Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aspek Keselamatan Jalan Tol Harus Dapat Porsi Lebih Besar dalam Pemenuhan Indikator SPM

Juni 10, 2026

RUU Desain Industri Harus Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Kreatif dan Inovasi Nasional

Juni 10, 2026

Obon Tabroni Desak Evaluasi KRIS hingga Transparansi Biaya Operasional BPJS Kesehatan

Juni 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Nobar Piala Dunia Masih Bersifat Jawa Sentris, Putra Nababan Ungkap Kekecewaan terhadap TVRI
DPR

Nobar Piala Dunia Masih Bersifat Jawa Sentris, Putra Nababan Ungkap Kekecewaan terhadap TVRI

RedaksiBy RedaksiJuni 10, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA dengan agenda Evaluasi Kinerja dan Serapan Anggaran Semester I Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mempertanyakan keberpihakan TVRI terhadap masyarakat di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur jelang kick-off Piala Dunia. Putra mengaku kecewa karena berbagai program yang disusun TVRI masih terkesan berpusat di Pulau Jawa. Salah satu sorotannya adalah kegiatan “Nonton Bareng” (Nobar) pembukaan Piala Dunia yang dipusatkan di Jakarta dan Bandung.

Hal itu disampaikan Putra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA dengan agenda Evaluasi Kinerja dan Serapan Anggaran Semester I Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

“Kok kick-off awalnya itu Jakarta Bandung, kenapa gak dibikin di Ambon? Kenapa gak dibikin di NTT? Kenapa gak dibikin di Papua? Kenapa gak dibikin di Makassar? Kenapa? Piala Dunia ini punya kita semua, bukan ‘jawa sentris’ Pulau Jawa saja,” ujar Putra. 

Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai antusiasme masyarakat terhadap sepak bola di kawasan Indonesia Tengah dan Timur sangat tinggi. Karena itu, momentum Piala Dunia seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kehadiran TVRI di daerah-daerah yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses siaran.

“Sudah saya warning berkali-kali bahwa kita punya saudara-saudara ada di Indonesia Tengah, Indonesia Timur yang luar biasa cintanya sama bola. Kalau ini pernah disuarakan kalau TVRI ini adalah program Presiden untuk semua masyarakat Indonesia tolong lakukan, dan ini tidak tercermin dari anggaran yang sudah ada,” tandas Putra.

Lebih lanjut, Putra menyoroti realisasi anggaran Pusat Pendidikan dan Pelatihan TVRI yang baru mencapai 16 persen. Padahal, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas penyiaran ajang internasional seperti Piala Dunia.

“Saya tidak melihat dari paparan unit kerja yang ada keberpihakan ada perbaikan terhadap jangkauan saudara-saudara kita yang ada di Indonesia Tengah dan Indonesia untuk bisa menyaksikan tayangan yang ada dalam TVRI nanti,” tandasnya.

Putra berharap TVRI segera mengambil langkah konkret untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memperoleh akses yang setara terhadap tayangan Piala Dunia. Menurutnya, keberpihakan terhadap Indonesia Tengah dan Indonesia Timur harus tercermin tidak hanya dalam perencanaan program, tetapi juga dalam pelaksanaan dan penggunaan anggaran.

“Ini merupakan kekecewaan kita setelah kita berbusa-busa berbuih-buih rapat tertutup, rapat terbuka ternyata hasilnya itu masih berpihak pada daerah-daerah yang memang masih menjadi jangkauan TVRI dan penambahannya dari 75% hanya nambah 2% menjadi 77%. Waktunya tidak lama lagi kick-off sudah sebentar beberapa hari lagi,” seru Putra mengingatkan. 

Anggota Komisi VII DPR RI DPR RI Nobar Piala Dunia Masih Bersifat Jawa Sentris Putra Nababan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Aspek Keselamatan Jalan Tol Harus Dapat Porsi Lebih Besar dalam Pemenuhan Indikator SPM

Juni 10, 2026

RUU Desain Industri Harus Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Kreatif dan Inovasi Nasional

Juni 10, 2026

Obon Tabroni Desak Evaluasi KRIS hingga Transparansi Biaya Operasional BPJS Kesehatan

Juni 10, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Aspek Keselamatan Jalan Tol Harus Dapat Porsi Lebih Besar dalam Pemenuhan Indikator SPM

DPR Juni 10, 2026

Aspek keselamatan jalan tol diminta mendapat porsi lebih besar dalam indikator Standar Pelayanan Minimum (SPM)…

RUU Desain Industri Harus Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Kreatif dan Inovasi Nasional

Juni 10, 2026

Obon Tabroni Desak Evaluasi KRIS hingga Transparansi Biaya Operasional BPJS Kesehatan

Juni 10, 2026

Soroti Klaim BPJS Kesehatan, Heru Tjahjono : Ini Bukan Hanya Soal Angka

Juni 10, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?