Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Chusnunia Chalim: Tanpa Anggaran Kuat, Status Destinasi Super Prioritas Sulit Efektif

April 28, 2026

BKSAP Ingatkan: AI Hanya Alat, Bukan Penentu Arah Peradaban

April 28, 2026

Sigit Yunianto Dorong Penguatan Energi Domestik di Tengah Tekanan Harga Global

April 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Pascapanen di Labuan Bajo Kurang Optimal, Beras Masih Pecah
DPR

Pascapanen di Labuan Bajo Kurang Optimal, Beras Masih Pecah

RedaksiBy RedaksiApril 26, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, saat melakukan kunjungan kerja reses ke gudang Perum Bulog, di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Keterbatasan fasilitas pengering dan penggilingan modern membuat kualitas beras di Labuan Bajo belum optimal, meski hasil panen petani tergolong baik. Kondisi ini menjadi sorotan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto saat melakukan kunjungan kerja reses Komisi IV ke gudang Perum Bulog, di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (25/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, perempuan yang kerap disapa Titiek Soeharto ini memastikan langsung kondisi stok dan kualitas beras. Ia mengungkapkan bahwa persediaan beras di gudang Bulog Labuan Bajo dalam kondisi aman dengan umur simpan relatif baru. “Ternyata (beras) yang paling lama disimpan itu bulan April, artinya stoknya masih baru semua,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Bulog yang telah menyerap hasil panen gabah petani lokal, khususnya dari wilayah Manggarai Barat. Menurutnya, hal ini menjadi indikator positif dalam menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menariknya, Titiek juga menyoroti profil petani di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi dari pemerintah daerah, banyak petani yang masih berusia muda. “Ini bagus sekali. Mudah-mudahan daerah lain juga diikuti dengan regenerasi petani muda,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan kendala utama justru berada pada tahap pascapanen. Ketiadaan mesin pengering dan penggilingan modern menyebabkan kualitas beras menjadi kurang maksimal, ditandai dengan kondisi beras yang mudah pecah.

“Padahal kualitas gabahnya bagus. Tapi karena belum ada fasilitas pengering dan rice milling unit yang modern, hasilnya jadi kurang optimal. Ini sayang sekali,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Ia pun mendorong agar Bulog bersama pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa alat pengering dan penggilingan modern guna meningkatkan nilai jual hasil panen petani.

Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 5 juta ton. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan kesiapan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.

“Ketersediaan stok beras ini menjadi bukti nyata bahwa Bulog hadir menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Selain beras, Bulog juga menyalurkan minyak goreng rakyat melalui program Minyakita. Untuk wilayah Labuan Bajo, tercatat penyaluran mencapai 37.908 liter, sementara di tingkat Provinsi NTT mencapai 1,37 juta liter dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.

Titiek turut mengapresiasi kondisi gudang Bulog Labuan Bajo yang dinilai bersih, tertata, serta memiliki sistem distribusi yang berjalan baik. Ia juga mencatat bahwa perputaran stok dan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan lancar.

“Kondisi ini harus terus dijaga dengan sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga beras di masyarakat.”tutupnya. 

DPR RI Ketua Komisi IV DPR RI Pascapanen di Labuan Bajo Kurang Optimal Siti Hediati Soeharto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Chusnunia Chalim: Tanpa Anggaran Kuat, Status Destinasi Super Prioritas Sulit Efektif

April 28, 2026

BKSAP Ingatkan: AI Hanya Alat, Bukan Penentu Arah Peradaban

April 28, 2026

Sigit Yunianto Dorong Penguatan Energi Domestik di Tengah Tekanan Harga Global

April 27, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Chusnunia Chalim: Tanpa Anggaran Kuat, Status Destinasi Super Prioritas Sulit Efektif

DPR April 28, 2026

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyoroti belum optimalnya dukungan anggaran bagi pengembangan…

BKSAP Ingatkan: AI Hanya Alat, Bukan Penentu Arah Peradaban

April 28, 2026

Sigit Yunianto Dorong Penguatan Energi Domestik di Tengah Tekanan Harga Global

April 27, 2026

Junaidi Auly Minta Roadmap Pengembangan Gas Bumi di Bali Lebih Terukur

April 27, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?