Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Thoriq Majiddanor: Predikat WTP Harus Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat
DPR

Thoriq Majiddanor: Predikat WTP Harus Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat

RedaksiBy RedaksiSeptember 21, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI ke Kendari, Sulawesi Tenggara/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor menyoroti pentingnya melihat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak semata-mata dari sisi administratif, tetapi juga dari dampak nyata pengelolaan keuangan daerah terhadap masyarakat. Menurutnya, capaian WTP perlu diikuti dengan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Thoriq saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi XI DPR RI turut mendalami kinerja BPK, termasuk terkait tindak lanjut atas hasil pemeriksaan dan opini laporan keuangan pemerintah daerah.

Dirinya mengungkapkan, dalam praktiknya terdapat kondisi ketika nilai atau jumlah temuan pemeriksaan terlihat menurun, namun nilai kerugian yang ditimbulkan justru mengalami peningkatan. Karena itu, ia menilai perlu ada perspektif yang lebih luas dalam melihat kualitas pengelolaan keuangan daerah.

“Kadang memang tindak lanjut WTP ini ada sesuatu hal yang menarik. Kalau kita lihat dari satu sisi lebih dalam, kita memang melihat kadang-kadang di daerah ini nilai temuannya bisa mengecil, tetapi angka kerugiannya ini justru sering naik,” ujar Thoriq kepada koranmerdeka.co.

Ia pun menekankan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar hasil pemeriksaan BPK tidak berhenti pada ukuran administratif semata. Ia mempertanyakan sejauh mana hasil pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Dengan mengecilnya temuan itu, kadang-kadang apa sih dampak yang bisa dirasakan oleh rakyat, oleh masyarakat apakah itu sudah sesuai,” katanya.

Politisi Fraksi Nasdem tersebut juga menyoroti masih adanya fenomena pengelolaan anggaran di daerah yang dinilai perlu diperbaiki. Salah satunya adalah pola perencanaan belanja yang tidak sepenuhnya didahului dengan kepastian penganggaran.

“Banyak sekali fenomena-fenomena yang hampir di seluruh Indonesia, di pemda-pemda itu kan banyak sesuatu hal yang dianggap digampangin, seperti kadang-kadang belanja dulu yang dipikirkan, tetapi anggarannya tidak ada, baru nanti anggarannya dipikirkan tahun depan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Legislator Dapil Jatim X DPR RI itu menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi BPK untuk terus mengembangkan perspektif pemeriksaan, sehingga opini WTP tidak hanya menunjukkan kepatuhan terhadap aspek pengelolaan keuangan, tetapi juga dapat mencerminkan kualitas manfaat penggunaan anggaran bagi masyarakat.

“Nah, ini menjadi sesuatu hal yang menjadi PR (pekerjaan rumah) dari BPK, bagaimana nanti bisa melihat WTP ini dari sudut pandang lain. Jadi WTP yang dihasilkan nanti benar-benar dirasakan oleh masyarakat dengan sesuatu hal yang kembali ke masyarakat itu juga dengan sangat baik,” tutupnya.

Anggota Komisi XI DPR RI DPR RI Thoriq Majiddanor Thoriq Majiddanor: Predikat WTP Harus Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

DPR Oktober 22, 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak tegas terhadap dokter yang…

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Pengendalian Karhutla

Oktober 22, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?