Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Lapas Harus Jadi Ruang Hidup, Willy Aditya: Bukan Sekadar Tempat Hukuman
DPR

Lapas Harus Jadi Ruang Hidup, Willy Aditya: Bukan Sekadar Tempat Hukuman

RedaksiBy RedaksiSeptember 28, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi XIII DPR RI ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jawa Barat/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menilai literasi perlu ditempatkan sebagai jangkar utama dalam membangun kehidupan yang sehat dan produktif bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas). Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan, kebersihan, pola hidup sehat, hingga relasi sosial penting dikedepankan sebagai langkah pencegahan.


“Jadi basisnya adalah sejauh apa kita menjadikan literasi sebagai jangkar utama dari relasi sosial hidup di dalam ruang yang bernama lapas ini,” kata Willy dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jawa Barat, Jumat petang (25/9/2026).


Willy menjelaskan, Komisi XIII tengah berupaya membangun regulasi pemasyarakatan yang saintifik dan berbasis data dengan melibatkan sejumlah pakar. Menurutnya, pendekatan berbasis pengetahuan diperlukan agar kebijakan yang disusun mampu menjawab persoalan nyata di lingkungan lapas.


“Kami sudah tiga kali mengundang pakar, melibatkan pakar, ingin membangun regulasi yang saintifik, berbasiskan data,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem ini.


Ia mengatakan, kehidupan warga binaan dengan intensitas interaksi yang tinggi membutuhkan pengaturan yang tepat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan aspek privat. Salah satu gagasan yang dibahas adalah penyediaan bilik keluarga sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan warga binaan.


“Maka kemudian salah satunya, bilik keluarga itu menjadi satu kebutuhan. Itu konsepnya bukan pemenjaraan kok, konsepnya adalah warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan,” jelas Legislator Dapil Jawa Timur XI itu.


Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan perubahan paradigma dari sistem pemenjaraan menuju pemasyarakatan. Lapas, kata Willy, semestinya menjadi ruang hidup dan ruang tumbuh yang membantu warga binaan kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.


“Kita sudah mengandung konsep namanya pemasyarakatan, yang menjadi ruang hidup, ruang tumbuh yang kemudian memanusiakan secara normal kembali. Itu yang menjadi baseline,” tuturnya.


Dalam konteks kesehatan, Willy menekankan pentingnya mengedepankan langkah preventif. Ia menilai tenaga kesehatan di lapas tidak cukup hanya bertugas ketika warga binaan mengalami sakit, tetapi juga perlu aktif memberikan edukasi kesehatan.


“Saya melihat konteks utama saya tadi ajak dialog dokternya, yang penting adalah lebih baik mencegah daripada mengobati,” katanya.


Karena itu, Willy mendorong tenaga kesehatan untuk membuat konten-konten edukatif yang mudah dipahami warga binaan. Materinya dapat mencakup pola hidup sehat, kebersihan, olahraga, hingga pengetahuan mengenai berbagai penyakit.


“Maka di sanalah poin literasi. Lebih penting dokter bertugas bukan menyembuhkan orang atau mengobati orang, tapi dokternya proaktif dengan apa? Membuat konten-konten terkait dengan bagaimana kemudian hidup sehat, bagaimana ketika ada penyakit ini, bagaimana kemudian edukasi literasi tentang hal-hal yang sederhana,” paparnya.


Willy menambahkan, klinik tetap diperlukan sebagai fasilitas penanganan ketika warga binaan mengalami persoalan kesehatan. Namun, menurutnya, upaya membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi dan literasi harus menjadi perhatian utama. “Jadi itu in case saja, klinik itu in case saja. Tapi kita hidup sehatnya yang lebih penting,” pungkas Willy.

DPR RI Ketua Komisi XIII DPR RI Lapas Harus Jadi Ruang Hidup Willy Aditya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

DPR Oktober 22, 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak tegas terhadap dokter yang…

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Pengendalian Karhutla

Oktober 22, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?