Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Kawasan Industri BSD City Harus Mampu Jadi Percontohan Nasional soal Pemberdayaan UMKM dan CSR
DPR

Kawasan Industri BSD City Harus Mampu Jadi Percontohan Nasional soal Pemberdayaan UMKM dan CSR

RedaksiBy RedaksiJanuari 17, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke BSD City, Tangerang Selatan, Banten/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebagai salah satu pionir kawasan pergudangan dan industri yang tertata dengan konsep modern dan ramah lingkungan, Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) City dapat menjadi percontohan nasional. Hal ini, khususnya, dalam pengembangan kawasan industri yang komprehensif, ramah lingkungan, serta mampu memberdayakan dan menyerap tenaga kerja lokal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“UMKM menjadi kata kunci bagi pertumbuhan ekonomi kita, dan tenaga kerja lokal itu menjadi yang pertama harus mendapatkan perhatian. Industri yang kita lihat hari ini, BSD City merupakan kawasan industri yang luar biasa dan komprehensif. Ini menjadi contoh yang sangat baik dan saya harap Kementerian Perindustrian dapat menjadikannya referensi dalam penyusunan RUU Kawasan Industri,” jelas Hendry dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/1/2026).

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKS itu menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas dalam pengembangan kawasan industri. Selain itu, penguatan pendidikan vokasi juga dinilai sama pentingnya melalui penyelarasan yang konkret antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Tenaga kerja lokal harus mendapat perhatian utama, dan pendidikan vokasi harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Hendry.

Sebagai rujukan, Hendry mencontohkan praktik di Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi, di mana puluhan perusahaan industri berkolaborasi menentukan jurusan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan mereka. Menurutnya, model tersebut terbukti efektif dalam menciptakan tenaga kerja yang siap diserap industri sekaligus mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam rantai ekonomi kawasan.

“Kolaborasi industri dan pendidikan seperti ini membuat lulusan lebih siap kerja dan memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai link and match yang efektif antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri, diperlukan sistem yang menghubungkan langsung para lulusan SMK dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

 “Jadi kita ingin agar link and match ataupun match and link, kalau bahasa tadi match dulu baru kita link kan, ini betul-betul bisa terjadi dengan baik,” ujarnya.

Hendry menambahkan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi tenaga kerja lokal adalah kurangnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar. Ia mengungkapkan bahwa ketika tenaga kerja lokal sudah terhubung dengan pendidikan vokasi yang sesuai, maka perusahaan-perusahaan industri siap menerima mereka, bahkan menjamin 100 persen penyerapan tenaga kerja dari lulusan tersebut.

“Dengan cara ini, diharapkan tidak ada lagi pengangguran di kalangan lulusan SMK yang dihasilkan oleh kawasan industri,” tambahnya.

Hal senada turut disampaikan oleh Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay yang menekankan bahwa keberadaan kawasan industri harus memberikan kontribusi nyata bagi penguatan UMKM di sekitarnya. Menurutnya, pengembangan kawasan industri tidak dapat dipisahkan dari upaya pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah agar mampu tumbuh dan berdaya saing.

Saleh menuturkan, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembinaan usaha, pelatihan peningkatan kapasitas, hingga pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang telah menjadi kewajiban pelaku industri. Selain itu, keterlibatan industri dalam pendidikan vokasional juga dinilai penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

“UMKM di sini jumlahnya banyak, sehingga kami berharap perusahaan hadir melalui pembinaan, pelatihan, CSR, hingga dukungan pendidikan vokasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar kolaborasi antara industri dan masyarakat tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup aspek sosial dan lingkungan. Keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan, pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon, serta kerja sama dengan komunitas lokal dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab kawasan industri.

 “Pendekatan ini penting agar manfaat pembangunan kawasan industri dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekitar,” kata Saleh.

Sebelumnya Kepala Divisi CSR Sinarmas Adhityo Galih Priyambodo dalam paparannya menuturkan CSR Sinar Mas Land berkomitmen dan sangat concern untuk turut mengembangkan pendidikan, baik itu pendidikan formal maupun informal.

“Beberapa program CSR yang berkontribusi terhadap pendidikan di antaranya program Bina Sekolah (Sekolah Berhati), Pengembangan Budaya Literasi, Bantuan Pendidikan, Bantuan Sekolah, dan Green Camp,” imbuhnya.

Anggota Komisi VII DPR RI DPR RI Hendry Munief Kawasan Industri BSD City Harus Mampu Jadi Percontohan Nasional soal Pemberdayaan UMKM dan CSR
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?