Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Meski Belum Bersifat Wajib, TKA Berperan Strategis Ukur Kemampuan Dasar Peserta Didik

April 19, 2026

BKSAP: Program PBB Harus Perkuat Keterlibatan Aktif Parlemen

April 19, 2026

Hasil TKA Harus Jadi Bahan Perencanaan Pendidikan

April 19, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Legislator Dorong Penguatan Hilirisasi dan Pembinaan Petambak Tradisional
DPR

Legislator Dorong Penguatan Hilirisasi dan Pembinaan Petambak Tradisional

RedaksiBy RedaksiDesember 6, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan saat kunjungan ke kawasan tambak budi daya ikan nila salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Dusun Sukajadi/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke kawasan tambak budi daya ikan nila salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Dusun Sukajadi, Jumat (5/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan menyampaikan apresiasi tinggi atas kemajuan pesat budi daya nila salin yang kini berkembang di atas lahan tambak-tambak non-produktif bekas usaha budidaya udang.

Herry menuturkan bahwa hasil tinjauan lapangan hari ini melampaui ekspektasi Komisi IV. “Catatan pentingnya ini di luar ekspektasi kita. Kita tidak menduga bahwa tambak di sini sudah sebegitu majunya,” ujarnya setelah melakukan peninjauan langsung dan berdialog dengan Dirjen Perikanan Budidaya serta Wakil Bupati Karawang.

Transformasi Tambak Udang

Salah satu poin yang sangat diapresiasi adalah keberhasilan konversi tambak udang yang telah lama tidak produktif menjadi kawasan budi daya nila salin. “Nila ini biasanya di air tawar, tapi di sini air payau, sehingga sekarang ada nila salin. Tadi kita lihat mulai dari larva, 3 cm, 10 cm, sampai yang siap panen, sangat mengembirakan,” kata Herry.

Program nila salin dikenal sebagai inovasi strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Berdasarkan data KKP, nila salin mampu bertahan pada salinitas sekitar 10–15 ppt dan memiliki tingkat pertumbuhan cepat, dengan produktivitas mencapai 10–15 ton/hektare/siklus pada sistem intensif. Potensi produksi Karawang sendiri diperkirakan dapat mencapai 15.000 ton per tahun dari total lahan tambak sekitar 400 hektare.

Herry juga menyoroti bahwa tambak tradisional di sekitar kawasan BLUPPB kini mulai mengikuti jejak pengembangan nila salin. “Sudah mulai ada yang mencoba budidaya nila salin. Kita sudah minta Kementerian segera membimbing para petambak tradisional ini,” tegasnya.

Dorong Hilirisasi

Meski potensi produksi sangat besar, Herry menyoroti adanya satu kekurangan penting: belum tersedianya pabrik pengolahan filet ikan di Karawang. “Dengan tambak seluas 400 hektare dan produksi 15 ribu ton, kita belum punya pabrik untuk memproses dari ikan utuh menjadi filet. Filet itu penting untuk MBG karena daging ikan tidak boleh ada durinya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa keberadaan pabrik filet lokal akan menghemat biaya logistik, meningkatkan nilai tambah ikan, dan mendukung pasokan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan bahan pangan hewani berkualitas.

Regulasi Pengembangan Tambak

Menjawab pertanyaan mengenai dukungan regulasi, Herry menegaskan bahwa pengembangan ini bukan membuka lahan baru, melainkan mengoptimalkan tambak non-produktif. “Ini tambak-tambak non-produktif jumlahnya ribuan hektare. Pemerintah menargetkan 2.000 hektare tahun depan di Jawa, termasuk Karawang, Subang, Indramayu,” ujarnya.

Ia menambahkan, nila salin tidak dapat dikembangkan di semua daerah karena sangat bergantung pada kondisi salinitas. “Misalnya di NTT kadar garamnya bisa sampai 35–40 ppt, padahal nila salin hanya butuh sekitar 10 ppt. Jadi setiap daerah berbeda sesuai kearifan lokal,” jelasnya.

Kearifan Lokal

Herry menyampaikan bahwa peta pengembangan komoditas berbasis kearifan lokal sudah dirancang KKP. “Daerah ini produksi apa, daerah itu produksi apa, sudah dipetakan. Misalnya di Batam sekarang sedang dicoba pembesaran lobster. Di tempat lain ada pengembangan udang vaname, menggantikan windu,” paparnya.

Menurut Herry, perhatian Komisi IV terhadap potensi lokal seperti tambak dan pertanian di Karawang merupakan bagian dari upaya besar mencapai kedaulatan pangan nasional. “Kalau ada regulasi yang dibutuhkan, Komisi IV pasti mendukung demi tercapainya suasembada pangan. Itu cita-cita kita di Republik Indonesia,” tegasnya.

Kunjungan kerja spesifik ini diharapkan dapat memperkuat kombinasi antara rehabilitasi tambak, peningkatan produksi ikan nasional, penguatan hilirisasi, serta optimalisasi peran MBG sebagai pengungkit kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan.

Anggota Komisi IV DPR RI DPR RI Herry Dermawan Legislator Dorong Penguatan Hilirisasi dan Pembinaan Petambak Tradisional
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Meski Belum Bersifat Wajib, TKA Berperan Strategis Ukur Kemampuan Dasar Peserta Didik

April 19, 2026

BKSAP: Program PBB Harus Perkuat Keterlibatan Aktif Parlemen

April 19, 2026

Hasil TKA Harus Jadi Bahan Perencanaan Pendidikan

April 19, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Meski Belum Bersifat Wajib, TKA Berperan Strategis Ukur Kemampuan Dasar Peserta Didik

DPR April 19, 2026

Komisi X DPR RI mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai…

BKSAP: Program PBB Harus Perkuat Keterlibatan Aktif Parlemen

April 19, 2026

Hasil TKA Harus Jadi Bahan Perencanaan Pendidikan

April 19, 2026

Dihadapkan Berbagai Persoalan Daerah Kepulauan, Pelaksanaan TKA di Babel Tetap Berjalan Baik

April 18, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?