Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Riyono Caping: Giant Seawall Pantura Harus Dibangun dengan Konsep Ekologis
DPR

Riyono Caping: Giant Seawall Pantura Harus Dibangun dengan Konsep Ekologis

RedaksiBy RedaksiOktober 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Penanganan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa melalui pembangunan giant seawall (tanggul laut raksasa) perlu dirancang sebagai bagian dari pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu, bukan sekadar membangun penghalang fisik terhadap banjir rob. Pernyataan ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping saat ditemui oleh koranmerdeka.co di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pasalnya, pendekatan infrastruktur harus berjalan bersama dengan penguatan fungsi ekologis kawasan. Ia menerangkan konsep giant seawall yang akan diterapkan di Pantura perlu memperhatikan karakteristik wilayah pesisir dan ancaman perubahan iklim. Sebab itu, ungkapnya, pembangunan infrastruktur perlindungan pantai harus dipadukan dengan berbagai pendekatan lingkungan.

“Jangan dibayangkan hanya tembok beton yang kemudian menghadapi nanti kerasnya rob, kemudian juga perubahan iklim, kemudian juga ombak, tetapi akan berbentuk secara kompleks,” ujar Riyono

Dirinya menjelaskan, pengelolaan kawasan dalam konsep tersebut dapat mencakup pembangunan infrastruktur sekaligus penanaman vegetasi pesisir dan pengelolaan kawasan mangrove. Selain itu, tuturnya, aspek teknis seperti pengukuran batimetri juga perlu diperhatikan demi memastikan penanganan sesuai dengan kondisi kawasan.

“Mulai dari bangunan, kemudian ada tanaman di wilayah pesisir, pengelolaan kawasan mangrove, kemudian juga pengelolaan kawasan mulai dari pengukuran secara batimetri,” kata Politisi Fraksi PKS itu.

Menurut Riyono, pendekatan tersebut penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mempertahankan fungsi ekologis kawasan pesisir. Pun, ia menekankan pula pengelolaan masyarakat di sekitar kawasan juga harus menjadi bagian dari pendekatan yang perlu diperhitungkan.

Riyono menyebut konsep giant seawall ini meniru pendekatan yang sebelumnya diterapkan di sejumlah negara, termasuk Belanda dan Korea. Namun, penerapannya di Pantura Jawa harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan karakteristik wilayah Indonesia.

Ia menilai pengelolaan kawasan Pantura membutuhkan perencanaan jangka panjang agar infrastruktur yang dibangun mampu menghadapi ancaman rob dan perubahan iklim secara berkelanjutan. Karena itu, Riyono meminta BOP Pantura Jawa memastikan pembangunan giant seawall tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem pengelolaan pesisir yang memadukan perlindungan fisik dan ekologis.

Anggota Komisi IV DPR RI DPR RI Riyono Caping Riyono Caping: Giant Seawall Pantura Harus Dibangun dengan Konsep Ekologis
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

DPR Oktober 22, 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak tegas terhadap dokter yang…

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Pengendalian Karhutla

Oktober 22, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?