Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Mafirion Minta Menteri HAM Fokus Selesaikan PR Penegakan HAM

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Fikri Faqih Kritik Kebijakan Parsial dan Anggaran yang Tak Tepat Sasaran di Pendidikan
DPR

Fikri Faqih Kritik Kebijakan Parsial dan Anggaran yang Tak Tepat Sasaran di Pendidikan

RedaksiBy RedaksiSeptember 15, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih uasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan nasional membutuhkan sebuah rencana induk atau grand design yang komprehensif, bukan hanya kebijakan sektoral yang parsial. 


Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Jakarta pada Selasa (10/9/2025), bersama sejumlah alumni perguruan tinggi dan aliansi penyelenggara pendidikan swasta. Pria yang akrab disapa Fikri ini menyoroti berbagai isu mulai dari rusaknya sarana prasarana, kesejahteraan guru, hingga polemik UKT dan transparansi anggaran yang dinilai belum berpihak pada rakyat.


Menurut Fikri, sektor lain seperti pariwisata dan ekonomi kreatif sudah memiliki rencana induk yang jelas. Oleh karena itu, ia menilai sangat ironis jika pendidikan, yang menjadi fondasi pembangunan bangsa, justru belum memiliki grand design yang terukur dan berkeadilan. 


Legislator PKS dari daerah pemilihan (dapil) IX Jawa Tengah ini menyoroti data hingga tahun 2019 yang menunjukkan 75% ruang belajar di Indonesia dalam kondisi rusak, sementara kesejahteraan tenaga pendidik masih memprihatinkan. 


“Bagaimana kita bicara kualitas, jika sarana prasarana pendidikan rusak dan tenaga pendidik belum mendapat perlindungan memadai?” ujarnya.


Fikri juga menyinggung pendidikan vokasi yang justru menjadi salah satu penyumbang pengangguran tertinggi. Ia menilai hal ini menandakan adanya kekeliruan dalam konsep dan implementasi. “Kita butuh orientasi pendidikan yang jelas: berapa porsi akademik, berapa porsi vokasi, dan bagaimana link and match-nya dengan dunia kerja,” tegasnya.


Selain itu, ia mencontohkan kondisi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) seperti Sebatik, Kalimantan Utara, di mana ribuan anak pekerja sawit tidak bisa mengakses sekolah karena masalah administrasi. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa negara belum sepenuhnya berpihak pada warganya.


Terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Fikri mengkritik skema pendanaan pendidikan tinggi yang terlalu membebankan mahasiswa. Ia menjelaskan, jika pemerintah tidak menaikkan alokasi Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), maka kenaikan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) akan berujung pada kenaikan UKT. 


“Pendidikan tinggi hanya akan jadi privilege bagi yang mampu, bukan hak setiap warga negara,” katanya. Selain itu, Fikri juga mempertanyakan transparansi alokasi anggaran pendidikan 20% sesuai amanat konstitusi, terutama terkait keberadaan sekolah kedinasan.


Ia meminta pemerintah untuk memperjelas apakah sekolah-sekolah tersebut sudah termasuk dalam anggaran pendidikan atau tidak, agar tidak ada lagi pembebanan yang tidak jelas pada rakyat. 

Abdul Fikri Faqih Anggota Komisi X DPR RI DPR RI Fikri Faqih Kritik Kebijakan Parsial dan Anggaran yang Tak Tepat Sasaran di Pendidikan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Mafirion Minta Menteri HAM Fokus Selesaikan PR Penegakan HAM

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

DPR Juni 8, 2026

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, memberikan apresiasi mendalam terhadap langkah nyata…

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Mafirion Minta Menteri HAM Fokus Selesaikan PR Penegakan HAM

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Soroti Kompleksitas Tantangan Hutan Indonesia

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?