Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Imron Amin Minta KPI Tindak Tegas Penayangan Program Xpose Uncensored
DPR

Imron Amin Minta KPI Tindak Tegas Penayangan Program Xpose Uncensored

RedaksiBy RedaksiOktober 20, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi XI DPR RI, Imron Amin/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi DPR RI Imron Amin menyampaikan kecaman terhadap salah satu stasiun televisi nasional, TRANS7, karena menayangkan segmen dalam program Xpose Uncensored yang dinilai menyudutkan Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, serta sosok Kiai Haji Anwar Manshur, yang merupakan tokoh penting dari pondok tersebut.

“Kalimat Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok? Bagi banyak kalangan, kalimat ini dianggap merendahkan kehidupan di pesantren dan memperolok simbol-simbol keagamaan yang dijunjung tinggi, menurutnya dalam keterangan rilis yang diterima Parlementaria, dalam keterangan tertulis kepada koranmerdeka.co, di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Menurut Imron Amin, media massa seharusnya berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sebaliknya menjadi sarana yang menyinggung keyakinan dan nilai-nilai keagamaan. Ia menegaskan perlunya tindakan tegas dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap tayangan tersebut. 

“KPI tidak boleh tinggal diam. Hentikan programnya dan audit Trans7,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Ia khawatir bahwa tayangan tersebut dapat menimbulkan persepsi yang keliru terhadap peran besar kiai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Ia kemudian mengingatkan kembali beberapa kontribusi penting kalangan pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa. 

Ia menyebutkan peristiwa 10 November di Surabaya, di mana kiai dan santri menjadi kekuatan utama setelah KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad, yang menyerukan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan sebagai bagian dari kewajiban jihad.

Selain itu, santri juga membentuk laskar rakyat seperti Hizbullah dan Sabilillah yang aktif dalam pertempuran di berbagai wilayah, termasuk Srondol dan Ambarawa. Tokoh-tokoh pesantren seperti KH. Zainal Mustofa dari Tasikmalaya bahkan memimpin perlawanan bersenjata terhadap penjajah Jepang dan gugur sebagai pahlawan.

Ia juga menggarisbawahi peran tokoh seperti KH. Wahid Hasyim dalam perumusan dasar negara, yang menjadi jembatan antara nilai-nilai Islam dan semangat nasionalisme. Melalui organisasi massa seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, para kiai dan santri berhasil memobilisasi masyarakat untuk ikut dalam perjuangan merebut kemerdekaan.

Lebih dari itu, pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai markas perjuangan, tempat perlindungan bagi pejuang, serta wadah kaderisasi pemimpin-pemimpin perlawanan.

Imron Amin menambahkan bahwa fatwa jihad yang dikeluarkan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 memberikan semangat spiritual yang mendalam bagi para pejuang dalam menghadapi ancaman penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia.

“Dari semua perjuangan yang saya jabarkan, apakah Trans7 sudah melupakan Kiai dan Santri terhadap perjuangan Kemerdekaan RI? Apakah pantas Kiai dan Santri dihinakan seperti itu?,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali di masa mendatang. Semua pihak, terutama media, harus lebih menghormati simbol-simbol keagamaan dan menghargai sejarah perjuangan bangsa.

Terkait permintaan maaf yang telah disampaikan oleh pihak TRANS7 atas tayangan tersebut, Ibong menilai permintaan maaf itu belum cukup. Ia menegaskan bahwa Komisi I DPR, yang membidangi urusan penyiaran, akan segera meminta klarifikasi dari Kementerian Informasi dan Digital (Komdigi) serta KPI atas insiden ini. 

Anggota Komisi DPR RI DPR RI Imron Amin Imron Amin Minta KPI Tindak Tegas Penayangan Program Xpose Uncensored
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?