bangsa, seperti Perpustakaan Bung Karno dan Bung Hatta, termasuk perawatan naskah-naskah kuno yang telah dipulangkan dari luar negeri.

“Pertanyaannya, apakah anggaran yang ada cukup untuk merawat naskah-naskah kuno itu? Jangan sampai kita memulangkan manuskrip berharga, tapi tidak mampu merawat dan memproduksi pengetahuan darinya. Padahal ini penting untuk upaya dekolonisasi pengetahuan,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Di akhir pernyataannya, Bonnie berharap ke depan anggaran Perpustakaan Nasional dapat diperkuat agar pelayanan literasi, pelestarian arsip sejarah, dan pengembangan pengetahuan publik dapat berjalan optimal.

“Sebagai pengguna, saya komplain langsung di sini. Tolong ini diperbaiki dan menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana Bonnie Triyana Kritik Layanan Digital iPusnas dan Soroti Ketimpangan Perpusda DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

DPR April 16, 2026

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meraih penghargaan dalam ajang KWP Awards 2026 pada…

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026

Raih KWP Award 2026, Demokrat Komitmen Jaga Kesejahteraan Rakyat

April 16, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?