Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rahmawati Soroti SDM Desa Wisata, Hospitality dan Bahasa Asing Jadi Kunci

September 13, 2026

Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan

September 13, 2026

Insiden Krakatau Jadi Sorotan, Boyman Harun Minta BMKG dan Basarnas Terhubung

September 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Sertifikasi Berlapis Dinilai Menghambat Ekspor, Legislator Dorong Integrasi Layanan Karantina
DPR

Sertifikasi Berlapis Dinilai Menghambat Ekspor, Legislator Dorong Integrasi Layanan Karantina

RedaksiBy RedaksiJuli 4, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Jalan PM Noor No. 2, Samarinda Utara, Kalimantan Timur/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, mendorong pemerintah mempercepat integrasi layanan karantina agar pelaku usaha tidak lagi dibebani prosedur yang berbelit dan tumpang tindih. Penyederhanaan regulasi dinilai penting untuk memperkuat daya saing komoditas nasional sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini masih menjadi keluhan para eksportir.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Jalan PM Noor No. 2, Samarinda Utara, Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026).

Menurut Slamet, semangat pembentukan Badan Karantina Indonesia adalah memperkuat fungsi karantina sebagai benteng negara dalam mencegah masuk dan keluarnya hama maupun penyakit. Namun, di sisi lain pelayanan kepada pelaku usaha juga harus semakin mudah dan efisien.

“Jadi tadi kita menerima salah satu masukan dari pelaku usaha di mana perlu ditingkatkan koordinasi karena spirit dari dibentuknya Badan Karantina ini untuk memperkokoh posisi Badan Karantina sebagai benteng keluar masuknya penyakit. Di saat yang sama kita juga akan membantu eksportir jangan sampai justru mengalami kesulitan,” ujarnya.

Slamet mengatakan, dalam dialog bersama pelaku usaha, Komisi IV DPR RI menerima sejumlah masukan mengenai aturan yang dinilai masih tumpang tindih. Salah satunya terkait kewajiban pengurusan lebih dari satu sertifikat yang harus dipenuhi sebelum komoditas dapat dipasarkan ke luar negeri.

“Oleh karena itu nanti kita akan tingkatkan koordinasi bagaimana antara karantina ikan yang dulu berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Badan Karantina Indonesia bisa satu pintu dalam mengeluarkan sertifikat sehingga pengusaha tidak merasa kerepotan,” jelasnya.

Selain persoalan sertifikasi, Komisi IV DPR RI juga menerima keluhan mengenai ketentuan administrasi yang mengharuskan pelaku usaha mengulang proses perizinan ketika terjadi perubahan bentuk badan usaha dari Commanditaire Vennootschap (CV) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Padahal, kata Slamet, objek usaha yang dijalankan tetap sama sehingga seharusnya cukup dilakukan penyesuaian administrasi.

“Ketika kemudian ada tuntutan berubah dari CV ke PT dengan objek yang sama, seharusnya tidak serta-merta harus dimulai dari awal. Tinggal dilakukan penyesuaian. Nah, masukan-masukan seperti itu akan kita tangkap dan kita sampaikan kepada mitra,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai aspirasi tersebut akan dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi yang tidak memberatkan dunia usaha sekaligus tetap menjaga kualitas pengawasan karantina.

Tak hanya itu, persoalan logistik ekspor juga menjadi perhatian Komisi IV DPR RI. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pelaku usaha menyampaikan bahwa beberapa komoditas dari Kalimantan Timur masih harus dikirim terlebih dahulu ke Jakarta sebelum diekspor ke negara tujuan, termasuk ke China.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan biaya distribusi dan mengurangi efisiensi rantai pasok. Menanggapi hal itu, Slamet menegaskan DPR akan meminta penjelasan kepada kementerian dan lembaga mitra mengenai penyebab kebijakan tersebut.

“Mengenai ekspor yang harus melalui Jakarta, nanti kita akan lihat apakah itu terkait jumlah kuota, masalah transportasi, pertimbangan teknis, atau memang regulasi. Kalau memang regulasinya yang menjadi penyebab, tentu harus kita perbaiki,” tegasnya.

Menurutnya, DPR tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh penjelasan resmi dari pemerintah.

“Temuan-temuan lapangan tadi akan kita bawa dalam rapat dengan mitra. Kita ingin mengetahui sebenarnya kendalanya ada di mana, apakah memang regulasi atau hanya persoalan teknis operasional. Kalau menyangkut regulasi tentu akan kita dorong untuk diperbaiki,” ujarnya.

Slamet mengatakan seluruh aspirasi yang diterima selama kunjungan kerja spesifik akan menjadi bahan pembahasan dalam Forum Group Discussion (FGD) maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Karantina Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta kementerian terkait lainnya. 

Anggota Komisi IV DPR RI DPR RI Sertifikasi Berlapis Dinilai Menghambat Ekspor Slamet
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Rahmawati Soroti SDM Desa Wisata, Hospitality dan Bahasa Asing Jadi Kunci

September 13, 2026

Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan

September 13, 2026

Insiden Krakatau Jadi Sorotan, Boyman Harun Minta BMKG dan Basarnas Terhubung

September 13, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Rahmawati Soroti SDM Desa Wisata, Hospitality dan Bahasa Asing Jadi Kunci

DPR September 13, 2026

Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati menilai pengembangan pariwisata nasional perlu diarahkan tidak hanya untuk…

Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan

September 13, 2026

Insiden Krakatau Jadi Sorotan, Boyman Harun Minta BMKG dan Basarnas Terhubung

September 13, 2026

Soroti Gerbong KA Berkurang, Boyman: Pelayanan Penumpang di Bogor Jangan Terganggu

September 13, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?