Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Achmad Ru’yat Ingatkan Dampak Buruk Fenomena Fatherless di Indonesia
DPR

Achmad Ru’yat Ingatkan Dampak Buruk Fenomena Fatherless di Indonesia

RedaksiBy RedaksiAgustus 28, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat menyuarakan keprihatinannya terhadap meningkatnya fenomena ketidakhadiran fisik ayah (fatherless) di Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, bukan sekadar isu sosial, melainkan sudah berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, termasuk tingginya angka stunting di tanah air.

“Fenomena fatherless bukan hanya soal ketidakhadiran fisik ayah, tetapi juga menyangkut minimnya keterlibatan dalam pengasuhan anak. Hal ini jelas berpengaruh pada kesehatan mental, tumbuh kembang, bahkan gizi anak,” ujar Ru’yat dalam keterangan rilisnya yang diterima koranmerdeka.co, di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Laporan UNICEF tahun 2021 mencatat bahwa 20,9% anak Indonesia tumbuh tanpa peran ayah. Artinya 1 dari 5 anak di Indonesia tumbuh tanpa peran ayah. Penyebabnya beragam, mulai dari perceraian, kematian, migrasi kerja, hingga budaya yang menempatkan ayah semata sebagai pencari nafkah.

Sayangnya, peran emosional dan psikologis seorang ayah sering kali diabaikan. Banyak anak tumbuh dengan figur ayah yang hanya hadir secara fisik, tetapi absen dalam pengasuhan dan komunikasi emosional.

Menurut Wakil Rakyat dari Dapil Kabupaten Bogor itu, kondisi fatherless memiliki efek domino yang berbahaya. Satu di antaranya adalah anak akan lebih rentan mengalami gangguan mental dan emosi. Tidak hanya itu, anak juga kesulitan membangun identitas diri dan kontrol perilaku bahkan menimbulkan masalah sosial.

Fatherless juga berpengaruh terhadap tingkat stunting, karena kurangnya perhatian dan peran aktif ayah dalam memastikan gizi dan pola asuh anak.

“Anak yang tidak mendapatkan peran utuh dari ayahnya bisa kehilangan arah, mudah terpengaruh hal negatif, bahkan mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Inilah yang membuat masalah stunting semakin kompleks,” tegas Ru’yat.

Untuk menekan fenomena fatherless sekaligus mengurangi stunting, Ru’yat mendorong adanya langkah strategis dari pemerintah, DPR, dan masyarakat. Ia menyodorkan sejumlah solusi antara lain, penguatan edukasi keluarga yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, bukan hanya ibu.

Ru’yat juga mendorong kebijakan cuti ayah harus diperluas agar para ayah bisa hadir pada masa-masa awal kelahiran anak. “Program nasional percepatan penurunan stunting harus mengintegrasikan peran ayah, terutama dalam pemenuhan gizi, pola asuh, dan perhatian emosional anak,” tegasnya.

Ia pun mendorong Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menghasilkan kebijakan konkret untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. 

Achmad Ru’yat Achmad Ru’yat Ingatkan Dampak Buruk Fenomena Fatherless di Indonesia Anggota Komisi IX DPR RI DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?