Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Mafirion Minta Menteri HAM Fokus Selesaikan PR Penegakan HAM

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Perubahan Tata Ruang Tak Terkendali Ancam Masa Depan Ketahanan Pangan
DPR

Perubahan Tata Ruang Tak Terkendali Ancam Masa Depan Ketahanan Pangan

RedaksiBy RedaksiApril 8, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi II DPR RI, Jazuli Juwaini, saat Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Banten/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Perubahan tata ruang yang dinilai semakin mudah terjadi pascareformasi dinilai berpotensi mengancam kemandirian pemenuhan kebutuhan pokok nasional di masa depan. Alih fungsi lahan pertanian, khususnya di kawasan Pantai Utara (Pantura), disebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Jazuli Juwaini saat Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Banten, Selasa (7/4/2026). Hadir dalam acara tersebut, perwakilan Kementerian ATR/BPN, Kepala dan jajaran Kanwil ATR/BPN Provinsi Banten, Kepala dan jajaran Kantor Pertanahan Kota Tangerang, serta perwakilan Kementerian Dalam Negeri.

Jazuli menyoroti perubahan besar yang terjadi pada kawasan Pantura yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, mulai dari Karawang hingga wilayah utara Provinsi Banten seperti Serang. Menurutnya, perubahan fungsi lahan yang terus berlangsung tanpa kontrol yang kuat dapat meningkatkan ketergantungan Indonesia terhadap pasokan kebutuhan pokok dari luar negeri.

“Tata ruang sekarang memang adanya di ATR/BPN tetapi tetap melibatkan kepala daerah. Tidak mungkin menetapkan tata ruang di ATR/BPN tanpa ada usulan dari kepala daerah. Saya terus terang saja sebagai anak petani itu sedih karena sawah sudah berubah semua sekarang. Akhirnya ke depan ketergantungan kita terhadap luar itu bisa makin besar,” ujar legislator Dapil Banten II itu.

Ia mengingatkan, ketika lahan untuk menanam kebutuhan pokok semakin berkurang, maka sumber daya strategis lainnya juga berpotensi terpinggirkan. Sebagai perumpamaan, ia menyinggung negara kaya seperti Brunei yang meski memiliki sumber daya besar, tetap bergantung pada pasokan kebutuhan pokok dari luar. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pelajaran agar Indonesia tetap menjaga ruang bagi sektor agraris dan ketahanan pangan nasional.

“Saya ingin ke depan, di sini ada sama-sama komitmen. Maksud saya, kepala daerah tolong juga dikasih tahu. Jangan sampai ada pengusaha datang ‘nenteng’ sesuatu lalu berubah tata ruang. Ini kan juga terjadi, ada oknum-oknumnya,” sindir politisi Fraksi PKS tersebut.

Selain pemerintah daerah, Jazuli juga menekankan peran ATR/BPN agar tidak hanya berfokus pada target administratif seperti penerbitan sertifikat. Ia berharap ATR/BPN juga aktif memberikan pandangan strategis sebelum usulan perubahan tata ruang diproses, terutama yang berkaitan dengan kawasan pertanian dan kegiatan agraris.

“Nah, di sini peran BPN juga jangan asal suratnya checklist-checklist-checklist-beres! Jadi BPN bukan hanya mengejar harus dicap selesai, tapi juga boleh memberikan insight, view lain,” sambungnya.

Ia menilai perubahan tata ruang yang tidak terkendali dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi mendatang. Karena itu, sisa lahan produktif yang masih ada harus dijaga sebagai bagian dari upaya mempertahankan kemandirian kebutuhan pokok nasional serta keberlanjutan bagi anak cucu di masa depan. 

Anggota Komisi II DPR RI DPR RI Jazuli Juwaini Perubahan Tata Ruang Tak Terkendali Ancam Masa Depan Ketahanan Pangan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Mafirion Minta Menteri HAM Fokus Selesaikan PR Penegakan HAM

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

DPR Juni 8, 2026

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, memberikan apresiasi mendalam terhadap langkah nyata…

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Mafirion Minta Menteri HAM Fokus Selesaikan PR Penegakan HAM

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Soroti Kompleksitas Tantangan Hutan Indonesia

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?