Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Kesehatan Dampak Kekeringan yang Kian Mengkhawatirkan
DPR

Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Kesehatan Dampak Kekeringan yang Kian Mengkhawatirkan

RedaksiBy RedaksiSeptember 18, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta Pemerintah mengantisipasi dampak kekeringan yang sudah kian mengkhawatirkan di mana banyak daerah saat ini mengalami krisis air bersih. Ia mengingatkan kekeringan buntut kemarau panjang dampat menimbulkan krisis kesehatan.

“Berkurangnya akses air bersih dapat berkembang menjadi masalah kesehatan sebelum terlihat sebagai kejadian luar biasa. Ketika air terbatas, kebutuhan minum, kebersihan rumah tangga, sanitasi, pengolahan makanan, dan perawatan kelompok rentan akan terganggu secara bersamaan,” kata Yahya Zaini dalam keterangan persnya, Jumat (18/9/2026).

Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kekeringan meteorologis dengan puluhan daerah masuk dalam status awas, di antaranya Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Kalimantan Barat.

Dengan data daerah yang masuk status awas itu dapat terlihat ancaman kekeringan tidak hanya muncul di wilayah pedesaan atau sentra pertanian, tetapi juga mencakup sejumlah kawasan perkotaan.

Wilayah yang mengalami krisis air bersih pun semakin meluas baik di Pulau Jawa maupun daerah Pulau Jawa seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, dan Maluku.

Terkait hal ini, Yahya menyebut risiko yang ditimbulkan akibat kekeringan bukan hanya berasal dari krisis air bersih saja. “Tetapi juga dari penggunaan sumur yang kualitasnya menurun, sumber air alternatif yang tidak teruji, serta penyimpanan air terlalu lama dalam wadah yang tidak aman,” jelas politisi Golkar itu.

Menurut Yahya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko dehidrasi, diare, penyakit kulit, gangguan ginjal, dan penyakit berbasis lingkungan. “Jangan menunggu puskesmas mencatat lonjakan penyakit untuk menyatakan bahwa kekeringan telah berdampak pada

kesehatan. Pencegahan harus dimulai ketika akses terhadap air aman mulai berkurang,” tegas Yahya.

Yahya pun meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pemerintah daerah membangun pengawasan kesehatan berbasis wilayah terdampak. “Puskesmas harus mengetahui desa mana yang mengalami keterbatasan air, kelompok berisiko yang tinggal di dalamnya, serta perubahan kasus penyakit yang berkaitan dengan kualitas air dan sanitasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yahya mengingatkan agar bantuan air bersih yang didistribusikan kepada warga harus terjamin aman sampai dikonsumsi. Ia menilai pemeriksaan tidak cukup dilakukan pada sumber atau tangki pengangkut, tetapi perlu memastikan kebersihan tempat penampungan dan titik pembagian.

“Apabila ditemukan sumber air warga yang tidak layak, pemerintah harus menyediakan pasokan pengganti serta menyampaikan larangan penggunaannya secara jelas. Jika diperlukan, fasilitas kesehatan (faskes), sekolah, posyandu, dan tempat pengungsian sementara harus memperoleh perlindungan pasokan tersendiri agar pelayanan tidak dikurangi,” imbuhnya.

Yahya juga mendorong pemerintah untuk menyediakan wadah penyimpanan yang aman bagi keluarga yang tidak memilikinya, sehingga bantuan air tidak kehilangan manfaat setelah sampai di permukiman. “Pemerintah harus menetapkan indikator kesehatan sebagai bagian dari keputusan memperbesar respons

kekeringan,” tambah Yahya.

Pimpinan Komisi Kesehatan DPR ini pun mengingatkan perlunya intervensi kesehatan menyusul meningkatnya kasus diare, dehidrasi, penyakit kulit, atau gangguan sanitasi. Menurut Yahya, hal ini tidak bisa dipisahkan dari persoalan kekeringan yang tengah melanda Tanah Air.

“Intervensi kesehatan sangat diperlukan, termasuk penguatan infrastruktur faskes dan tenaga kesehatan, khususnya di daerah yang masuk dalam status awas kekeringan dan yang sudah mengalami krisis air bersih,” paparnya.

Yahya juga meminta agar ketersediaan air bersih selalu diupayakan untuk membantu masyarakat yang terdampak. “Air aman merupakan tindakan pencegahan kesehatan yang paling mendasar. Pemerintah harus memastikan tidak ada warga yang jatuh sakit karena terpaksa menggunakan air yang tidak layak,” ujar Yahya.

“Pemerintah harus mengantisipasi agar masalah kekeringan tidak menimbulkan krisis kesehatan di tengah masyarakat,” pungkas Legislator dari Dapil Jawa Timur VIII itu.

DPR RI Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Kesehatan Dampak Kekeringan yang Kian Mengkhawatirkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

Oktober 22, 2026

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Soal Dugaan Dokter Perkosa Anaknya, Legislator: Kemenkes Harus Tegas, Jangan Hanya Mengecam

DPR Oktober 22, 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak tegas terhadap dokter yang…

Hari Santri 2026, Puan Dorong Pesantren Terlibat Aktif dalam Pembangunan Nasional

Oktober 22, 2026

Hari Santri Momentum Perkuat Komitmen Negara terhadap Pesantren

Oktober 22, 2026

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Pengendalian Karhutla

Oktober 22, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?