Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MIND ID Catat Pendapatan Rp139 Triliun Berkat Hilirisasi

April 24, 2026

Batam Torehkan Prestasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp17,4 Triliun

April 23, 2026

GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya

April 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»KEM-PPKF 2026 Tunjukkan Keseriusan Pemerintah Jawab Tantangan Global-Domestik
DPR

KEM-PPKF 2026 Tunjukkan Keseriusan Pemerintah Jawab Tantangan Global-Domestik

RedaksiBy RedaksiMei 23, 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Sukamta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Sukamta menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia pun mendukung penuh arah kebijakan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2026, khususnya dalam agenda reformasi fiskal dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional.

Menurut Sukamta, KEM-PPKF 2026 menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam menjawab tantangan global dan domestik dengan pendekatan fiskal yang ekspansif, terarah, dan terukur. Terlebih, defisit fiskal tetap dijaga pada kisaran 2,48 persen sampai dengan 2,53 persen produk domestik bruto (PDB).

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah yang tetap menjaga disiplin fiskal dengan defisit di kisaran 2,48–2,53 persen PDB, namun tetap mengedepankan keberpihakan kepada rakyat melalui delapan strategi pembangunan nasional,” ujar Sukamta dalam keterangan yang dikutip koranmerdeka.co, di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR yang digelar pada Selasa, (20/5), menyampaikan keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2026. Ia mengatakan, penyusunan KEM-PPKF Tahun 2026 dihadapkan pada perubahan yang drastis dan dramatis dari lanskap tatanan dan tata kelola dunia.

Menurutnya, dari perspektif forward looking, seluruh dunia disebut mengalami revisi ke bawah untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 dan 2026. International Monetary Fund (IMF) bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 hanya mencapai level 2,8% atau 0,5 percentage point lebih rendah dari proyeksi sebelum terjadinya perang tarif.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mengalami revisi ke bawah sebesar 0,4%. Sehingga diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% untuk tahun 2025 dan 2026.

Dengan adanya gejolak global, Menkeu mengatakan kebijakan fiskal 2026 diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi dalam rangka menuju Indonesia tangguh, mandiri, dan sejahtera.

Sri Mulyani juga mengatakan, kebijakan fiskal 2026 digunakan secara efektif dan selektif untuk meredam berbagai gejolak serta guncangan, namun dengan tetap terus mendukung agenda pembangunan jangka menengah.

Lebih lanjut, Sukamta pun sepakat dengan laporan Menkeu bahwa kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi sebagai prioritas pembangunan adalah penting. Ia menilai, hal tersebut bukan hanya jawaban atas krisis global yang sedang berlangsung, tetapi juga bagian dari upaya strategis menuju kemandirian bangsa.

“Kami mendukung penguatan program-program strategis seperti ketahanan pangan, makan bergizi gratis, pendidikan, dan perlindungan sosial. Program-program ini harus dijalankan dengan tata kelola yang baik agar benar-benar menjangkau rakyat kecil,” ungkap Politisi Fraksi PKS ini.

Selain itu, Pemerintah juga memberikan insentif fiskal secara terarah, selektif, dan terukur bagi sektor strategis yang mendukung akselerasi transformasi ekonomi untuk pendapatan negara akan mencapai kisaran 11,71% hingga 12,22% dari PDB.

Penguatan kualitas belanja dilakukan dengan melanjutkan efisiensi belanja operasional dan rekonstruksi belanja agar lebih produktif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat dengan belanja negara di kisaran 14,19% hingga 14,75% PDB.

Sukamta menyebut, reformasi fiskal memang perlu diarahkan pada peningkatan penerimaan negara yang adil dan efisien, serta belanja negara yang produktif dan tepat sasaran.

“Mobilisasi pendapatan harus menghindari beban berlebih bagi masyarakat kecil dan UMKM. Di sisi belanja, efektivitas dan efisiensi menjadi kata kunci agar setiap rupiah APBN menghasilkan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat,” terang Legislator dari Dapil DI Yogyakarta tersebut.

Sementara itu di tahun 2026, angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,5%–7,5%, tingkat pengangguran terbuka pada rentang 4,44%–4,96% dibandingkan target 2025 di 4,5%–5,0%, rasio gini ditargetkan dalam rentang 0,377–0,380 dibandingkan target 2025 di kisaran 0,379–0,382, dan Indeks Modal Manusia (IMM) juga ditargetkan membaik ke 0,57 dari target 2025 sebesar 0,56.

Di sisi lain, Sukamta menyoroti pentingnya harmonisasi fiskal pusat dan daerah agar pembangunan lebih merata dan berkeadilan. Khususnya dalam mendukung transformasi ekonomi di desa, penguatan koperasi, dan UMKM.

“Ini saatnya kita menjadikan APBN sebagai alat perjuangan untuk kedaulatan dan kesejahteraan. Kami di DPR siap bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berkeadilan,” tegas Sukamta.

Sebagai anggota Banggar DPR RI, Sukamta menekankan komitmennya untuk terus mengawal APBN agar tetap sehat, kredibel, dan berpihak pada kepentingan nasional.

“Semangat gotong royong antar-lembaga harus dibangun untuk menavigasi ekonomi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global,” tutupnya. 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI DPR RI KEM-PPKF 2026 Tunjukkan Keseriusan Pemerintah Jawab Tantangan Global-Domestik Sukamta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya

April 23, 2026

Mandeg 22 Tahun, DPR Tuntaskan Pembahasan RUU PPRT, Kawal Masa Transisi

April 21, 2026

Tok! RUU PPRT Sah Dibawa ke Paripurna, Tekankan Jaminan Sosial Kesehatan hingga Ketenagakerjaan

April 21, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

MIND ID Catat Pendapatan Rp139 Triliun Berkat Hilirisasi

Nasional April 24, 2026

Capaian kinerja Holding Industri Pertambangan pelat merah, MIND ID dinilai cukup solid, ditopang oleh integrasi…

Batam Torehkan Prestasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp17,4 Triliun

April 23, 2026

GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya

April 23, 2026

Mandeg 22 Tahun, DPR Tuntaskan Pembahasan RUU PPRT, Kawal Masa Transisi

April 21, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?