Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Soroti Kompleksitas Tantangan Hutan Indonesia

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»Nasional»DPR Minta Kemensos Perbaiki Penyaluran Bansos dan Program Pemberdayaan
Nasional

DPR Minta Kemensos Perbaiki Penyaluran Bansos dan Program Pemberdayaan

RedaksiBy RedaksiFebruari 9, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menilai program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) belum efektif. Menurutnya, meski Kemensos mendapat anggaran yang besar—bahkan pernah mencapai Rp100 triliun—hasilnya belum menunjukkan dampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Program yang ada sekarang hanya gono-gono wae dan tidak menyelesaikan masalah kemiskinan,” ujar Wachid dalam rapat kerja dengan Menteri Sosial di Ruang Rapat Komisi VIII, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Wachid menyoroti bahwa program bantuan sosial (bansos) tidak memberikan solusi jangka panjang. Ia meminta Kemensos berinovasi dan merancang program yang lebih efektif, terutama bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan rentan miskin.

“Bantuan seperti beras atau uang yang diberikan setiap bulan hanya memberikan bantuan sementara tanpa solusi permanen untuk keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan pentingnya evaluasi dan perbaikan program sosial agar manfaatnya lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, program yang diberikan harus mampu mendorong keluarga miskin untuk bangkit dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Evaluasi mendalam terhadap penerima bansos dan dampak nyata dari program-program tersebut sangat diperlukan agar pengentasan kemiskinan tidak sekadar menjadi formalitas tanpa hasil yang berarti.

“Data kemiskinan harus dievaluasi kembali, apakah sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika tidak, maka perlu ada perubahan,” tegasnya.

Senada dengan Wachid, Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad, menyoroti bahwa sekitar 40 persen penerima bansos tidak tepat sasaran. Banyak masyarakat yang tidak seharusnya menerima bantuan, tetapi tetap mendapatkannya akibat permasalahan dalam sistem pendataan dan alokasi yang belum akurat.

“Kemensos harus berani mengambil langkah tegas agar bantuan sosial tidak menjadi komoditas politik. Perlu ada surat edaran yang jelas untuk memastikan ketegasan dalam penyaluran bantuan, termasuk peran kepala desa dalam memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” katanya.

Achmad menegaskan bahwa fokus utama Kemensos seharusnya adalah menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan. Namun, ia menilai upaya ini belum berjalan maksimal.

“Ruh dari Kemensos adalah mengurangi kemiskinan, tetapi banyak program yang belum efektif. Pemberdayaan harus lebih dikuatkan dan terlihat jelas di lapangan,” ujarnya.

Untuk memastikan efektivitas program, Achmad menekankan pentingnya pengawasan dan pemutakhiran data secara berkala. Menurutnya, survei langsung perlu dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui siapa yang sudah keluar dari kemiskinan dan siapa yang masih berhak menerima bantuan.

“Jika pengawasan dilakukan dengan baik, angka kemiskinan akan terus menurun, dan ekonomi Indonesia bisa semakin baik,” pungkasnya. 

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

TASPEN: Pensiunan Tak Perlu Ajukan Permohonan untuk Cairkan Gaji Ke-13

Juni 3, 2026

Pabrik Baru MIND ID Mampu Olah 30 Ton per Tahun, Pengamat Optimis Hilirisasi Perkuat Added Value

Juni 3, 2026

MIND ID Catat Pendapatan Rp139 Triliun Berkat Hilirisasi

April 24, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

DPR Juni 8, 2026

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, memberikan apresiasi mendalam terhadap langkah nyata…

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Soroti Kompleksitas Tantangan Hutan Indonesia

Juni 8, 2026

DPR dan Pemerintah Percepat Perbaiki Tata Kelola Ekspor Demi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Negara

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?