Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Amin AK Minta Data Penerima Subsidi Energi Dibenahi agar Tepat Sasaran
DPR

Amin AK Minta Data Penerima Subsidi Energi Dibenahi agar Tepat Sasaran

RedaksiBy RedaksiOktober 12, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Amin saat kunjungan kerja reses Komisi XI DPR RI ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XI DPR RI Amin AK meminta pemerintah mengevaluasi penyaluran subsidi dan kompensasi energi agar lebih tepat sasaran. Ia menyoroti masih adanya masyarakat mampu yang menikmati manfaat subsidi, sementara sebagian masyarakat yang berhak justru belum memperoleh bantuan.

Dirinya menyampaikan hal tersebut kepada koranmerdeka.co di sela-sela Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026). Menurutnya, ketepatan penerima perlu menjadi perhatian utama agar alokasi anggaran subsidi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah perlu melakukan manajemen fiskal sebaik-baiknya agar subsidi benar-benar jatuh kepada orang-orang yang berhak. Orang yang sudah sangat mampu seharusnya tidak lagi menikmati subsidi listrik dan bantuan BBM dalam jumlah besar,” ujar Amin.

Ia menegaskan, pembenahan perlu mencakup berbagai jenis bantuan energi, mulai dari subsidi listrik dan bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon. Penataan penerima diperlukan agar anggaran subsidi dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan tidak membebani keuangan negara secara berlebihan.

Ia juga menyoroti penggunaan pengelompokan desil kesejahteraan sebagai salah satu acuan dalam menentukan penerima bantuan. Pemerintah, tegasnya, perlu memastikan data yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat agar penyaluran subsidi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Selain ketepatan sasaran, ia mengingatkan besarnya anggaran subsidi dan kompensasi energi yang harus ditanggung negara. Apabila tidak dikelola secara optimal, belanja tersebut berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, ia turut menyoroti tekanan terhadap APBN akibat berbagai kewajiban belanja, termasuk pembayaran bunga utang, belanja pegawai, dan transfer ke daerah (TKD). Berdasarkan data yang disampaikannya, sekitar 19 persen pendapatan negara digunakan untuk membayar bunga utang.

“Ruang fiskal kita menjadi semakin sempit. Padahal, anggaran tersebut juga dibutuhkan untuk pembangunan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, subsidi dan kompensasi harus dikelola dengan lebih baik,” jelas politisi Fraksi PKS tersebut.

Ia turut menyoroti inclusion error, yakni kondisi ketika masyarakat yang tidak memenuhi kriteria justru menerima bantuan. Dirinya menyebut ketidaktepatan penyaluran tersebut dapat mencapai 60 persen berdasarkan data yang dirujuknya. 

Karena itu, Amin menekankan pentingnya perbaikan pendataan dan mekanisme distribusi agar bantuan tidak salah sasaran. Dalam konteks pembenahan data, DPR RI bersama pemerintah sebelumnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-9 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Selasa (6/10/2026) lalu.

Kehadiran regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola dan integrasi data, termasuk mendukung ketepatan penentuan penerima subsidi energi. Dengan data yang lebih akurat, penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih adil dan penggunaan anggaran negara semakin efektif.

Amin Ak Amin AK Minta Data Penerima Subsidi Energi Dibenahi agar Tepat Sasaran Anggota Komisi XI DPR RI DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

DPR Oktober 22, 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak tegas terhadap dokter yang…

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Pengendalian Karhutla

Oktober 22, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?