Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Soroti Kompleksitas Tantangan Hutan Indonesia

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Lindungi Jemaah Resiko Tinggi, Rieke Usulkan Sistem Terpadu Layanan Haji
DPR

Lindungi Jemaah Resiko Tinggi, Rieke Usulkan Sistem Terpadu Layanan Haji

RedaksiBy RedaksiMei 25, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Rieke Diah Pitaloka di Makkah/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendorong pemerintah memperkuat integrasi data kesehatan, asuransi, dan layanan keimigrasian guna meningkatkan perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 H/2026 M.

Dalam rilis yang disampaikan kepada Parlementaria di Makkah, Senin (25/5/2026), Rieke menilai penguatan sistem terpadu menjadi kebutuhan mendesak mengingat jumlah jemaah Indonesia yang mencapai sekitar 221 ribu orang dan sebagian di antaranya merupakan kelompok lansia maupun berisiko tinggi.

Menurut dia, layanan kesehatan di Arab Saudi sebenarnya telah tersedia melalui sistem Council Health Insurance (CHI), operator asuransi Tawuniya, dan Total Care Saudi yang terkoneksi dengan visa haji internasional. Namun, koordinasi data dari Indonesia dinilai masih perlu diperkuat agar pelayanan kepada jemaah dapat berlangsung lebih cepat dan tepat.

“Persoalan utamanya adalah belum adanya integrasi data, protokol layanan, dan komando terpadu dari Indonesia,” kata Rieke.

Ia menjelaskan, rumah sakit di Saudi kerap menerima jemaah dalam kondisi darurat tanpa akses penuh terhadap riwayat penyakit, alergi obat, maupun data komorbid pasien. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kecepatan penanganan medis, terutama pada fase Armuzna yang identik dengan kepadatan aktivitas dan mobilitas jemaah.

Karena itu, Rieke meminta perlindungan jemaah tidak lagi berjalan secara sektoral. Ia menekankan pentingnya kerja terpadu antara Kementerian Haji, Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, serta otoritas keimigrasian dalam satu sistem layanan yang responsif.

Selain itu, ia menilai peran Konjen RI di Jeddah dan KJRI Makkah perlu diperkuat sebagai pusat koordinasi lapangan, termasuk dalam perlindungan WNI, fasilitasi layanan rumah sakit Saudi, koordinasi klaim asuransi, hingga penanganan persoalan keimigrasian jemaah.

“Yang dibutuhkan jamaah bukan ego kewenangan, melainkan negara yang hadir cepat, terhubung, dan mampu menyelamatkan nyawa,” ujar Politisi Fraksi PDI-Pejuangan ini.

Sebagai langkah jangka pendek selama puncak haji, Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Rieke Diah Pitaloka merekomendasikan integrasi dan verifikasi data kesehatan jemaah ke sistem Saudi, penguatan layanan medis bagi lansia dan jemaah risiko tinggi, hotline terpadu BPJS–Konjen RI–Daker Haji selama 24 jam, serta pembentukan posko gabungan kesehatan dan keimigrasian di Makkah dan Madinah.

Sementara untuk jangka panjang, pemerintah didorong segera membangun protokol terpadu perlindungan jemaah, menyusun nota kesepahaman antara BPJS RI dengan CHI dan Tawuniya, serta mengembangkan integrasi data kesehatan, asuransi, dan keimigrasian secara real time.

Rieke menegaskan, puncak ibadah haji tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi jemaah, tetapi juga menjadi ukuran kesiapan negara dalam memastikan seluruh warga mendapat perlindungan optimal sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

“Timwas Haji DPR RI dan pemerintah harus berfokus pada pelayanan jamaah, bukan ibadah personal,” tuturnya. 

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI DPR RI Rieke Diah Pitaloka Rieke Usulkan Sistem Terpadu Layanan Haji
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Soroti Kompleksitas Tantangan Hutan Indonesia

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

DPR Juni 8, 2026

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, memberikan apresiasi mendalam terhadap langkah nyata…

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Soroti Kompleksitas Tantangan Hutan Indonesia

Juni 8, 2026

DPR dan Pemerintah Percepat Perbaiki Tata Kelola Ekspor Demi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Negara

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?