Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

September 15, 2026

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Soroti Gangguan KRL Bogor, Teguh Iswara Ingatkan Pentingnya Komunikasi Publik

September 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Literasi Berbasis Kompetensi PISA Butuh Konsistensi Kebijakan di Lapangan
DPR

Literasi Berbasis Kompetensi PISA Butuh Konsistensi Kebijakan di Lapangan

RedaksiBy RedaksiSeptember 14, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa penguatan literasi, numerasi, serta integrasi science, technology, engineering, and mathematics (STEM) berbasis kompetensi PISA yang digaungkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus diiringi dengan konsistensi kebijakan yang nyata di lapangan. Politisi Fraksi Partai NasDem itu juga mengingatkan bahwa tanpa eksekusi yang berkelanjutan, program tersebut berisiko berhenti sebagai wacana seremonial belaka.


“Kebijakan pendidikan yang baik, tidak cukup hanya diumumkan. Yang menentukan adalah apakah ia konsisten dijalankan, dievaluasi, dan diperbaiki dari waktu ke waktu,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis yang diterima koranmerdeka.co, di Jakarta, Senin (14/9/2026)


Rerie, sapaan akrab Lestari, menanggapi sejumlah langkah Kemendikdasmen yang membagikan praktik transformasi pendidikan melalui penguatan budaya literasi, numerasi, dan pendekatan STEM berbasis PISA di sejumlah sekolah. Rerie yang juga Wakil Ketua MPR itu menyoroti bahwa persoalan literasi dan numerasi di Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar.


Data Asesmen Nasional 2025 menunjukkan baru 55,7% siswa sekolah dasar yang mencapai batas minimum kompetensi literasi membaca. Sementara itu, sekitar 50% siswa Indonesia secara umum belum mencapai kompetensi minimum dalam literasi dan numerasi.


“Angka-angka ini menunjukkan bahwa persoalan kualitas pembelajaran belum sepenuhnya teratasi. Akses pendidikan memang penting, tetapi kualitas juga harus menjadi prioritas,” tegasnya.


Rerie juga mengingatkan bahwa peningkatan skor PISA Indonesia patut disyukuri, namun tidak boleh membuat lengah. Skor sains Indonesia tercatat naik enam poin menjadi 389, dan skor membaca naik enam poin menjadi 365. Namun, tambah dia, skor matematika justru turun dua poin menjadi 364 jika dibandingkan dengan periode PISA 2022.


“Kenaikan di beberapa bidang perlu diapresiasi, tetapi penurunan di matematika menjadi catatan merah yang harus direspons serius,” ujarnya.


Karena itu, ia menekankan, pentingnya konsistensi dalam tiga hal utama. Yaitu, penguatan kapasitas guru harus menjadi prioritas berkelanjutan, bukan program sekali jalan.
“Pelatihan guru dalam komunitas belajar, pembelajaran STEM, coding, dan kecerdasan artifisial harus benar-benar sampai ke kelas dan memberikan dampak pada cara mengajar,” ujar Rerie .


Selain itu, ia mendesak agar program literasi dan numerasi diintegrasikan secara sistematis ke dalam asesmen dan kurikulum, seperti yang sudah diterapkan di beberapa sekolah di tanah air. “Yang harus dijamin adalah keberlanjutan praktik baik ini. Jangan sampai hanya bergantung pada sosok kepala sekolah atau guru tertentu. Sistemnya harus kuat,” ujarnya .


Legislator Dapil II Jawa Tengah itu juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Data BPS menunjukkan, kepemilikan komputer atau laptop untuk keperluan belajar di perkotaan mencapai 65%, sementara itu di perdesaan hanya sekitar 28%. “Ketimpangan ini akan menghambat transformasi yang berbasis teknologi. Diperlukan intervensi khusus untuk daerah-daerah tertinggal,” tegasnya.


Rerie juga mengapresiasi pendekatan ‘Belajar Mendalam’ yang mendorong pembelajaran menjadi lebih bermakna, dan menyenangkan. Namun, ia mengingatkan bahwa pendekatan tersebut membutuhkan dukungan sumber daya yang memadai, mulai dari bahan ajar, media pembelajaran, hingga kesejahteraan guru.


“Tanpa dukungan menyeluruh, perubahan pendekatan hanya akan membebani guru di lapangan,” ujar Rerie.


Ia menegaskan bahwa membangun fondasi nalar kritis generasi penerus bangsa memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan orang tua untuk mewujudkannya. “Literasi dan numerasi bukan sekadar target asesmen. Ini adalah fondasi daya saing bangsa. Kita harus konsisten, sabar, dan serius menjalankannya,” pungkas Rerie.

Anggota Komisi X DPR RI DPR RI Lestari Moerdijat Literasi Berbasis Kompetensi PISA Butuh Konsistensi Kebijakan di Lapangan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

September 15, 2026

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Soroti Gangguan KRL Bogor, Teguh Iswara Ingatkan Pentingnya Komunikasi Publik

September 14, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Perjelas Pembagian Kewenangan Penyidik, Jaksa, dan Pengadilan dalam Perampasan Aset: Jangan Satu Institusi!

DPR September 15, 2026

Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset harus memperkuat mekanisme check and balance dalam setiap tahapan perampasan dan pengelolaan…

RUU Perampasan Aset Harus Cegah Perbedaan Nilai Kerugian, Buka Ruang Evaluasi UU secara Berkala

September 15, 2026

Soroti Gangguan KRL Bogor, Teguh Iswara Ingatkan Pentingnya Komunikasi Publik

September 14, 2026

Perkuat Pendampingan Jemaah Haji, Seluruh Petugas Diusulkan Dibekali Materi Fikih

September 14, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?