Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»UMKM dan Ekraf Sulit Akses Modal, Ilham Permana: Negara Harus Hadir
DPR

UMKM dan Ekraf Sulit Akses Modal, Ilham Permana: Negara Harus Hadir

RedaksiBy RedaksiAgustus 29, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana, dalam pertemuan di Kantor Wali Kota Bogor/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah memperkuat akses permodalan dan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif. Persoalan akses pembiayaan dinilai masih menjadi salah satu hambatan utama bagi dua sektor yang berperan penting dalam menopang perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana, dalam pertemuan di Kantor Wali Kota Bogor, Jumat (28/8/2026). Untuk diketahui, Komisi VII saat ini membentuk Panitia Kerja (Panja) Akses Permodalan dan Pembiayaan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang menghambat pelaku usaha mendapatkan pembiayaan.

Legislator Dapil Jawa Barat III ini mengatakan UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional karena menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja dan berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Di sisi lain, ekonomi kreatif mulai menjadi kekuatan baru yang bertumpu pada talenta, ide, inovasi, dan kreativitas.

Namun, besarnya kontribusi kedua sektor tersebut belum sepenuhnya diikuti kemudahan dalam memperoleh modal. “Dua sektor ini merupakan backbone perekonomian nasional. Ironinya untuk mengakses pembiayaan dan permodalan masih sangat sulit,” Ujar Ilham.

Melalui Panja ini, Komisi VII DPR ingin mengurai persoalan tersebut secara lebih mendalam, termasuk mengidentifikasi hambatan struktural dan regulasi yang selama ini membuat pelaku usaha kesulitan mengakses pembiayaan formal.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menilai perubahan kebijakan pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), harus diikuti dengan literasi dan pendampingan yang memadai. Ia menyebut KUR dengan plafon di bawah Rp100 juta kini tidak mensyaratkan agunan tambahan, sementara usaha calon penerima perlu memenuhi ketentuan kelayakan yang berlaku, termasuk telah berjalan minimal enam bulan.

Karena itu, menurut Ilham, persoalan di lapangan tidak semata-mata terletak pada ketersediaan program pembiayaan, tetapi juga minimnya informasi yang diterima masyarakat.

“DPR, pemerintah, kementerian terkait, maupun pemerintah daerah harus hadir memberikan literasi, penjelasan, dan pendampingan kepada pelaku UMKM maupun ekonomi kreatif,” Tegasnya.

Ilham berpendapat pendampingan harus menyentuh aspek fundamental seperti literasi keuangan dan manajemen usaha. Dengan begitu, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas bisnisnya sekaligus memenuhi standar yang dibutuhkan lembaga keuangan.

“Bagaimana literasi keuangan mereka, bagaimana manajemen usahanya, sehingga usaha-usaha mereka menjadi bankable dan dapat mengakses permodalan maupun pembiayaan,” Katanya.

Ilham menegaskan, negara tidak cukup hanya menyediakan skema pembiayaan. Pemerintah juga harus memastikan pelaku usaha mengetahui, memahami, dan mampu memanfaatkan fasilitas tersebut secara produktif.

Untuk itu, Komisi VII DPR akan mendorong sinergi dan kolaborasi antara kementerian, perbankan, pemerintah daerah. Serta, pemangku kepentingan lainnya yang terkait. “Target kita jelas, para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dapat mengakses permodalan dan pembiayaan dengan mudah,” pungkasnya. 

Anggota Komisi VII DPR RI DPR RI Ilham Permana UMKM dan Ekraf Sulit Akses Modal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

DPR September 11, 2026

Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penembakan terhadap tiga pegawai Dinas…

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026

Akses SNI Masih Sulit bagi IKM, Hatta Minta Fasilitas Pengujian Diperluas

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?