Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi X Hormati Putusan MK, Kurnia sih Minta Transisi Pendanaan MBG Disiapkan Matang

Juli 31, 2026

Putusan MK Jadi Momentum Kembalikan Anggaran Pendidikan untuk Peningkatan Kualitas SDM

Juli 31, 2026

Abdul Fikri: Putusan MK Perkuat Konstitusi, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Pendidikan

Juli 31, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi X: Perhatikan Potensi Tumpang Tindih Kewenangan dan Anggaran Program Sekolah Rakyat
DPR

Komisi X: Perhatikan Potensi Tumpang Tindih Kewenangan dan Anggaran Program Sekolah Rakyat

RedaksiBy RedaksiMaret 14, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah menyelenggarakan program Sekolah Rakyat, sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis yang berkualitas. Meski demikian, Hetifah mengingatkan potensi tumpang tindih kewenangan dan overlapping anggaran dalam pelaksanaan program tersebut.

“Program Sekolah Rakyat adalah terobosan penting untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Namun, perlu dipastikan koordinasi yang jelas antara Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan pengelolaan anggaran,” ujar Hetifah melalui rilis yang diterima koranmerdeka.co, di Jakarta, Jumat (14/03/2025).

Hetifah menekankan bahwa kurikulum untuk Sekolah Rakyat harus disusun dengan cermat, mengingat adanya dua skema kurikulum yang dapat diadopsi. Dua skema kurikulum tersebut yakni Kurikulum Merdeka Belajar dari Kemendikdasmen yang menekankan pada pendalaman materi pelajaran dengan pendekatan yang menyenangkan, serta Kurikulum Sekolah Unggul dari Kemendiktisaintek yang menerapkan standar internasional dan berpotensi melibatkan pengajar dari dalam maupun luar negeri.

Perbedaan standar dalam kurikulum ini berpotensi menciptakan kesenjangan mutu antar sekolah. Oleh karena itu, perlu ada pemetaan dan pemerataan mutu agar seluruh Sekolah Rakyat dapat menjadi sekolah unggulan.

Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Dengan keterbatasan anggaran di Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek, kolaborasi dengan berbagai pihak dan sektor swasta menjadi solusi strategis untuk mendukung keberlanjutan program ini.

“Target pembentukan 100 Sekolah Rakyat pada tahun 2025 membutuhkan perencanaan matang, termasuk dari sisi pendanaan dan pengelolaan SDM. Oleh karena itu, sinergi antar lembaga harus diperkuat,” tegas Hetifah.

Sebagai penutup, Hetifah berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan inklusif yang efektif dalam mencetak generasi unggul dan memutus lingkaran kemiskinan di Indonesia. “Jika pelaksanaannya dikelola dengan baik dan sinergis, Sekolah Rakyat bisa menjadi katalisator untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Hetifah.

DPR RI Hetifah Sjaifudian Ketua Komisi X DPR RI Perhatikan Potensi Tumpang Tindih Kewenangan dan Anggaran Program Sekolah Rakyat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Komisi X Hormati Putusan MK, Kurnia sih Minta Transisi Pendanaan MBG Disiapkan Matang

Juli 31, 2026

Putusan MK Jadi Momentum Kembalikan Anggaran Pendidikan untuk Peningkatan Kualitas SDM

Juli 31, 2026

Abdul Fikri: Putusan MK Perkuat Konstitusi, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Pendidikan

Juli 31, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Komisi X Hormati Putusan MK, Kurnia sih Minta Transisi Pendanaan MBG Disiapkan Matang

DPR Juli 31, 2026

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan…

Putusan MK Jadi Momentum Kembalikan Anggaran Pendidikan untuk Peningkatan Kualitas SDM

Juli 31, 2026

Abdul Fikri: Putusan MK Perkuat Konstitusi, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Pendidikan

Juli 31, 2026

Tiap Tahun Bahas Anggaran, Pusat Diberikan Porsi Besar: Harusnya Daerah Lebih Berdaya!

Juli 31, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?