Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sah! Habiburokhman Pimpin Panja RUU Perampasan Aset

Oktober 27, 2026

Chusnunia Tekankan Pemulihan Habitat dan Pencegahan Karhutla di Way Kambas

Oktober 27, 2026

Korporasi Pembakar Hutan Hanya Disanksi Administratif, Citra Pemerintah Dinilai Lemah Soal Penegakkan Hukum

Oktober 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Paradoks Pengelolaan Keuangan Sultra: WTP Meningkat, Kerugian Daerah Justru Naik
DPR

Paradoks Pengelolaan Keuangan Sultra: WTP Meningkat, Kerugian Daerah Justru Naik

RedaksiBy RedaksiSeptember 19, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke Kendari, Sulawesi Tenggara/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi XI DPR RI menyoroti adanya paradoks dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Di satu sisi, capaian administrasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan menunjukkan perbaikan, namun di sisi lain angka kerugian daerah justru mengalami peningkatan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendalami kinerja BPK dalam mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan daerah.

Hanif mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dari sisi administrasi pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, Pemprov Sultra kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025, sekaligus mempertahankan capaian tersebut untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. 

“Perbaikan dari sisi administrasinya di Sulawesi Tenggara ini sudah cukup baik, dibuktikan dengan opini WTP yang sudah 13 kali berturut-turut. Kemudian juga dengan TLHP-nya yang mengalami peningkatan,” ujarnya kepada koranmerdeka.co.

Namun, menurutnya, capaian tersebut perlu dilihat lebih jauh dengan mencermati dampak nyata pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah. Sebab, dalam pendalaman Komisi XI bersama BPK, ditemukan adanya kondisi yang perlu menjadi perhatian, yakni meningkatnya angka kerugian meskipun indikator administratif dan tindak lanjut hasil pemeriksaan menunjukkan perbaikan. “Yang menarik, terdapat paradoks bahwa ternyata angka kerugiannya juga meningkat,” katanya.

Politisi Fraksi PKB ini menilai kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi BPK agar fungsi pemeriksaan dan pengawasan tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif. Menurutnya, hasil pemeriksaan harus mampu memberikan dampak terhadap pembenahan sistem pengelolaan pemerintahan daerah.

Karena itu, Komisi XI menyarankan agar kinerja pengawasan BPK diarahkan semakin kuat pada upaya memperbaiki sistem dan tata kelola pemerintahan. Dengan demikian, rekomendasi hasil pemeriksaan tidak hanya menghasilkan peningkatan kepatuhan administratif, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas penggunaan anggaran daerah.

“Kami menyarankan kepada BPK agar kinerja pengawasan itu bisa berefek betul terhadap perbaikan sistem, perbaikan tata kelola dan pada akhirnya meningkatkan kualitas dari penggunaan anggaran yang ada di pemerintah daerah,” pungkas legislator Dapil Jateng X tersebut.

DPR RI Hanif Dhakiri Paradoks Pengelolaan Keuangan Sultra Wakil Ketua Komisi XI DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Sah! Habiburokhman Pimpin Panja RUU Perampasan Aset

Oktober 27, 2026

Chusnunia Tekankan Pemulihan Habitat dan Pencegahan Karhutla di Way Kambas

Oktober 27, 2026

Korporasi Pembakar Hutan Hanya Disanksi Administratif, Citra Pemerintah Dinilai Lemah Soal Penegakkan Hukum

Oktober 27, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Sah! Habiburokhman Pimpin Panja RUU Perampasan Aset

DPR Oktober 27, 2026

Komisi III DPR RI resmi menetapkan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, sebagai Ketua Panitia…

Chusnunia Tekankan Pemulihan Habitat dan Pencegahan Karhutla di Way Kambas

Oktober 27, 2026

Korporasi Pembakar Hutan Hanya Disanksi Administratif, Citra Pemerintah Dinilai Lemah Soal Penegakkan Hukum

Oktober 27, 2026

BKSAP: Potensi Ekonomi Toba Dapat Dioptimalkan ke Kancah Global

Oktober 27, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?