Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

Oktober 21, 2026

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Hotspot Capai 20.334 Titik, Waka Komisi IV Minta Pemerintah Bergerak Sebelum Karhutla Meluas
DPR

Hotspot Capai 20.334 Titik, Waka Komisi IV Minta Pemerintah Bergerak Sebelum Karhutla Meluas

RedaksiBy RedaksiOktober 16, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Lonjakan jumlah titik panas (hotspot) hingga mencapai 20.334 titik dalam sehari menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menilai peningkatan tersebut harus segera direspons sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan per 14 Oktober 2026, sebanyak 20.334 titik panas terdeteksi di Indonesia dalam periode 24 jam.


“Angka tersebut harus menjadi perhatian serius. Konsentrasi titik panas dalam jumlah besar dapat menjadi sinyal awal yang membutuhkan pemeriksaan dan respons cepat di lapangan,” kata Alex Indra Lukman, Jakarta, Kamis (15/10/2026).


Pada Senin (12/10) pukul 21.00 WIB, laporan mencatat terdapat 1.085 hotspot nasional dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Di enam provinsi prioritas, jumlah hotspot melonjak menjadi 542 titik dari sebelumnya 238 titik.


Dari total hotspot yang terdeteksi, sebanyak 1.784 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 17.916 tingkat sedang, dan 634 tingkat rendah. Kalimantan Tengah mencatat jumlah terbanyak, yakni 11.166 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 2.404 titik dan Kalimantan Selatan sebanyak 1.156 titik.


Menurut Alex, pemerintah tidak boleh menunggu hingga kebakaran semakin membesar sebelum meningkatkan langkah penanganan. “Pemerintah tidak boleh menunggu sampai api membesar, asap meluas, atau masyarakat mulai mengalami gangguan kesehatan untuk meningkatkan penanganan,” tuturnya.


Ia menjelaskan teknologi satelit telah membantu pemerintah memantau wilayah yang luas dan mengidentifikasi indikasi kebakaran. Namun, efektivitasnya bergantung pada kecepatan petugas menindaklanjuti informasi tersebut di lapangan.


“Teknologi satelit telah membantu Pemerintah memantau wilayah yang luas dan mengidentifikasi indikasi kebakaran.Namun, manfaatnya sangat bergantung pada kemampuan petugas menindaklanjuti informasi tersebut,” ungkap Alex.


Karena itu, ia meminta setiap titik panas berisiko tinggi segera diverifikasi melalui pengecekan lapangan, patroli, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.


“Wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi harus menjadi prioritas, terutama jika berdekatan dengan permukiman, kawasan gambut, lahan pertanian, atau area yang sulit dijangkau,” jelasnya.


Alex menambahkan, lonjakan hotspot tersebut menjadi sinyal bahwa sistem pencegahan karhutla perlu bekerja lebih cepat dan lebih terarah agar kebakaran dapat dicegah sejak dini.

Alex Indra Lukman DPR RI Waka Komisi IV Minta Pemerintah Bergerak Sebelum Karhutla Meluas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

Oktober 21, 2026

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

DPR Oktober 21, 2026

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat…

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026

Pendidikan Demokrasi Jadi Ruang Kolaborasi Indonesia – Australia

Oktober 20, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?