Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi VII Dalami Mekanisme Penayangan Film Nasional di Bioskop
DPR

Komisi VII Dalami Mekanisme Penayangan Film Nasional di Bioskop

RedaksiBy RedaksiApril 7, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama asosiasi dan perusahaan perfilman di Nusantara I, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama asosiasi dan perusahaan perfilman di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Rapat ini difokuskan pada pendalaman mekanisme penayangan film ke penyelenggara bioskop di Indonesia.


Dalam rapat tersebut, Rahayu meminta pandangan komprehensif dari para pelaku industri, khususnya pengelola jaringan bioskop dan asosiasi perfilman, terkait sistem distribusi dan penayangan film nasional yang saat ini berlaku. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang adil tanpa merugikan pihak manapun.


“Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional meminta penjelasan dari asosiasi dan pengelola layar lebar mengenai mekanisme penayangan film di bioskop. Kami ingin mengetahui apakah ada kebijakan yang perlu diperbaiki untuk mendukung keberpihakan negara terhadap film nasional,” ujar Rahayu.


Ia menjelaskan, Indonesia menganut pendekatan ekonomi hybrid yang tidak sepenuhnya kapitalistik maupun sosialis. Oleh karena itu, menurutnya, negara perlu hadir untuk menutup celah yang tidak dapat dijangkau oleh mekanisme pasar, termasuk dalam industri perfilman.


Dalam konteks tersebut, Rahayu menyinggung peran BUMN seperti PT Produksi Film Negara (PFN) yang dinilai dapat menjadi instrumen negara dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional, termasuk rencana pengembangan jaringan bioskop guna menambah jumlah layar bagi film Indonesia.


“Permasalahan utama yang kita hadapi adalah keterbatasan layar. Produksi film nasional terus meningkat, namun jumlah layar yang tersedia belum mampu mengakomodasi semuanya,” jelasnya.


Berdasarkan data industri, produksi film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Pada 2023, jumlah film nasional yang dirilis mencapai lebih dari 200 judul, sementara total layar bioskop di Indonesia masih berkisar di angka 2.000–2.500 layar, yang sebagian besar dikuasai oleh jaringan besar seperti Cinema XXI, CGV Cinemas, dan Cinépolis.


Kondisi tersebut, menurut Rahayu, menciptakan kompetisi ketat antara film nasional dan film impor yang umumnya memiliki dukungan distribusi dan pemasaran lebih kuat. Ia juga menyoroti adanya perjanjian bisnis antara jaringan bioskop dengan distributor asing yang turut memengaruhi komposisi film yang ditayangkan.


Meski demikian, Rahayu mengapresiasi munculnya bioskop-bioskop di daerah yang secara khusus mengangkat film lokal. Ia menilai hal tersebut sebagai peluang untuk memperluas akses sekaligus memperkuat identitas budaya daerah melalui perfilman.


“Ke depan, kita perlu mendorong lahirnya lebih banyak bioskop dengan skala beragam, termasuk yang fokus pada film lokal. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri,” ujarnya.


Selain itu, Rahayu juga meminta transparansi dari pihak bioskop terkait sistem kurasi dan distribusi layar, termasuk alasan perbedaan jumlah layar yang diberikan kepada film tertentu.


“Kami ingin mendapatkan gambaran mengenai persentase film nasional yang tayang serta bagaimana sistem kurasi dilakukan. Misalnya, mengapa satu film mendapat 20 layar, sementara yang lain bisa mencapai 50 layar. Ini penting agar kami memahami dinamika di lapangan,” tegasnya.


Ia menambahkan, aspek pemasaran film juga akan menjadi perhatian Panja, meskipun tidak selalu harus diatur dalam undang-undang. Menurutnya, penguatan regulasi turunan dapat menjadi solusi untuk menciptakan distribusi film yang lebih berkeadilan.


Hasil dari pendalaman ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi Panja Komisi VII guna memperkuat kebijakan nasional di sektor perfilman, khususnya dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan film nasional di tengah persaingan global. 

DPR RI Komisi VII Dalami Mekanisme Penayangan Film Nasional di Bioskop Rahayu Saraswati Wakil Ketua Komisi VII DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

DPR April 16, 2026

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meraih penghargaan dalam ajang KWP Awards 2026 pada…

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026

Raih KWP Award 2026, Demokrat Komitmen Jaga Kesejahteraan Rakyat

April 16, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?