Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»BKSAP Ingatkan: AI Hanya Alat, Bukan Penentu Arah Peradaban
DPR

BKSAP Ingatkan: AI Hanya Alat, Bukan Penentu Arah Peradaban

RedaksiBy RedaksiApril 28, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Abu Bakar Al Habsyi dalam Kunjungan kerja reses BKSAP DPR RI di Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Abu Bakar Al Habsyi, menegaskan bahwa penyusunan regulasi kecerdasan buatan (AI) tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang dengan melibatkan akademisi dan para ahli agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.


Dalam kunjungan kerja ke Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah BKSAP menggelar diskusi interaktif bersama civitas akademika untuk menghimpun ide dan gagasan strategis terkait ketahanan digital dan perumusan kebijakan AI di Jakarta, Senin (27/4/2026), demikian diungkapkanya usai mengikuti Kunjungan Kerja yang di Pimpin Wakil Ketua BKSAP, Bramantyo.


Habib Abu Bakar Al Habsyi menekankan bahwa teknologi pada dasarnya hanyalah alat, sementara dampaknya sangat ditentukan oleh manusia yang menggunakannya. “Kalau kita bicara AI, kita bicara regulasi. Teknologi itu hanya sarana dan alat, tergantung siapa yang menggunakan. Regulasi berperan sebagai aturan mainnya,” ujarnya.


Ia menyoroti pentingnya keterlibatan akademisi dalam proses penyusunan kebijakan. Menurutnya, kampus merupakan pusat lahirnya gagasan besar yang menjadi fondasi dalam merancang undang-undang. “Kerja sama dengan akademisi itu penting. Dari pendidikanlah segala sesuatu bermula. Kampus adalah tempat lahirnya ide-ide besar untuk bangsa,” katanya.


Habib juga mengakui bahwa selama ini komunikasi antara parlemen dan akademisi belum sepenuhnya terbuka. Karena itu, DPR perlu aktif menjalin dialog agar tercipta saling pemahaman. “Parlemen harus datang, menjelaskan apa yang terjadi di DPR. Kita ingin membuka ruang kerja sama yang positif dan saling mengerti,” tambahnya.


Ia menjelaskan, dalam setiap penyusunan undang-undang, DPR membutuhkan kontribusi dari para ahli di berbagai bidang. Perguruan tinggi dinilai memiliki sumber daya intelektual yang sangat berharga. “Kita tidak bisa membuat undang-undang tanpa profesor, doktor, dan peneliti. Pusat gagasan itu ada di kampus-kampus seluruh Indonesia,” tegasnya.


Habib juga mengapresiasi Fakultas Adab dan Humaniora sebagai ruang dialog yang dinilai memiliki nilai strategis dalam membahas aspek etika dan peradaban di tengah perkembangan teknologi.


Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kecerdasan buatan tidak boleh dijadikan pusat utama dalam kehidupan, melainkan sebagai alat bantu untuk mempermudah aktivitas manusia. “AI itu membantu, tapi bukan fokus utama. Cara belajar, membaca, dan berpikir tetap kembali ke manusia,” jelasnya.


Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat harus diimbangi dengan kemampuan manusia dalam mengelolanya secara bijak. “Kita harus pandai memanfaatkan teknologi, bukan teknologi yang memanfaatkan kita,” pungkasnya.


Dalam diskusi hadir Anggota BKSAP DPR RI Surya Utama, Dekan Fakultas Adab dan Humainora UIN Syariff Hidayatullah Jakarta Guru Besar Fakultas Adab dan Humainora UIN Syariff Hidayatullah Jakarta, Jajat Burhanudin, Usep Abdul Matin dan Dosen Fakultas Adab dan Humainora UIN Syariff Hidayatullah Jakarta Maria Ulfa serta mahasiswa dan mahasiswi. 

Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI BKSAP Ingatkan: AI Hanya Alat DPR RI Habib Abu Bakar Al Habsyi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?