Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Dapur MBG di Bandung: Titik Temu Kritik dan Harapan
DPR

Dapur MBG di Bandung: Titik Temu Kritik dan Harapan

RedaksiBy RedaksiDesember 2, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI, di Kabupaten Bandung/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pada Senin (1/12/2025), Asep Romy Romaya menyambangi sejumlah lokasi pelaksanaan MBG di Kabupaten Bandung. Hasil pantauannya, sekaligus laporan dari penerima manfaat dan masyarakat, memperlihatkan kondisi yang jauh dari kata ideal. “Ketika saya sita ke dapur, emang kenyataan seperti itu,” ujarnya, mengungkap dapur penyelenggara makanan bergizi yang menurutnya tak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).


Temuan-temuan Asep tak ringan: dari tidak adanya persiapan bahan makanan sehari ke depan, hingga ketidakpastian stok untuk harapan makan berikutnya. “Persiapan untuk hari besok juga tidak ada,” katanya. Ketika ditanya soal bahan baku, jawaban yang diterima: “terus terang itu tidak ada.”


Lebih jauh, Asep menyinggung soal monopoli anggaran oleh sebagian pihak, dalam hal ini yayasan mitra pelaksana, sehingga dana tak digunakan optimal. “Ada kepala yayasan yang memonopoli terkait anggaran, sehingga tidak memaksimalkan anggaran tersebut,” katanya. Imbasnya: kualitas makanan, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan terabaikan.


Akibatnya, sejumlah penerima manfaat sampai mempertanyakan layak-tidaknya makanan yang disediakan, bahkan mempertimbangkan menolak bantuan tersebut. “Sampai murid itu bertanya, bolehkah pindah atau saya menolak terkait makanan itu? Itu terserah, karena hak kalian,” sebut Asep.


Dengan nada tegas namun penuh tanggung jawab, Asep yang mewakili Komisi IX mendesak agar pihak pengelola, mitra, dan pemangku kepentingan menyusun aturan baku. Bila ada pelanggaran SOP, harus ada konsekuensi yang jelas. Tujuannya: menjamin MBG berjalan “aman, merata, dan berkualitas” bagi seluruh penerima manfaat.


Kekhawatiran Asep dan warga Bandung bukan tanpa dasar. Di tingkat nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap bahwa sejak diluncurkan Januari 2025 hingga September 2025, terdapat sebanyak 6.517 kasus dugaan keracunan akibat MBG. Mayoritas kasus terjadi di Pulau Jawa, wilayah tempat Kabupaten Bandung berada. 


Akibat kejadian itu, BGN mengambil tindakan tegas: menonaktifkan sementara 56 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyelenggara MBG. Tak hanya itu, 106 dapur MBG juga dilaporkan ditutup sebagai bagian dari evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program. 


Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kepala BGN menyatakan bahwa mayoritas kasus keracunan terjadi karena ketidakpatuhan SPPG terhadap SOP yang telah ditetapkan. Sebagai langkah preventif, BGN kini menyerukan agar setiap SPPG memegang standar ketat: hanya dapur yang telah memenuhi ketentuan higienitas, sanitasi, distribusi, dan penyimpanan makanan yang boleh beroperasi. 


Respons dari Komisi IX tak hanya melalui Asep, sejatinya sudah mengarah pada reformasi serius. Sebelumnya, dalam rapat bersama BGN dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), DPR menyetujui alokasi anggaran besar untuk pengawasan, pengujian makanan, pelatihan, dan digitalisasi proses kontrol MBG yang lebih ketat. 


Saran dari internal Komisi IX, antara lain: pengelolaan MBG kembali diserahkan ke sekolah bukan ke yayasan luar, agar lebih mudah dikontrol dan lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Dukungan terhadap sanksi tegas juga tampak: BGN telah menyatakan siap menutup permanen SPPG yang terbukti bersalah berulang dalam keracunan. 


Menurut Pimpinan Komisi IX, langkah tersebut menunjukkan “political will” untuk melindungi anak-anak dan penerima manfaat MBG dari risiko kesehatan akibat kelalaian pengelolaan. 


Kunjungan dan temuan Asep di Kabupaten Bandung, meski memantik keprihatinan sesungguhnya bisa menjadi momentum perbaikan. Jika keputusan reforma diterjemahkan di lapangan dengan serius, MBG dapat kembali menempati posisi sebagai program strategis untuk memperbaiki gizi masyarakat.


Namun itu menuntut: transparansi pengelolaan, akuntabilitas mitra pelaksana, kedisiplinan menjalankan SOP, serta pengawasan nyata, bukan hanya di atas kertas. Bagi penerima manfaat di Bandung dan seluruh Indonesia, ini bukan sekadar soal “makanan gratis”, tapi soal hak dasar untuk mendapatkan makanan sehat, aman, dan bergizi.


Seperti kata Asep: jika ada pelanggaran SOP, harus ada aturan dan sanksi yang jelas, agar kualitas dan tujuan MBG sebagai intervensi gizi nasional benar-benar terwujud. 

Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya Dapur MBG di Bandung: Titik Temu Kritik dan Harapan DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?