Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

Oktober 21, 2026

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Tilang Elektronik Diterapkan, Kehadiran Fisik Polisi di Kawasan Pariwisata di Bali Tetap Dibutuhkan
DPR

Tilang Elektronik Diterapkan, Kehadiran Fisik Polisi di Kawasan Pariwisata di Bali Tetap Dibutuhkan

RedaksiBy RedaksiSeptember 29, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi III DPR RI Nyoman Parta, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Gedung Presisi Polda Bali, Denpasar/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Penerapan tilang elektronik dinilai perlu tetap diimbangi dengan kehadiran fisik polisi di lapangan untuk mengawasi, khususnya di kawasan pariwisata seperti Bali. Keberadaan personel secara langsung dinilai memiliki fungsi psikologis dalam menciptakan rasa aman sekaligus mencegah pelanggaran lalu lintas maupun tindak pidana.

Sorotan itu mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Gedung Presisi Polda Bali, Denpasar, Jumat (25/9/2026). Anggota Komisi III DPR RI Nyoman Parta menilai penggunaan tilang elektronik tidak semestinya membuat keberadaan polisi di jalan semakin berkurang.

“Itu (polisi yang mengawasi di jalan) mungkin perlu dihidupkan lagi karena selama ini kan proses tilang telah diganti dengan tilang elektronik sehingga polisi tidak banyak lagi di lapangan. Tetapi ketika polisi tidak banyak di lapangan malah WNA-nya tidak punya rasa takut,” ujar Nyoman merespons viralnya sejumlah pelanggaran lalu lintas yang dilakukan wisatawan mancanegara di Bali.

Menurutnya, sistem tilang elektronik tetap dapat digunakan sebagai instrumen penindakan. Namun, mekanisme tersebut perlu dikombinasikan dengan kehadiran personel secara langsung agar fungsi pencegahan di lapangan tetap berjalan.

Ia menilai perlu dipikirkan cara mengombinasikan antara tilang elektronik engan ketertiban di lalu lintas, karena kehadiran polisi secara fisik ternyata tetap dibutuhkan karena berkaitan dengan urusan psikologis.

“Ada polisi, orang merasa aman. Ada polisi, orang tidak berani melakukan tindak pidana atau tidak berani melakukan pelanggaran lalu lintas. Penting, mungkin ini persoalan psikologis gitu lho,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPR RI Syarifuddin Sudding turut menyinggung perlunya optimalisasi pengamanan di kawasan pariwisata. Menurutnya, keberadaan personel yang secara khusus memperhatikan dinamika kawasan wisata tetap relevan. Ia pun lantas menyinggung peran unit Polisi Pariwisata.

Sudding menilai pengamanan kawasan wisata perlu diarahkan untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus memastikan aktivitas wisata tidak terganggu oleh tindakan yang melanggar hukum maupun norma setempat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Bali menjelaskan bahwa fungsi pengamanan pariwisata tetap berjalan, tetapi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit. Pendekatan tersebut dilakukan dengan memperkuat kapabilitas personel di berbagai satuan agar mampu memberikan pelayanan dan pengamanan kepada wisatawan.

“Kami latihkan beberapa anggota polisi berbahasa Inggris praktis, karena kita tidak pernah tahu kapan kita ketemu orang asing jadi kita bisa berinteraksi langsung dan bisa membantu mereka,” sebagaimana dijelaskan Kapolda Bali, Daniel Adityajaya dalam rapat.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengamanan kawasan pariwisata tidak hanya mengandalkan keberadaan unit tertentu, tetapi juga kesiapan personel kepolisian secara lebih luas. Hal ini menjadi penting, mengingat Polda Bali mencatat 161 kasus dengan 182 WNA sebagai pelaku sepanjang 2026, sementara WNA sebagai korban tercatat dalam 218 kasus dengan 239 orang.

Perlunya keberadaan polisi di lapangan ini juga disampaikan masyarakat yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Rezqi (39), warga Denpasar sekaligus pemilik rental motor menilai keberadaan polisi di jalan dapat membuat wisatawan lebih berhati-hati.

“Sebenernya deg-degan juga kalau ketemu banyak polisi di jalan, takut ada salah. Tapi kalau sebagai rental kita agak tenang soalnya mereka mungkin jadi nggak aneh-aneh. Beberapa kali juga ketemu customer yang kayak gitu (melanggar aturan) soalnya,” ujar Rezqi kepada Parlementaria di kesempatan berbeda.

Anggota Komisi III DPR RI DPR RI Nyoman Parta Penerapan tilang elektronik dinilai perlu tetap diimbangi dengan kehadiran fisik polisi di lapangan untuk mengawasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

Oktober 21, 2026

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Selly Desak BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Risiko

DPR Oktober 21, 2026

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat…

BAM Soroti Persoalan Administrasi Pertanahan di Balik Kasus Zona Merah Jambi

Oktober 20, 2026

Pemisahan KLH dan Kehutanan Jangan Sisakan Celah Pengendalian Karhutla

Oktober 20, 2026

Pendidikan Demokrasi Jadi Ruang Kolaborasi Indonesia – Australia

Oktober 20, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?