Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Tidak Hanya Aspek Fisik dan Teknis, Kesehatan Mental Prajurit TNI Juga Harus Diperhatikan
DPR

Tidak Hanya Aspek Fisik dan Teknis, Kesehatan Mental Prajurit TNI Juga Harus Diperhatikan

RedaksiBy RedaksiJanuari 23, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari, dalam kunjungan kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Puspenerbad, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi I DPR RI Desy Ratnasari menekankan pentingnya penguatan dan evaluasi berkelanjutan terhadap kesehatan mental prajurit TNI sebagai bagian dari upaya peningkatan profesionalisme dan pencegahan risiko dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, sejumlah peristiwa yang mencuat di ruang publik belakangan ini perlu dijadikan bahan evaluasi bersama guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Adanya insiden salah tembak, tindak kekerasan, maupun konflik antaraparat penegak hukum menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam pembinaan personel. Kita melihat cukup banyak contoh di pemberitaan, baik antar TNI maupun dengan aparat lain. Ini menjadi sinyal bahwa evaluasi harus terus dilakukan,” ungkap Desy kepada koranmerdeka.co dalam kunjungan kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Puspenerbad, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (22/1/2026).

Politisi Fraksi PAN itu menegaskan bahwa pembinaan mental tidak seharusnya dipahami secara sempit atau distigmatis. Ia menilai anggapan bahwa prajurit yang mengikuti pembinaan mental identik dengan kondisi sakit, perlu ditinggalkan. “Evaluasi dan pembinaan mental bukan stigma. Ini adalah bagian dari kesehatan psikologis yang memang harus dijaga dan dilatih secara berkelanjutan,” tegas Desy.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesehatan mental juga berkaitan erat dengan kemampuan prajurit dalam mengelola emosi dan tekanan tugas, baik saat bertugas di lapangan maupun setelah kembali dari penugasan. Menurutnya, perubahan kondisi psikologis dapat terjadi kapan saja dan perlu diantisipasi secara sistematis oleh institusi.

Ia mencontohkan tantangan adaptasi yang dihadapi prajurit ketika mengalami perubahan peran atau ritme kerja. Ia menyebut bahwa personel yang terbiasa menjalankan tugas tertentu, seperti penerbang atau penembak, akan menghadapi tekanan psikologis ketika harus berhenti atau beralih tugas. “Perubahan seperti itu tidak mudah. Sama halnya dengan penerbang yang lama tidak terbang, perlu penyesuaian ulang,” kata Desy.

Untuk itu , ia menilai peran komandan satuan menjadi krusial dalam menyiapkan personel agar siap beradaptasi. Ia menekankan bahwa kesiapan psikologis harus dilatih sebagaimana kesiapan fisik dan teknis. “Tidak bisa hanya mengandalkan asumsi bahwa jiwa korsa cukup untuk menjamin semuanya aman. Semua itu tetap perlu dilatih,” ujar Desy.

Menurutnya pembinaan mental yang dilakukan secara konsisten justru menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap risiko pelanggaran maupun insiden di lapangan. “Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya peningkatan profesionalisme prajurit TNI dalam menjalankan tugas negara secara bertanggung jawab,” pungkas Desy.

Anggota Komisi I DPR RI Desy Ratnasari DPR RI Kesehatan Mental Prajurit TNI Juga Harus Diperhatikan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?