Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi X Temukan Lemahnya Integrasi Data Statistik Daerah di Sulteng
DPR

Komisi X Temukan Lemahnya Integrasi Data Statistik Daerah di Sulteng

RedaksiBy RedaksiApril 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi X DPR RI menyoroti masih lemahnya implementasi regulasi statistik di daerah, khususnya terkait integrasi data dan pemanfaatannya dalam perumusan kebijakan. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah.


Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mengatakan, data statistik memiliki peran krusial dalam perumusan kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Karena itu, kualitas data harus terjamin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Data statistik harus menjadi landasan utama dalam pengambilan kebijakan agar tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya dalam sambutannya, di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026).


Namun demikian, Komisi X mencatat sejumlah persoalan mendasar dalam pengelolaan statistik di daerah. Salah satunya adalah belum optimalnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menghasilkan data sektoral. Akibatnya, kata Esti, kerap terjadi perbedaan angka statistik hingga duplikasi pengumpulan data antar instansi.


Selain itu, integrasi sistem data antar perangkat daerah juga dinilai masih lemah. Berbagai sistem informasi yang dikembangkan OPD berjalan sendiri-sendiri dan belum terhubung dalam satu sistem terpadu. “Kondisi ini menyulitkan proses konsolidasi dan pemanfaatan data secara komprehensif,” ujarnya.


Komisi X juga menyoroti belum optimalnya penggunaan data statistik dalam perumusan kebijakan daerah. Meski data tersedia, pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy) dinilai belum diterapkan secara konsisten.


Di sisi lain, pelibatan perguruan tinggi dan lembaga non-pemerintah dalam pengelolaan statistik juga masih terbatas. Dalam kesempatan tersebut, Komisi X turut mengangkat sejumlah fenomena sosial-ekonomi nasional sebagai bahan diskusi dengan BPS dan pemerintah daerah.


Berdasarkan laporan Mandiri Institute (Februari 2026), jumlah kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan dari 47,9 juta jiwa pada 2024 menjadi 46,7 juta jiwa pada 2025. Proporsinya pun turun dari 17,1 persen menjadi 16,6 persen dari total populasi.


Sebaliknya, kelompok aspiring middle class justru meningkat signifikan sebesar 4,5 juta jiwa, dari 137,5 juta menjadi 142 juta jiwa, atau sekitar 50,4 persen populasi nasional. Sementara itu, data BPS menunjukkan tingkat kemiskinan pada September 2025 sebesar 8,25 persen atau 23,36 juta orang. Angka ini menurun dibandingkan Maret 2025 maupun September 2024.


Komisi X menilai dinamika tersebut menunjukkan pentingnya data statistik yang akurat dan terintegrasi untuk membaca kondisi sosial-ekonomi secara utuh. “Kami membutuhkan data yang tidak hanya tersedia, tetapi juga terintegrasi, valid, dan digunakan secara optimal dalam kebijakan pembangunan,” kata Esti.


Melalui kunjungan ini, Komisi X berharap dapat menghimpun berbagai masukan dari BPS, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat regulasi statistik nasional ke depan.

DPR RI Komisi X Temukan Lemahnya Integrasi Data Statistik Daerah di Sulteng My Esti Wijayati Wakil Ketua Komisi X DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?