Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pembahasan RUU Perampasan Aset Masih Dinamis, Keterbukaan Jadi Komitmen

September 2, 2026

Tindak Pidana Judol Akan Masuk dalam Pembahasan DIM di RUU Perampasan Aset

September 2, 2026

Tidak Hanya 13 Kriteria, Judi Online Berpotensi Masuk Sasaran Perampasan Aset

September 2, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Kenaikan Anggaran Kepemudaan Kemenpora Harus Berdampak hingga Daerah
DPR

Kenaikan Anggaran Kepemudaan Kemenpora Harus Berdampak hingga Daerah

RedaksiBy RedaksiSeptember 1, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies, dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kenaikan anggaran kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadi Rp130 miliar pada 2027 harus diikuti dengan program yang memberikan manfaat nyata bagi pemuda di seluruh Indonesia. Peningkatan anggaran tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial di tingkat pusat, tetapi juga menjangkau pemuda di daerah tertinggal dan kepulauan. 

Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies menilai peningkatan anggaran kepemudaan tersebut perlu dikawal agar memberikan dampak langsung kepada kelompok sasaran. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Adela mencatat anggaran kepemudaan pada 2027 meningkat signifikan menjadi Rp130 miliar dari sekitar Rp11,67 miliar pada 2026. Menurutnya, kenaikan tersebut berkaitan dengan rangkaian program menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

“Kami ingin memastikan kenaikan anggaran tersebut memberikan dampak langsung kepada pemuda di seluruh Indonesia, bukan hanya terkonsentrasi pada kegiatan seremonial di tingkat pusat saja,” ujar Politisi Fraksi Golkar itu.

Ia mengapresiasi sejumlah program yang disiapkan Kemenpora, seperti Youth Summit, Youth Camp, dan Youth Career Hub. Namun, pelaksanaan program tersebut harus memperhatikan kesenjangan akses antardaerah agar pemuda yang berada di wilayah dengan keterbatasan fasilitas tidak tertinggal.

Adela secara khusus meminta Kemenpora memastikan pemuda di daerah tertinggal, daerah kepulauan, serta wilayah dengan keterbatasan fasilitas memperoleh manfaat yang proporsional dari program kepemudaan.

“Bagaimana bisa memastikan anak-anak muda di daerah, termasuk daerah yang tertinggal, daerah kepulauan, dan daerah dengan keterbatasan fasilitas mendapatkan manfaat yang sama,” katanya.

Untuk memastikan pemerataan tersebut, Adela mendorong Kemenpora memiliki indikator yang jelas dalam pelaksanaan program. Indikator tersebut mencakup jumlah penerima manfaat, sebaran wilayah, kualitas program, hingga hasil yang dicapai setelah program dilaksanakan.

Menurutnya, pengukuran tersebut penting agar peningkatan anggaran kepemudaan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari dampaknya terhadap pengembangan kapasitas dan kesempatan bagi pemuda.

Adela menegaskan Komisi X DPR RI mendukung peningkatan kualitas pemuda dan prestasi olahraga Indonesia. Namun, dukungan terhadap anggaran Kemenpora harus berjalan beriringan dengan prinsip akuntabilitas, pemerataan, transparansi, dan kebermanfaatan.

“Kami berharap RKA Kemenpora tahun 2027 benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya kebutuhan birokrasi saja,” tegas legislator dapil Jawa Timur I itu. 

Adela Kanasya Adies Anggota Komisi X DPR RI DPR RI Kenaikan Anggaran Kepemudaan Kemenpora Harus Berdampak hingga Daerah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pembahasan RUU Perampasan Aset Masih Dinamis, Keterbukaan Jadi Komitmen

September 2, 2026

Tindak Pidana Judol Akan Masuk dalam Pembahasan DIM di RUU Perampasan Aset

September 2, 2026

Tidak Hanya 13 Kriteria, Judi Online Berpotensi Masuk Sasaran Perampasan Aset

September 2, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pembahasan RUU Perampasan Aset Masih Dinamis, Keterbukaan Jadi Komitmen

DPR September 2, 2026

Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menegaskan proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang…

Tindak Pidana Judol Akan Masuk dalam Pembahasan DIM di RUU Perampasan Aset

September 2, 2026

Tidak Hanya 13 Kriteria, Judi Online Berpotensi Masuk Sasaran Perampasan Aset

September 2, 2026

Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak, Pembahasan RUU Perampasan Aset Harus Transparan

September 2, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?