Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aspek Keselamatan Jalan Tol Harus Dapat Porsi Lebih Besar dalam Pemenuhan Indikator SPM

Juni 10, 2026

RUU Desain Industri Harus Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Kreatif dan Inovasi Nasional

Juni 10, 2026

Obon Tabroni Desak Evaluasi KRIS hingga Transparansi Biaya Operasional BPJS Kesehatan

Juni 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»BKSAP Dorong Penguatan Perspektif Gender dalam Pengambilan Kebijakan Publik
DPR

BKSAP Dorong Penguatan Perspektif Gender dalam Pengambilan Kebijakan Publik

RedaksiBy RedaksiJuni 10, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri dalam kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Hasil Kerja Diplomasi Parlemen BKSAP DPR RI di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Yogyakarta, DIY/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menegaskan pentingnya penguatan perspektif gender dalam proses pengambilan kebijakan publik guna mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Hasil Kerja Diplomasi Parlemen BKSAP DPR RI di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Yogyakarta, DIY, Senin (8/6/2026).

Dalam dialog bersama akademisi dan mahasiswa, Irine menilai isu kesetaraan gender masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperjuangkan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, perkembangan zaman dan perubahan sosial justru membuat kebutuhan terhadap kebijakan yang sensitif terhadap isu gender semakin penting.

“Kami menyadari bahwa perjuangan kesetaraan tidak pernah out of date. Oleh karena itu, diperlukan penguatan ilmu terkait pengambilan keputusan yang berbasis gender,” ujar Irine.

Ia menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender bukan hanya berkaitan dengan peningkatan keterwakilan perempuan dalam lembaga politik, tetapi juga memastikan perspektif perempuan hadir dalam setiap proses perumusan kebijakan. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh kelompok masyarakat secara lebih adil.

Menurut Irine, keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif periode 2024–2029 memang menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Namun, peningkatan tersebut belum cukup apabila tidak diiringi dengan penguatan kapasitas dan regulasi yang mendukung terciptanya kebijakan yang responsif gender.

“Jumlah keterwakilan memang penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana kebijakan yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya,” katanya.

Dalam forum tersebut, Irine juga menekankan bahwa dunia pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan perspektif gender melalui penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penyediaan data yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.

Ia menilai kampus dapat menjadi mitra penting bagi parlemen dalam menghasilkan kajian-kajian akademik yang mampu memberikan gambaran utuh mengenai tantangan kesetaraan gender yang masih dihadapi Indonesia.

“Kampus memiliki sumber daya intelektual yang sangat besar. Kajian akademik yang dihasilkan dapat membantu pembuat kebijakan memahami persoalan secara lebih komprehensif sehingga solusi yang diambil lebih tepat sasaran,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Selain membahas isu gender, diskusi tersebut juga menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini menjadi perhatian diplomasi parlemen, mulai dari transformasi digital, kecerdasan buatan, hingga pembangunan berkelanjutan. Menurut Irine, seluruh isu tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya menciptakan kebijakan yang inklusif dan tidak meninggalkan kelompok tertentu.

Karena itu, ia mendorong agar perspektif kesetaraan dan keadilan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses penyusunan kebijakan publik. Dengan cara tersebut, pembangunan nasional dapat berjalan lebih merata dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, BKSAP DPR RI berharap kerja sama dengan kalangan akademisi dapat terus diperkuat. Sinergi antara parlemen dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan yang berbasis data, riset, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Irine menambahkan bahwa tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, keterlibatan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sipil menjadi faktor penting dalam menciptakan kebijakan yang adaptif sekaligus berkeadilan.

“Kita membutuhkan lebih banyak ruang dialog seperti ini agar kebijakan yang lahir benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab tantangan masa depan,” pungkasnya.

BKSAP Dorong Penguatan Perspektif Gender dalam Pengambilan Kebijakan Publik DPR RI Irine Yusiana Roba Putri Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Aspek Keselamatan Jalan Tol Harus Dapat Porsi Lebih Besar dalam Pemenuhan Indikator SPM

Juni 10, 2026

RUU Desain Industri Harus Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Kreatif dan Inovasi Nasional

Juni 10, 2026

Obon Tabroni Desak Evaluasi KRIS hingga Transparansi Biaya Operasional BPJS Kesehatan

Juni 10, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Aspek Keselamatan Jalan Tol Harus Dapat Porsi Lebih Besar dalam Pemenuhan Indikator SPM

DPR Juni 10, 2026

Aspek keselamatan jalan tol diminta mendapat porsi lebih besar dalam indikator Standar Pelayanan Minimum (SPM)…

RUU Desain Industri Harus Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Kreatif dan Inovasi Nasional

Juni 10, 2026

Obon Tabroni Desak Evaluasi KRIS hingga Transparansi Biaya Operasional BPJS Kesehatan

Juni 10, 2026

Soroti Klaim BPJS Kesehatan, Heru Tjahjono : Ini Bukan Hanya Soal Angka

Juni 10, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?