Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gamal: Perbaiki Kualitas Tenaga Kerja dan Program Pemagangan di Bali

April 17, 2026

Pemagangan Harus Fokus pada Peningkatan Kompetensi, Bukan Eksploitasi

April 17, 2026

Pembentukan Holding BUMN Logistik Harus Mitigasi Gejolak Internal Perubahan Struktur Perusahaan

April 17, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Revisi UU Persaingan Usaha Tekankan Regulasi terkait Dumping Digital dan Predatory Pricing
DPR

Revisi UU Persaingan Usaha Tekankan Regulasi terkait Dumping Digital dan Predatory Pricing

RedaksiBy RedaksiNovember 7, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Perdagangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menekankan pentingnya pembahasan aspek predatory pricing dan dumping digital dalam revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Ia menilai, fenomena praktik usaha digital yang tidak adil, seperti subsidi silang, promosi besar-besaran, hingga cashback berlebihan, telah memukul pelaku UMKM di berbagai sektor.

Menurut Darmadi, kehadiran negara melalui penguatan fungsi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjadi sangat penting untuk mengawasi fenomena ini. “Harapan masyarakat adalah agar kinerja KPPU bisa membaik. Tapi jangan sampai KPPU menjadi monster bagi pelaku usaha. Harus ada keseimbangan antara menjaga iklim usaha dan menegakkan hukum persaingan yang sehat,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Perdagangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Ia menyampaikan, banyak pelaku usaha kecil menengah, khususnya di sektor tekstil, kini berada di ambang kebangkrutan akibat praktik bisnis digital yang tidak sehat. Darmadi mencontohkan kondisi industri tekstil di Bandung dan Majalaya yang kini 70 persen di antaranya sudah tutup, sementara sisanya bertahan dalam kondisi sulit. 

“Banyak perusahaan tekstil sudah menggadaikan mesinnya demi menutupi utang dan membayar pegawai. Negara harus hadir, jangan sampai UMKM kita habis karena praktik dumping digital dari pelaku besar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Darmadi juga mengapresiasi upaya pemerintah dan KPPU dalam memasukkan isu-isu baru seperti ekonomi digital dan akal imitasi (artificial intelligence) dalam rancangan revisi. Namun ia menilai masih ada sejumlah kekosongan yang perlu segera diisi, seperti pengaturan algoritma digital dan solusi terhadap perilaku usaha tidak sehat di ranah daring.

“Masalah algoritma dan artificial intelligence belum banyak disentuh dalam draft ini, padahal dampaknya besar bagi pasar. Begitu juga dengan praktik predatory pricing dan dumping digital, ini harus masuk secara eksplisit dalam pasal-pasal revisi,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Selain itu, Darmadi mengusulkan agar mekanisme perubahan perilaku pelaku usaha dimasukkan secara rinci dalam undang-undang agar pelaksanaannya dapat diawasi dengan jelas. Ia juga menyoroti perlunya pengaturan tegas terhadap praktik dumping dan predatory pricing yang dilakukan oleh pelaku usaha asing.

“Ini bahaya sekali, karena pelaku usaha asing bisa menjual produk dari luar negeri dengan harga sangat murah. Saya usulkan agar diatur secara khusus, misalnya dengan menambahkan pasal 45A atau pasal 20 yang mengatur dumping dan predatory pricing oleh pelaku usaha asing,” jelas Darmadi.

Ia menegaskan, langkah revisi ini harus benar-benar diarahkan untuk menciptakan keadilan ekonomi dan melindungi UMKM dari dampak negatif persaingan global yang tidak sehat. “Kalau tidak segera diatur, bukan hanya pasar kita yang dikuasai asing, tapi juga masa depan UMKM akan lenyap. Ini momentum bagi DPR dan pemerintah untuk menghadirkan keadilan ekonomi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto DPR RI Revisi UU Persaingan Usaha Tekankan Regulasi terkait Dumping Digital dan Predatory Pricing
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Gamal: Perbaiki Kualitas Tenaga Kerja dan Program Pemagangan di Bali

April 17, 2026

Pemagangan Harus Fokus pada Peningkatan Kompetensi, Bukan Eksploitasi

April 17, 2026

Pembentukan Holding BUMN Logistik Harus Mitigasi Gejolak Internal Perubahan Struktur Perusahaan

April 17, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Gamal: Perbaiki Kualitas Tenaga Kerja dan Program Pemagangan di Bali

DPR April 17, 2026

Provinsi Bali mendapat sorotan serius lantaran didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan rendah yang menjadi tantangan…

Pemagangan Harus Fokus pada Peningkatan Kompetensi, Bukan Eksploitasi

April 17, 2026

Pembentukan Holding BUMN Logistik Harus Mitigasi Gejolak Internal Perubahan Struktur Perusahaan

April 17, 2026

Komisi X: Pemda Berperan Strategis Pastikan Keberhasilan Implementasi TKA di Daerah

April 17, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?