Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rahmawati Soroti SDM Desa Wisata, Hospitality dan Bahasa Asing Jadi Kunci

September 13, 2026

Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan

September 13, 2026

Insiden Krakatau Jadi Sorotan, Boyman Harun Minta BMKG dan Basarnas Terhubung

September 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan
DPR

Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan

RedaksiBy RedaksiSeptember 13, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo saat diskusi untuk menyerap usulan dari para pengelola wisata dalam kunjungan kerja ke Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mendorong Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi pusat pembelajaran bagi desa wisata lain yang masih menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan potensi pariwisatanya.

Menurutnya, Nglanggeran memiliki pengalaman pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat yang dapat menjadi referensi bagi desa wisata lain, khususnya dalam mengubah potensi lokal menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Yoyok mengatakan, sektor pariwisata memiliki dampak yang luas terhadap perekonomian daerah karena aktivitas wisata tidak hanya menggerakkan pengelola destinasi, tetapi juga melibatkan pelaku usaha lokal, kuliner, kerajinan, seni budaya, produk olahan, hingga berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Karena itu, pengembangan desa wisata perlu diarahkan agar manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat setempat. Dalam konteks tersebut, keberadaan desa wisata yang telah memiliki pengalaman dan praktik pengelolaan yang baik menjadi penting untuk dijadikan tempat belajar bersama.

“Desa wisata yang belum berkembang, bawa ke sini (Desa Wisata Nglanggeran), sekolahin di sini. Penting banget ini, Pak. Biar sekolah sama yang sudah punya pengalaman,” ujar Yoyok saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia menilai, salah satu hal menarik dari Nglanggeran adalah kemampuan masyarakat melihat potensi yang ada di lingkungan mereka sebagai sesuatu yang memiliki nilai lebih. Potensi alam dan budaya tidak berhenti sebagai kekayaan lokal, tetapi dikembangkan menjadi pengalaman wisata dan aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat.

Menurut Yoyok, pola pikir dan proses tersebut penting ditularkan kepada desa wisata lain yang memiliki potensi, tetapi belum menemukan pola pengembangan yang tepat.

“Saya tadi melihat paparan Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran, Mas Sugeng, jujur tertarik luar biasa. Bagaimana mungkin sebuah potensi di kampungnya menjadi nilai lebih. Jarang loh, Pak, orang yang mau seperti ini,” katanya.

Yoyok menilai keberhasilan desa wisata tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya potensi alam yang dimiliki. Pengelolaan kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, kreativitas masyarakat, kualitas atraksi, aksesibilitas, amenitas, pemasaran, serta kemampuan membangun jejaring ekonomi menjadi faktor yang tidak kalah penting. Desa wisata juga perlu mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan aktivitas pariwisata dengan kelestarian lingkungan dan karakter sosial budaya masyarakat.

Karena itu, ia mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak hanya memberikan pembinaan secara umum, tetapi melakukan pemetaan terhadap persoalan yang dihadapi masing-masing desa wisata. Menurutnya, setiap desa memiliki karakter, potensi, tingkat kesiapan, serta persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pengembangan yang tidak seragam.

Yoyok mengusulkan agar Kemenpar secara aktif mempertemukan desa wisata yang telah berkembang dengan desa wisata yang masih membutuhkan pendampingan melalui forum diskusi atau focus group discussion (FGD). Forum tersebut, kata dia, harus benar-benar menjadi ruang untuk mendengarkan pengalaman dan persoalan pengelola di lapangan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Saya kira ini perlu menjadi prioritas oleh Kementerian Pariwisata untuk bisa membuat forum diskusi. Forum diskusi yang benar-benar forum diskusi. Untuk mengetahui apa sih kira-kira yang perlu dikembangkan di masing-masing tempat itu,” tegasnya.

Menurut Yoyok, Pokdarwis perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses tersebut karena kelompok masyarakat inilah yang berhadapan langsung dengan dinamika pengelolaan destinasi. Melalui dialog dengan Pokdarwis, pemerintah dapat mengidentifikasi secara lebih konkret hambatan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan kapasitas pengelola, pengembangan atraksi, promosi, pemasaran digital, pengemasan produk lokal, hingga akses terhadap pasar dan jejaring usaha.

Lebih lanjut, ia melihat pembelajaran dari Nglanggeran dapat diperluas tidak hanya pada aspek pengelolaan destinasi, tetapi juga bagaimana masyarakat menciptakan nilai tambah dari aktivitas pariwisata. Produk kuliner, kriya, seni budaya, produk olahan lokal, hingga konten digital dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata sekaligus memperbesar belanja wisatawan di tingkat lokal.

Dengan demikian, desa wisata tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana wisatawan tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak di masyarakat, serta membawa pengalaman yang kuat dari destinasi tersebut. Pola ini dinilai dapat memperbesar multiplier effect pariwisata dan memperluas manfaat ekonomi hingga ke pelaku usaha kecil di desa.

Yoyok berharap Kemenpar dapat menjadikan Nglanggeran sebagai salah satu rujukan dalam membangun skema pembelajaran antardesa wisata. Desa yang telah memiliki pengalaman dapat berbagi praktik baik, sementara desa yang masih berkembang memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dan menemukan solusi sesuai karakter wilayahnya.

“Biar sekolah sama yang sudah punya pengalaman. Saya minta tolong untuk diperhatikan betul,” pungkas Politisi Fraksi NasDem tersebut. 

Anggota Komisi VII DPR RI Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Rahmawati Soroti SDM Desa Wisata, Hospitality dan Bahasa Asing Jadi Kunci

September 13, 2026

Insiden Krakatau Jadi Sorotan, Boyman Harun Minta BMKG dan Basarnas Terhubung

September 13, 2026

Soroti Gerbong KA Berkurang, Boyman: Pelayanan Penumpang di Bogor Jangan Terganggu

September 13, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Rahmawati Soroti SDM Desa Wisata, Hospitality dan Bahasa Asing Jadi Kunci

DPR September 13, 2026

Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati menilai pengembangan pariwisata nasional perlu diarahkan tidak hanya untuk…

Dari Potensi Lokal Jadi Nilai Ekonomi, Yoyok Sebut Nglanggeran Layak Jadi Rujukan

September 13, 2026

Insiden Krakatau Jadi Sorotan, Boyman Harun Minta BMKG dan Basarnas Terhubung

September 13, 2026

Soroti Gerbong KA Berkurang, Boyman: Pelayanan Penumpang di Bogor Jangan Terganggu

September 13, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?