Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Keberlanjutan JKN Harus Berorientasi pada Hak Kesehatan
DPR

Keberlanjutan JKN Harus Berorientasi pada Hak Kesehatan

RedaksiBy RedaksiAgustus 18, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, saat diwawancarai Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan tidak semestinya hanya dilihat dari persoalan defisit dan pembiayaan. Pemenuhan layanan kesehatan merupakan tanggung jawab negara karena kesehatan menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menilai keberlanjutan JKN perlu ditempatkan dalam kerangka pemenuhan hak masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Ia menegaskan terdapat sejumlah kebutuhan dasar yang tidak dapat semata-mata dihitung menggunakan pendekatan untung dan rugi, termasuk kesehatan.

“Menurut saya, ada tiga hal yang negara itu tidak boleh melakukan negosiasi kepada rakyatnya. Pertama adalah keamanan, yang kedua adalah kesehatan, yang ketiga adalah pendidikan,” ujar Nihayatul saat diwawancarai koranmerdeka.co di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Dengan tegas ia menyatakan bahwa ketiga sektor tersebut merupakan kebutuhan fundamental yang harus dipenuhi negara. Karena itu, persoalan keberlanjutan BPJS Kesehatan perlu ditempatkan dalam kerangka pemenuhan hak masyarakat memperoleh layanan kesehatan.

“Ketika hal ini adalah hal wajib yang paling dasar yang negara harus berikan, menurut saya negara tidak perlu berbicara soal untung rugi, karena ini bukan untung rugi. Ini adalah tugas negara untuk menyediakan,” tegas Legislator Fraksi PKB itu menanggapi arah kebijakan kesehatan yang disampaikan Presiden RI dalam pidato Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya pada Jumat (14/8.2026) lalu.

Meski demikian, Nihayatul menilai penguatan BPJS Kesehatan tetap harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan. Ia mengingatkan persoalan yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat bukan hanya mengenai kepesertaan, tetapi juga antrean dan penumpukan pasien di fasilitas kesehatan.

Menurutnya, meningkatnya keberanian masyarakat menggunakan fasilitas kesehatan melalui BPJS Kesehatan justru menunjukkan pentingnya memperkuat kapasitas layanan. Penambahan fasilitas kesehatan, kata Nihayatul, menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penumpukan pasien.

Ia juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepesertaan dan kepatuhan dalam sistem JKN. Sosialisasi mengenai filosofi dan manfaat BPJS Kesehatan dinilai perlu terus diperkuat.

Nihayatul berharap pembahasan BPJS Kesehatan dalam konteks APBN 2027 tidak berhenti pada wacana kenaikan premi untuk mengatasi persoalan pembiayaan.

“Saya berharap ini kita bukan hanya membicarakan soal kenaikan premi, tetapi juga kita harus membicarakan yang lebih luas lagi, yakni peningkatan pelayanan. Peningkatan pelayanan saya pikir itu penting,” tuturnya.

Ia meyakini perbaikan kualitas layanan justru dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan. Dengan demikian, keberlanjutan JKN dapat diperkuat tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas.

DPR RI Keberlanjutan JKN Harus Berorientasi pada Hak Kesehatan Nihayatul Wafiroh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

September 11, 2026

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak, Pemerintah Harus Susun Roadmap Berantas KKB

DPR September 11, 2026

Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penembakan terhadap tiga pegawai Dinas…

Komisi I Serap Fakta Komprehensif Kesiapan Alpalhankam Pussenarmed di Cimahi

September 11, 2026

BAKN Minta KAI Siapkan Skenario Cadangan Jika Pengalihan Utang KCIC Molor

September 11, 2026

Akses SNI Masih Sulit bagi IKM, Hatta Minta Fasilitas Pengujian Diperluas

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?