Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Diklat Industri Sistem Ganda Dapat Tekan Kesenjangan Kompetensi
DPR

Diklat Industri Sistem Ganda Dapat Tekan Kesenjangan Kompetensi

RedaksiBy RedaksiFebruari 6, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Balai Diklat Industri (BDI) Medan di Kota Medan, Sumatera Utara/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong perluasan model pendidikan dan pelatihan industri berbasis sistem ganda (dual system) untuk menjawab kesenjangan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri. Khususnya, di daerah yang memiliki kawasan industri namun belum didukung lembaga diklat vokasi yang memadai.


Ia juga menyoroti konsep dan skema pelatihan di Balai Diklat Industri yang dinilainya sudah berjalan baik, terutama karena berbasis kebutuhan langsung perusahaan. Hendry pun menilai durasi pelatihan, pola rekrutmen peserta, hingga keterlibatan industri dalam sertifikasi sudah cukup baik.


Tercatat, program pelatihan industri umumnya berlangsung sekitar 12–16 hari secara intensif dengan sistem penuh waktu, dan satu angkatan diikuti sekitar 25–32 peserta. Program tersebut, menurutnya, menjadi contoh konkret link and match antara pelatihan dan kebutuhan industri. “Konsep dual system ini sudah tepat, karena pelatihan berbasis kebutuhan industri dan melibatkan praktisi langsung. Tapi skalanya masih terbatas,” ujar Hendry dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Balai Diklat Industri (BDI) Medan di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/2/2026).
.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan model pelatihan berbasis industri mampu mengurangi persoalan mismatch antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Berdasarkan paparan yang diterimanya dalam berbagai kunjungan kawasan industri, Hendry menyebut mismatch kompetensi masih tinggi dan menjadi kendala rekrutmen tenaga kerja.


Menurutnya, terdapat temuan di lapangan yang menunjukkan lebih dari separuh kebutuhan keterampilan industri belum sepenuhnya terpenuhi oleh lulusan pendidikan formal, bahkan sebagian perusahaan mengalami kesulitan dalam proses rekrutmen tenaga terampil.


Oleh sebab itu, ia mendorong agar model pelatihan seperti yang dijalankan BDI diperluas ke lebih banyak daerah, terutama provinsi dengan aktivitas industri yang terus tumbuh namun belum memiliki pusat diklat industri berbasis standar global. Secara khusus, dirinya juga menekankan pengembangan fasilitas pendidikan dan pelatihan vokasi industri di Provinsi Riau ditingkatkan secara berkala. 


Sebab itu, berharap diusahakan lantaran adanya paradoks kawasan industri berkembang tetapi belum ditopang lembaga pelatihan kompetensi industri yang memadai. Menutup pernyataan, melalui Komisi VII, dirinya akan membawa aspirasi tersebut dalam pembahasan lanjutan dengan mitra kementerian agar pengembangan SDM industri lebih merata dan langsung menjawab kebutuhan daerah industri baru.


“Di beberapa daerah kawasan industri sudah didukung pendidikan dan pelatihan berbasis standar industri global, pengajar dari praktisi, dan jalur penyaluran langsung ke industri tapi di Riau belum ada. Ini yang perlu kita dorong,” pungkas Politisi Fraksi PKS itu. 

Anggota Komisi VII DPR RI Diklat Industri Sistem Ganda Dapat Tekan Kesenjangan Kompetensi DPR RI Hendry Munief
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

DPR April 16, 2026

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meraih penghargaan dalam ajang KWP Awards 2026 pada…

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026

Raih KWP Award 2026, Demokrat Komitmen Jaga Kesejahteraan Rakyat

April 16, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?